Kamis, 19 Desember 2019

My First BF Experience


Kali ini, aku ingin flashback ke tanggal 31 Oktober 2018. Hari pertama dimana aku terbangun dan sadar bahwa statusku sudah berubah menjadi ibu. Pukul 04.00 WIB aku dibangunkan oleh rasa nyeri yang menjalar disekitar perut akibat efek obat bius pasca operasi caesar yang sudah habis, disamping itu aku juga merasa kegerahan karena badanku ditimbun dengan berlapis-lapis selimut. Semalam memang rasanya dingin banget sampai menggigil badanku, kata perawat itu karena efek obat bius dan suhu diruang operasi. Baiklah, masih subuh dan aku masih sangat mengantuk, ku tahan sakit jahitan operasi dan kembali terlelap.

Beberapa jam kemudian, masih dalam kondisi mengantuk aku merasa badanku demam dan tiba-tiba menggigil. Segera ku bangunkan suamiku yang sedang tertidur disofa sebelah ranjangku, ia yang kaget dan kebingungan langsung menekan tombol bantuan untuk memanggil perawat. Tidak berapa lama, perawat pun datang dan memeriksa keadaanku. "Bu, ini PDnya keras sekali. Coba dipompa mungkin ASInya mau keluar tapi tersumbat," katanya. Ia kemudian menyuruhku untuk membersihkan payudara dengan air hangat terlebih dulu dan mengajarkan cara memijat PD agar ASI ku lebih lancar untuk dikeluarkan.

Sumpah waktu itu rasanya PD ku keras seperti batu dan sakiiit sekali. Ngeri deh kalo inget rasanya >.< sampai-sampai suamiku pun beristighfar sambil berkata, "Ya ampun kok sampe kayak gini, yang?" Aku hanya bisa mewek cirambay bombay menahan sakit. Setelah melakukan instruksi perawat yaitu membasuh dengan air hangat dan melakukan pemijatan, suamiku mempersiapkan peralatan pumping dan botol ASIP yang telah disterilkan dari rumah. Proses pumping pun dilakukan dan ASI ku mengalir deras seperti keran air yang baru dibuka, banyak sekali hingga 5 botol kaca berisi masing-masing 100 ml ASI penuh. Habis dong itu botol tapi PD ku masih bengkak juga sakit cenat-cenut. Bayiku saat itu belum dibawa ke kamar karena jadwal ia datang sekitar pukul 07.00 WIB setelah dimandikan.

"Mana botol yang lain? Kan kemarin mas bawain 10," tanyanya. "Ia aku tinggal dirumah, abis kebanyakan botolnya. Kirain nggak kepake semua. Kata orang-orang abis lahiran ASInya belum banyak," jawabku penuh penyesalan. Sok smart banget memang, tidak terbayang ASI ku akan langsung banjir begini dan bakal sesakit ini kalau ASI tidak segera dikeluarkan. Akhirnya pasrah saja baju basah karena kebanjiran ASI dan saat itu aku juga belum punya breastpad. Kacau banget!

Ku pikir saat bayiku datang, ia akan langsung menyusu dengan lahap karena kelaparan dari semalam belum minum apa-apa. Dengan begitu, PD ku akan segera kosong dan tidak sakit lagi. Ternyataa, bayi juga harus belajar menyusu dulu. Ia tidak bisa langsung menyusu dengan benar, setelah beberapa kali percobaan baru berhasil. Itu pun hanya beberapa menit karena ASI ku segera memenuhi perutnya, setelah kenyang ia lanjut tertidur dengan pulas. Harus menunggu 2 jam kemudian baru ia dibangunkan untuk disusui kembali, membangunkan bayi untuk menyusu pun susaah sekali karena anaknya maunya tidur terus. Aku jadi harus terus-terusan memompa PD agar tidak bengkak dan sakit lagi. Nggak kebayang sebelumnya kalau mengASIhi bakalan sebegininya.

Aku kira, semua ibu diseluruh dunia akan mengalami hal yang sama. Habis melahirkan, PD sakit dan ASI nya keluar dengan lancar, meski pun yang aku dengar pada awalnya keluar hanya sedikit. Aku pikir sedikitnya tuh yaa satu atau dua botol kaca ukuran 100 ml lah. Saking clueless-nya dengan dunia perASIan. Namun, mendengar cerita teman-temanku yang melahirkan setelah aku, banyak yang ASInya belum keluar sampai berhari-hari, pumping 1 jam hanya dapat 20 ml. Ada yang sampai anaknya demam dan kuning. What?! Sedih sekali mendengarnya, aku benar-benar bersyukur tidak mengalami hal seperti itu.

Ketika sharing tentang pengalaman mengASIhi dengan teman-teman sesama new moms, banyak yang bertanya tips bagaimana agar ASI ku bisa selancar itu? Selama hamil, aku sama sekali tidak membaca atau pun mencari tau masalah mengASIhi. Makanya ku sebut diatas tadi aku clueless. Aku juga tidak sadar hal apa saja yang membuat ASI ku lancar hingga ASI booster yang diresepkan dari rumah sakit sepulang melahirkan tidak berani ku minum. Kemudian aku mencoba menelusuri kemungkinan apa yang membuat ASI ku bisa lancar sejak hari pertama setelah melahirkan,  lalu setelah membaca dari berbagai sumber sepertinya hal ini yang dapat memperlancar ASI segera setelah melahirkan :
1. Rileks
Selain hormon prolaktin, hormon yang mempengaruhi produksi ASI adalah hormon oksitosin (hormon cinta kata orang-orang). Hormon ini berfungsi untuk merangsang produksi ASI. Keberadaan hormon oksitosin ini sangat dipengaruhi oleh suasana hati seseorang (dalam hal ini ibu), jadi ibu harus merasa happy, rileks dan tidak stress sehingga hormon ini bisa hadir dan ASI pun diproduksi.

Sesaat setelah operasi caesar, yang ku pikirkan hanya TIDUR. Beneran deh, saat itu jiwa keibuanku sama sekali belum muncul. Capek banget setelah menahan kontraksi selama 24 jam lebih dan berujung caesar, tidak ada dipikiranku adegan-adegan seperti film atau video artis-artis yang begitu bahagia hingga menangis terharu biru melihat buah hatinya lahir. Yes, I was so happy at that moment. Setelah bayiku lahir, aku mengucap syukur dan senang melihatnya lahir dengan sehat selamat. Lega banget rasanya, semua lelah selama berjam-jam kebelakang itu memang terbayar lunas. Tapi setelahnya, "plis gue butuh tidur," itu yang aku pikirkan. Urusan bayi besok lagi aja deh! LOL. Untungnya, pihak rumah sakit memang langsung membawa bayiku untuk dibersihkan dan tidur dikamar bayi terlebih dahulu.

Setelah mendapat cukup tidur hingga pukul 04.00 subuh yang kuceritakan diatas, rasanya badanku lebih "fresh", rileks dan tidak ada lagi beban pikiran mengenai proses melahirkan kemarin-kemarin. Fresh-nya dalam tanda kutip karena jauh berbeda dengan fresh yang sebenarnya (hanya after-labor-women yang paham). Mungkin hal ini yang memicu bekerjanya hormon oksitosin dalam tubuhku sehingga beberapa jam setelahnya ASI ku langsung keluar.

2. Rajin Pijat dan Membersihkan PD
Sejak trimester pertama, kk iparku sudah mewanti-wanti agar aku mulai rutin membersihkan area puting dan memijat PD agar aliran darah lancar dan ASI tidak tersumbat kotoran saat waktunya ia akan keluar nanti. Setelah diberitau begitu, aku rajin memijat PD ku pagi dan sore hari setelah mandi menggunakan minyak zaitun. Dari sumber yang ku baca, katanya bisa mencegah timbulnya stretch marks juga, jadi ku rutinkan saja agar kulit tetap mulus. Hehe. Saat mandi, aku pun selalu membersihkan area puting dengan air hangat (iya anaknya manja, karena Bandung dingin mandinya air hangat terus. LOL!). Begitu terus ku lakukan hingga saat-saat terakhir mau melahirkan. Mungkin ini juga menjadi salah satu faktor kekuksesan banjirnya ASI ku segera setelah melahirkan.

Karena pengalaman ini, aku rajin sekali menginformasikan pada teman-temanku yang sedang hamil agar rutin melakukan tips No.2 ini. Kurang tau juga apakah efeknya akan sama setiap orang, namun tidak ada salahnya mencoba. Nggak lama kok, cukup 2-3 menit aja membersihkan dan memijatnya, oiya jangan keras-keras juga karena malah dapat memicu kontraksi sebelum waktunya.

Masih banyak tips-tips lainnya yang silahkan baca sendiri dari berbagai artikel dan jurnal karena yang aku share hanya berdasar pengalamanku. Tambahan untuk tips berikutnya adalah perbanyaklah mencari informasi, jangan jadi seperti diriku yang clueless begitu mengASIhi dimulai. Banyak ibu-ibu hamil yang fokus mencari informasi mengenai kesehatan janin dan bagaimana agar proses persalinan bisa lancar namun tidak mencari tau sama sekali tentang proses mengASIhi yang perjuangannya hingga 2 tahun.

Begitulah cerita pengalaman pertamaku mengASIhi setahun yang lalu. Semoga tulisanku ini bisa bermanfaat untuk yang membacanya. See you!

Sukabumi, 19 Desember 2019

Tidak ada komentar:

Posting Komentar