Minggu, 28 Maret 2021

Kdrama Review : Doctor John (2019), Belajar Menghormati Rasa Sakit Orang Lain

Maret 28, 2021 37 Comments

Annyeonghaseyo, chingudeul!

Lama sepertinya nggak menulis seputar drama Korea di blog sendiri, setelah terbiasa ngobrolin drakor di blog Drakor Class. Demi mencegah laba-laba bersarang di label "Kdrama" pada blogku ini, kali ini aku akan menulis tentang drama Korea yang membuat aku sampai mengunduh dan berlangganan aplikasi Viu di ponsel. Drama tersebut berjudul Doctor John yang tayang pada tahun 2019 silam.

Sepenasaran itu aku sama drama yang dibintangi oleh Ji Sung oppa ini. Aku pernah melihatnya menjadi pria yang memiliki tujuh kepribadian dalam drama Kill Me Heal Me (2015), pernah juga menyaksikan dirinya menjadi seorang jaksa yang terkurung di penjara dalam drama Innocent Defendant (2017), tentu perannya sebagai dokter dalam drama "Doctor John" ini nggak boleh lolos, Bun!

Tentu untuk menonton drama tersebut aku mencari-cari tempat tongkrongan yang legal dan berkualitas, sampai akhirnya aku menemukan aplikasi Viu yang menyediakan drama ini untuk ditonton. Melihat promo yang menggiurkan pada saat itu, tanpa pikir lama-lama aku pun berlangganan Viu Premium yang bisa dibayar menggunakan Go-Pay. Hehe.

viu doctor john
Nonton drakor "Doctor John" di Viu


Nggak nyesel banget udah download aplikasi Viu demi nonton "Doctor John". Selain karena Ji Sung yang tentunya menjadi daya tarik utama saya untuk menonton drama ini, ceritanya juga menarik banget! Juga, tokoh utama perempuannya yang menurut saya menginspirasi. Lanjut baca yuk, sampai habis...

Sinopsis Drakor "Doctor John"

Bagi yang belum pernah menonton atau bahkan mendengar judul drama "Doctor John", sini aku spoiler kasi sedikit intisari dari drama yang mengangkat tema medis ini. Kita mulai dari profil dramanya dulu ya :

doctor john drama

Judul Drama : Doctor John
Hangeul : ė˜ė‚Žėš”í•œ
Genre : Medical Drama
Penulis Naskah : Kim Ji Woon
Sutradara :
Jo Soo Won, Kim Young Hwan, Lee Gyo Joon
Pemain :
Ji Sung sebagai Cha Yo Han
Lee Se Young sebagai Kang Shi Young
Lee Kyu Hyung sebagai Son Seok Ki
Hwang Hee sebagai Lee Yoo Joon
Jumlah Episode : 32 (35 menit per episode)
Ditayangkan oleh : SBS

Alkisah seorang dokter residen muda bernama Kang Shi Young (Lee Se Young) dimintai tolong oleh pamannya untuk menjadi dokter bantu di sebuah penjara. Dokter perempuan ini sebenarnya sudah lama memutuskan untuk mundur dari pekerjaannya sebab memiliki kenangan buruk hingga mengalami trauma yang cukup dalam. Ia menerima tawaran tersebut karena sangat menghormati pamannya.

Di dalam penjara, ia bertemu dengan Cha Yo Han (Ji Sung) saat sedang menghadapi pasien yang kesakitan dan berada di ujung maut. Cha Yo Han dengan sigap memberi arahan pada Kang Shi Young hingga akhirnya narapidana tersebut dapat diselamatkan.

Sumber gambar : SBS

Usut punya usut, ternyata Cha Yo Han adalah seorang jenius dalam dunia kedokteran Korea Selatan pada masanya. Ia merupakan seorang dokter spesialis anestesiologi yang mendekam di dalam penjara karena dianggap melakukan pelanggaran dengan melakukan euthanasia pada pasiennya beberapa tahun silam.

Setelah masa tahanannya selesai, Cha Yo Han kembali ke rumah sakit dan menjadi profesor bagian anestesiologi. Tak disangka-sangka, Kang Shi Young juga mengambil residen di rumah sakit yang sama dengan Cha Yo Han. Kebetulan lagi, Kang Shi Young juga mengambil spesialis anestesiologi sehingga Cha Yo Han menjadi pembimbingnya di rumah sakit tersebut.

Cha Yo Han yang sering dianggap arogan dan sombong serta sok tahu oleh lingkungan sekitarnya ternyata memiliki concern terhadap rasa sakit yang dirasakan oleh pasien-pasiennya. Sebagai seorang dokter yang ahli dalam bidang anestesi, Cha Yo Han mengemban tugas untuk membebaskan pasien dari rasa sakit.

Saat mengetahui bahwa Kang Shi Young mengalami trauma yang cukup panjang karena merasa gagal menjalankan tugasnya sebagai dokter, Cha Yo Han memberi pesan padanya bahwa sebagai dokter memang sudah menjadi kewajiban untuk menolong pasien dan mengupayakan kesembuhan pasien dengan bantuan obat serta peralatan medis. Namun, bagaimana jika semua itu hanya akan memperpanjang rasa sakit pasien dan bukannya membebaskan pasien dari rasa sakit?

Kata-kata yang disampaikan oleh Cha Yo Han kemudian menjadi suntikkan semangat untuk Kang Shi Young bangkit dan berusaha membebaskan dirinya dari rasa bersalah yang selama bertahun-tahun ia rasakan. Ia mencoba menggapai mimpinya kembali untuk menjadi seorang dokter spesialis anestesiologi.

Drama ini menarik banget untuk ditonton, selain melihat kepiawaian aktor dan aktris dalam memerankan karakter dalam tokoh drama, penonton mendapat banyak sekali pengetahuan baru mengenai istilah medis.

Dalam drama "Doctor John" kebanyakan penyakit yang diangkat sebagai kasus adalah penyakit langka. Sebut saja penyakit CIPA (Congenital Insensivity to Pain with Anhidrosis), hayo pernah dengar belum? Penyakit ini adalah penyakit di mana seseorang tidak merasakan sakit. Jadi, penderita tidak bisa merasakan perbedaan suhu tubuh, tidak sakit ketika dicubit atau dilukai bahkan tidak merasakan apapun ketika tubuhnya terjangkit infeksi.

Selain itu, masih ada lagi penyakit seperti epilepsi perut yang hanya dapat diketahui jika dilakukan pemeriksaan pada gelombang otak pasien. Seru sekali karena setiap episode, penyakit yang dihadapi berbeda-beda.

Kang Shi Young yang Menginspirasi

kang shi young doctor john
Sumber gambar : SBS

Selain Cha Yo Han yang sudah jelas-jelas jenius luar biasa, dalam drama ini aku cukup terinspirasi dengan tokoh Kang Shi Young. Berbeda dengan karakter perempuan dalam drama Korea yang biasanya digambarkan sebagai sosok yang ceria, supel, lucu dan menggemaskan, Kang Shi Young justru sebaliknya. Ia adalah sosok yang introvert, yang menarik diri dari lingkungan dan tidak memiliki kepercayaan diri.

Tentu semua ada sebab musababnya. Saat ia dan ayahnya sedang mendaki gunung, ayahnya mengalami kecelakaan hingga terluka cukup parah. Kang Shi Young berusaha semampunya untuk menyelamatkan nyawa ayahnya dengan mencoba menghentikan perdarahan yang terjadi. Akan tetapi, ayahnya saat itu berkata bahwa rasa sakit yang dirasakannya sudah melampaui batas dan tidak tertahankan lagi. Ayah Shi Young meminta dirinya untuk merelakannya.

Sejak saat itu ayah Kang Shi Young terbaring di rumah sakit dan hidup dengan bantuan peralatan medis. Kang Shi Young pun merasa gagal menyelamatkan pasiennya, ditambah dengan memburuknya hubungan dirinya dengan adik perempuan serta ibunya. Akhirnya ia memilih untuk mundur dari dunia kedokteran dan menarik diri dari orang-orang di sekelilingnya.

Meskipun demikian, karakter dari Kang Shi Young ini berkembang di sepanjang episode, guys! Mulanya ia adalah seorang dokter yang kembali dari hiatusnya, merasa tidak capable dan tidak percaya diri. Semakin ke sini, sosoknya ber-progress menjadi dokter yang bersemangat dan tidak mudah putus asa.

Kalau boleh merangkum, kira-kira berikut adalah beberapa alasan mengapa tokoh Kang Shi Young dalam drama "Doctor John" ini menginspirasi :

Mengikhlaskan Demi Kebaikan

Ada satu adegan yang membuatku terhenyak (dilanjutkan dengan crying~) adalah saat ayah Kang Shi Young yang terbaring di ranjang rumah sakit dengan segala peralatan pendukung hidupnya itu mengalami perburukan. Detak jantungnya melemah hingga istrinya, ibu dari Kang Shi Young, harus melakukan CPR (Cardiopulmonary Resuscitation).

Ketika melihat hal tersebut, Shi Young justru mencoba menghentikan apa yang ibunya lakukan. Ia berkata kalau ayahnya kesakitan, ia dapat melihat air mata yang keluar dari sudut mata ayahnya yang tidak berdaya. Ia sadar bahwa terkadang membebaskan seseorang dari rasa sakit adalah dengan mengikhlaskan kepergiannya. Meskipun tentunya hal tersebut sungguh sangat berat, apalagi yang harus kita ikhlaskan adalah salah satu orang yang paling kita cintai.

Susah sekali memang memilih untuk mempertahankan orang tersayang dengan harapan keajaiban akan terjadi sehingga ia dapat pulih kembali, atau harus merelakan ia pergi agar tidak lagi menderita karena harus menanggung rasa sakitnya selama ini.

Namun, jika kita percaya bahwa kepergiannya adalah hal terbaik yang Tuhan berikan untuk dirinya, pasti kita akan menjadi lebih legowo menerima kenyataan walaupun rasanya kita tidak akan sanggup menghadapinya.

Mencoba Bangkit dan Pantang Menyerah

Hal positif lain yang dapat diambil pelajarannya dari tokoh Kang Shi Young adalah ia tidak menyerah untuk berusaha keluar dari lubang trauma masa lalunya. Tak lain dan tak bukan, Cha Yo Han adalah sosok yang membuatnya kembali bangkit dan mencoba meraih kembali cita-citanya. Memang hidup itu butuh motivator ya, Sis!

Sebagai seorang dokter residen, kemampuan Kang Shi Young tentu masih sangat jauh di bawah Cha Yo Han, akan tetapi itu tidak menyurutkan semangatnya untuk terus belajar. Kang Shi Young selalu mencoba memahami, menelaah dan mempelajari setiap kasus (penyakit) yang ia temukan. Ia selalu mengerahkan seluruh kemampuannya untuk membantu pasien agar dapat sembuh dan pulih kembali.

Kang Shi Young juga membuktikan pada dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya bahwa ia masih layak untuk menjadi seorang dokter spesialis anestesiologi yang diperhitungkan.

Mencintai Dengan Secukupnya

Drama medis yang satu ini sebetulnya sudah sangat seru tanpa adanya unsur romance, tapi nggak lengkap lah ya kalau nggak ditambah dengan bumbu-bumbu asmara di dalamnya. Hehe. Sudah jelas couple dalam drama ini adalah Cha Yo Han dan Kang Shi Young.

Mulanya, hubungan mereka berdua hanya sebatas profesor dan residen. Akan tetapi, saat Shi Young menemukan fakta bahwa Cha Yo Han mengidap suatu penyakit langka, ia mulai perhatian pada seniornya tersebut. Dirinya mengkhawatirkan keadaan dan kesehatan Cha Yo Han hingga akhirnya menyadari bahwa perasaan tersebut berbeda dari biasanya. Ehm.

Tapi, hubungan profesional di antara keduanya tetap terjalin dengan baik. Meskipun baper, Kang Shi Young dapat membedakan mana urusan pribadi dan mana urusan pekerjaan, terutama jika menyangkut pasien. Setelah Cha Yo Han kembali dari luar negeri pun, saat keduanya kembali bertemu, bukannya kangen-kangenan tapi tetep dong bahasannya, "Apakah kau sudah melakukan pemeriksaan gelombang otak pada pasien tersebut?". Haha.

Menjaga hubungan profesional ketika kita ingin berhubungan lebih personal dengan seseorang di lingkungan pekerjaan memang rada-rada tricky. Harus tahu diri dan tahu batasan yang mana pekerjaan tidak bisa disatukan dengan permasalahan pribadi.

Dalam hal ini, Kang Shi Young bisa dibilang mahir dalam menjaga hubungannya dengan Cha Yo Han secara profesional sehingga pekerjaannya sebagai dokter tidak terganggu saat kisah cintanya sedang berjalan tidak baik.

Bisa dikatakan porsi romance dalam drama ini tipis syekalee~ sedikit skinship, tapi lirikan mata yang mengambil banyak peran. Ihiiy...

Nonton Drama Korea di Aplikasi Viu

nonton doctor john viu
Betah nongkrong di Viu

Zaman sekarang, nonton drama Korea sudah sepatutnya menggunakan aplikasi yang legal dong ya! Salah satunya adalah dengan menggunakan "aplikasi Viu" yang bisa didownload melalui ponsel (Android/iOS iPhone), tablet, PC, laptop hingga smart TV. Canggih bener ye kan?

Aplikasi Viu ini merupakan layanan video over the top (OTT) yang menyediakan drama Asia, program variasi, anime dan berita hiburan. Viu pertama kali diluncurkan pada tahun 2015 di Hong Kong dan masuk ke Indonesia secara resmi pada tanggal 26 Mei 2016.

Dengan menggunakan aplikasi Viu sebagai tempat tongkrongan untuk menonton, ada banyak kelebihan yang bisa kita peroleh di antaranya banyaknya pilihan konten yang tersedia. Jadi, aplikasi Viu ini nggak hanya menyediakan drama Korea saja tapi juga beragam variety show, film dan series yang bukan hanya asal Korea namun beberapa negara di Asia seperti Thailand, China bahkan Indonesia.

home viu
Beragam tontonan di aplikasi Viu

Kalau aku pribadi sih ya, lebih sering nonton drama Korea di aplikasi Viu karena hampir semua judul yang aku cari ada di sana. Mulai dari drama yang sedang tayang (on going) seperti "Mouse" nya Lee Seung Gi sampai drama yang sudah lawas seperti "Secret Garden"-nya Abang Hyun Bin dari tahun 2010 juga ada.

Kelebihan lainnya adalah aplikasinya yang user friendly. Tentunya, untuk memudahkan pengguna aplikasi tersebut, tampilan yang user friendly hukumnya wajib deh ya! Viu ini gampang banget dipakainya, mau dari PC atau laptop maupun dari ponsel.

Untuk memiliki akun di Viu, pendaftaran dapat dilakukan menggunakan akun Gmail, Facebook maupun email lain selain Gmail. Prosesnya juga mudah dan tidak memakan waktu lama.

Terpenting lainnya nih ya, biaya untuk berlangganan Viu ini terjangkau banget. Sekarang saja, biaya yang aku keluarkan per bulan untuk menjadi pelanggan Viu Premium adalah only Rp15.000,-. Memang saat meng-upgrade ke Viu Premium setahun yang lalu, aku memanfaatkan adanya promo. Berita baiknya, Viu ini sering banget ngadain promo berlangganan. Cihuuy!

Metode pembayaran yang dapat digunakan untuk berlangganan bermacam-macam dan tidak menyusahkan sama sekali. Bisa bayar pakai Go-Pay, pulsa hingga OVO. Aku sendiri sudah setahun memanfaatkan pembayaran menggunakan Go-Pay yang akan terpotong secara otomatis setiap bulannya.

Sebenarnya, fitur yang dapat digunakan tanpa berlangganan juga cukup banyak. Kita tetap dapat menikmati layanan yang tersedia di Viu dengan gratis, tapi tentu saja tidak sebebas jika kita menjadi pengguna Viu Premium.

Satu lagi nih kelebihan yang akan didapatkan ketika kita men-download aplikasi Viu, kita bisa menonton secara offline karena Viu sudah dilengkapi dengan fitur download. Sehingga, tidak perlu streaming berjam-jam dan menghabiskan banyak kuota internet. Kalau sudah di-download dan tersimpan kan, bisa nonton kapanpun dan di manapun tidak tergantung dengan konektivitas yang kadang galau. Uhuks!

Aplikasi Viu sangat melindungi hak cipta, jadi biarpun kita sudah mengunduh siaran yang ingin kita tonton, video akan tersimpan di aplikasi Viu dan bukan di galeri ponsel kita. Selain itu, kita nggak bisa sembarangan screen capture adegan drama yang kita tonton dari aplikasi Viu ini.

Sekian dulu ulasan tentang drama Korea "Doctor John" yang aku nikmati dari aplikasi Viu, serta cerita tentang Kang Shi Young, tokoh perempuan dalam drama Korea yang membuatku terinspirasi. 

Oiya, buat teman-teman yang tertarik untuk menonton drama Korea di aplikasi Viu bisa langsung mencari informasi lebih lengkap di websitenya yaitu www.viu.com. Siapkan camilan sebagai teman nonton, ya!

Sukabumi, 27 Maret 2021

Kamis, 25 Maret 2021

5 Tips Memilih Apartemen Melalui Situs Properti

Maret 25, 2021 0 Comments

Memiliki tempat tinggal sendiri adalah impian setiap keluarga. Memiliki rumah pribadi dengan tanah yang luas dan bangunan yang menawan adalah dambaan hampir semua orang. Akan tetapi, terutama bagi mereka yang tinggal di sekitar Jakarta, Bandung dan banyak kota besar lainnya, saat ini yang mampu memiliki rumah pribadi dengan spesifikasi  di atas hanyalah mereka yang memiliki privilege.

Tidak heran, banyak pasangan suami istri terutama keluarga kecil yang tinggal di kota besar, memilih untuk menggunakan apartemen sebagai hunian bagi keluarganya bernaung. Dibandingkan dengan rumah, apartemen memiliki beberapa kelebihan yang membuat penghuninya merasa nyaman tinggal di sana, seperti misalnya :

Sumber : situsproperti.com

Keamanan Terjamin

Salah satu keunggulan tinggal di apartemen adalah sistem keamanan yang lebih maksimal. Misalnya saja, hanya yang memiliki kartu akses yang dapat masuk ke dalam wilayah apartemen. Kemudian, CCTV yang beroperasi penuh selama 24 jam dan terpasang di banyak titik. Tidak ketinggalan adanya security yang berjaga di beberapa lokasi untuk memantau keamanan lingkungan apartemen.

Fasilitas Lengkap dan Memadai

Tidak jarang apartemen menawarkan berbagai fasilitas yang dapat membuat penghuninya betah berada di dalam lingkungan apartemen. Tak jarang apartemen yang memiliki sport center di mana terdapat kolam renang serta gym, tempat bermain anak-anak, coffee shop bahkan restaurant atau food court, mini market, laundry dan lainnya.

Biasanya Dekat dengan Berbagai Akomodasi

Tentunya para developer apartemen akan memilih lahan yang strategis sebelum membangun apartemen guna memfasilitasi calon penghuni apartemen agar mudah menjangkau tempat-tempat seperti perkantoran dan pusat kota.


Sumber : situsproperti.com

Dengan banyaknya pembangunan apartemen, penawaran apartemen melalui situs properti pun meningkat. Di zaman sekarang ini, kita bukan hanya dapat membeli baju dan kosmetik saja secara online, hunian seperti apartemen pun dapat dicari dan diperjual belikan melalui "situs properti".

Oleh sebab maraknya penipuan yang mengatasnamakan situs properti, teman-teman yang sedang mencari hunian termasuk apartemen harus lebih bijak dan berhati-hati pada saat memilih apartemen di situs properti online.

Saat teman-teman masuk ke dalam situs yang bertuliskan "Jual Apartemen" maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum memutuskan untuk menyewa apalagi membeli apartemen pada situs tersebut :

Tetap Lakukan Survey Lokasi

Ketika teman-teman tergiur pada salah satu foto apartemen yang ditawarkan oleh sebuah situs properti, jangan terburu-buru mengambil langkah untuk langsung gercep membeli apartemen tersebut. Lakukan survey terlebih dahulu dan buat janji dengan agen di situs properti untuk melihat langsung hunian incaran teman-teman.

Memeriksa Agen atau Pemilik Properti

Tak kenal maka tak sayang, jadi jangan pernah langsung percaya pada sebuah situs properti apabila teman-teman tidak mengkroscek secara langsung mengenai agen dan pemilik properti (misalnya apartemen) tersebut.

Situs properti yang memiliki kredibilitas yang baik biasanya memiliki agen yang mudah dihubungi, dapat bertemu secara langsung, punya email dan website yang jelas dan memiliki kantor yang berbadan hukum.

Tidak Memberikan Data Pribadi

Sebelum teman-teman memastikan keaslian wujud bangunan yang akan teman-teman beli, bertemu dengan agen dan pemilik properti yang sebenarnya, jangan mudah memberikan informasi apapun mengenai data pribadi kalian. Contohnya saja nomor verifikasi kartu kredit, kartu identitas atau rekening bank milik teman-teman.

Jika ada agen properti yang meminta data-data pribadi seperti itu, sebaiknya teman-teman langsung meminta untuk bertatap muka dan berdiskusi lebih lanjut secara live tanpa perantara internet.

Harga Murah Bukan Jaminan

Beli hunian termasuk beli apartemen bukan seperti membeli baju atau sepatu di tanah abang yang harganya bisa miriiiing banget! Biarpun fitrah manusia ya, pasti tergiur melihat harga murah, jangan mudah percaya dengan penawaran properti seperti apartemen yang harganya jauh di bawah harga pasaran.

Jadi kalau ada penawaran harga apartemen yang tidak wajar di daerah yang strategis terutama di pusat kota dan dekat dengan mana-mana, sebaiknya teman-teman berhati-hati. Lakukan kroscek dulu secara detail mengenai informasi tersebut. Kalaupun pihak yang menawarkan mengiming-imingi dengan diskon khusus hanya sampai tanggal sekian, tetap stay cool dan cari tahu informasi sebanyak-banyaknya dulu!

Minta Bantuan Pihak Berwenang

Ada baiknya, saat memutuskan untuk membeli properti teman-teman menghubungi pihak yang berwenang untuk membantu mengurus keperluan dokumentasinya. Selain itu, adanya pihak berwenang yang bersama dengan teman-teman dapat meminimalisir resiko penipuan. Tentu saja, mereka yang sudah ahli di bidangnya pasti paham betul bagaimana sistem kerja jual beli properti yang seharusnya.

Perkara jual beli apartemen dan hunian melalui situs properti memang tidak semudah membeli mainan anak di online shop, ya. Banyak sekali hal yang perlu dipertimbangkan dan diperhatikan sebelum memilih sebuah situs untuk membeli hunian impian teman-teman.

Semoga informasinya bermanfaat dan jangan lupa untuk memilih situs properti yang terpercaya juga kredibel dalam memberikan pelayanan.

Sukabumi, 25 Maret 2021

Rabu, 24 Maret 2021

Pantulan Warna Zona 7 : Pendidikan Seksualitas

Maret 24, 2021 0 Comments

Assalammualaikum,

tidak terasa sudah kembali lagi waktunya mengalirkan rasa tentang apa yang didapatkan selama berada di zona ke-7 kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional. Tema di zona ini adalah mengenai Pendidikan Seksualitas. Berbeda dari zona-zona sebelumnya, pada zona ini dibentuk beberapa kelompok kecil dari berbagai regional untuk mendiskusikan topik-topik terkait pendidikan seksualitas pada anak.


Seperti yang pernah aku ceritakan sebelumnya, aku beserta teman-teman sekelompok mendiskusikan mengenai Penyimpangan Seksualitas, Pencegahan dan Solusinya. Saat berdiskusi, jujur aku merasa harus lebih aware dan menanamkan iman yang (lebih) kuat pada anakku. Melihat banyaknya penyimpangan seksualitas yang terjadi di zaman sekarang, membuat aku yang saat ini sudah menjadi orang tua banyak-banyak beristighfar dan memohon pada Allah swt untuk dijauhkan dari hal-hal tersebut.

Pendidikan seksualitas sejatinya harus dimulai sejak dini. Berdasarkan pengalamanku saat masih kecil, orang tua masih menganggap tabu jika harus mengajarkan anak-anaknya tentang pendidikan seksualitas. Akibatnya, anak akan mencari tahu sendiri dan akan berdampak buruk jika ia mendapatkan informasi dari pergaulan yang salah.

Oleh sebabnya, aku jadi terhenyak ketika mendapat materi tentang pendidikan seksualitas di zona ke-7 ini. Membuatku berefleksi dan membuka diskusi dengan suamiku perihal mengajarkan anak mengenai pendidikan seksualitas sejak dini.

Aku merasa, aku dan suamiku sebagai orang tua harus percaya diri lebih dahulu untuk mempunyai mindset bahwa it's okay loh membahas hal seperti ini dengan anak, karena memang sebaiknya anak tahu dari orang terdekatnya yaitu kedua orang tuanya. Keterbukaan dengan anak pun harus dibangun sehingga trust and attachment anak pada kedua orang tuanya semakin kuat.

Pemikiran anak-anak itu sebetulnya netral, anak akan menganggap pendidikan seksualitas itu adalah hal yang lumrah ketika kedua orang tuanya membahas secara terbuka dengan dirinya. Namun akan menjadi tabu ketika kedua orang tuanya membicarakan tentang aqil baligh atau misalnya menstruasi dengan nada yang bisik-bisik seperti tidak layak untuk diketahui oleh umum. Tentu anak akan memiliki pandangan lain mengenai hal ini.

Dari zona ini, hal penting yang aku pelajari lagi adalah pentingnya peran ayah dalam pendidikan seksualitas. Ini sudah pernah dituliskan dalam judul "Pendidikan Seksualitas, Tantangan Hari Ke-9". Selama ini, dalam rumah tanggaku, aku selalu aktif menggaungkan dan mengkampanyekan betapa pentingnya peran ayah dalam pengasuhan. Suamiku akan selalu aku libatkan dalam setiap kegiatan mengasuh dan membersamai anak. Aku tidak menganggap suamiku sebagai supporting team, melainkan tim inti yang berjuang bersama diriku membesarkan anak.

Ternyata, peran ayah dalam pengasuhan memang sedemikian vital dan tidak kalah penting dengan peran seorang ibu. Banyak kasus pelecehan seksual atau penyimpangan seksual yang terjadi karena fenomena father hunger, di mana para pelaku tidak mendapatkan kasih sayang dan keterlibatan ayahnya dalam pengasuhan. Yang membuat makin sedih, Indonesia termasuk dalam jajaran negara yang dilabeli "fatherless country" di mana peran ayah dalam pengasuhan masih dipandang sebelah mata. Padahal, peran ayah itu harus ada dan tidak tergantikan loh.

Banyak sekali hal yang harus dipelajari dan diperdalam untuk mengajarkan anak mengenai pendidikan seksualitas, misalnya saja tentang bagaimana peran gadget dalam perkembangan seksualitas anak, bagaimana mempersiapkan diri untuk membesarkan anak sehingga ia menjadi pribadi yang siap ketika aqil baligh nanti tiba masanya, dan masih banyak lagi.

Pastinya, zona ini membuat mataku semakin terbuka kalau tanggung jawab menjadi orang tua bukan hanya sekedar membesarkan anak saja tapi juga mempersiapkan anak-anak menjadi pribadi yang sholeh sholehah dan dapat dilepas di dunia luar kelak untuk menjalani kehidupannya masing-masing. Waa! Semangat terus ya ibu-bapak.

Imawati Annisa Wardhani
Regional Sukabumi


Selasa, 23 Maret 2021

Imugard, Bantu Bunda Menjaga Imunitas Keluarga

Maret 23, 2021 44 Comments

Hari Senin, tanggal 22 Maret 2021 kemarin, aku bersama teman-teman dari Mom Blogger Community (MBC) berkesempatan hadir dalam webinar Imugard "Ibu Sigap Jaga Imunitas Keluarga". Acara ini dihadiri oleh kurang lebih 100 peserta aktif. Pembicara utama dalam webinar ini adalah dr. Inggrid Tania, M.Si. yang merupakan Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI) dan Apoteker Agie Avionico Gaudart, S.Farm., Brand Manager Imugard.

pp webinar imugard

Acara yang berlangsung sekitar 2 jam setengah ini dipandu oleh Mbak Ika Pramono dari Inke Maris & Associates. Selama menyimak dan mendengarkan pemaparan materi yang disampaikan oleh kedua narasumber, rasaku kembali pada masa kuliah di mana sedang berada dalam kelas mata kuliah Imunologi. Ditambah lagi, pembahasan mengenai tanaman herbal yang berfungsi sebagai imunomodulator, menambah nostalgia saat berada di kelas Farmasi Bahan Alam bertahun silam.

webinar imugard
Mbak Ika memandu jalannya webinar

Beberapa hal yang disampaikan selama webinar berlangsung antara lain adalah pentingnya menjaga imunitas tubuh keluarga terutama di masa pandemi, pengenalan singkat mengenai sistem imun, herbal yang dikenal sebagai imunomodulator dan ditutup oleh profil produk Imugard yang diproduksi oleh Deltomed.

Bunda, Garda Terdepan Imunitas Keluarga

Materi pertama disampaikan oleh dr.Inggrid, di mana beliau mengajak peserta webinar untuk kembali melihat bahwa pandemi Covid-19 masih ada dan mengintai kita semua hingga detik ini. Covid-19 sendiri merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus Sars-Cov-2 yang mulai mewabah di tahun 2019 akhir dan sudah menyebar ke seluruh penjuru dunia, termasuk negara kita Indonesia.

Jumlah kasus penderita Covid-19 di Indonesia sudah menembus angka lebih dari satu juta jiwa dengan positive rate mendekati 19%. Sampai hari ini, belum ada obat yang berhasil ditemukan dan dinyatakan ampuh untuk Covid-19, akan tetapi virus ini dicegah dan dikalahkan oleh sistem kekebalan tubuh manusia.

Meskipun saat ini sudah ada vaksin untuk Covid-19, bukan berarti masyarakat dapat lengah dalam menjalankan protokol kesehatan. Vaksin bukanlah obat, vaksin didesain untuk mendorong pembentukan kekebalan tubuh spesifik agar terhindar dari tertular atau kemungkinan menderita sakit berat (dalam hal ini adalah Covid-19).

Oleh karenanya, meskipun sudah mendapatkan vaksin Covid-19, INGAT! Kita tetap tidak boleh lengah dan harus senantiasa patuh pada protokol kesehatan.

webinar imugard prokes
Protokol Kesehatan "New Normal"

Peran ibu selama masa pandemi ini dapat dikatakan sebagai garda terdepan dalam menjaga imunitas keluarga. Selain menjalankan peran sebagai ibu, koki, guru bahkan masih disibukkan dengan aktivitas pekerjaan pribadinya, ibu juga memiliki andil penting dalam menjaga kesehatan seluruh anggota keluarga.

Ibu adalah panutan bagi anak-anaknya, juga pengingat untuk suaminya agar selalu menjalankan protokol kesehatan sebagai adaptasi kebiasaan baru. Ibu yang biasanya menyiapkan makanan bergizi bagi keluarga, tidak lupa selalu mengkoordinir anggota keluarganya untuk mengonsumsi suplemen dan vitamin guna menjaga daya tahan tubuh.

Tentunya, Bunda sendiri jangan sampai melupakan kesehatan jiwa dan raga diri sendiri, ya! Agar tugas ibu sebagai garda terdepan dalam menjaga imunitas keluarga tidak terasa sebagai beban.

Sistem Imun Tubuh Manusia

dr inggrid webinar imugard
dr. Inggrid Tania, M.Si. dalam webinar Imugard

Berbicara mengenai daya tahan tubuh, manusia memiliki sistem kekebalan (imun) dalam tubuhnya. 
Sistem imun ini didefinisikan sebagai mekanisme tubuh untuk mempertahankan keutuhannya terhadap bahaya dari luar tubuh maupun dari dalam tubuh sendiri.

Bahaya yang dimaksud salah satunya adalah patogen yang dapat berupa bakteri, virus, jamur dan parasit yang dapat menyebabkan penyakit apabila sampai masuk ke dalam tubuh manusia. Berarti jelas ya, Covid-19 merupakan salah satu jenis patogen.

Apabila tubuh manusia terserang oleh patogen, kemungkinan akan terjadi yang namanya gangguan sistem imun. Tentunya, infeksi dapat menyebabkan sistem imun dalam tubuh menjadi tidak adekuat. Semua tergantung pada patogenisitas atau kemampuan patogen untuk menimbulkan penyakit, jumlah mikroorganisme patogen yang ada di dalam tubuh serta bagaimana kondisi sistem imun tubuh manusia pada waktu itu.

Tapi, ada juga gangguan sistem imun yang disebabkan karena berlebihnya sistem imun itu sendiri seperti yang terjadi pada penderita autoimun ataupun alergi.

Sistem imun sendiri terbagi menjadi 2 yaitu sistem imun non spesifik/alamiah (innate immunity) serta sistem imun spesifik/didapat (adaptive immunity).

Pengertian dari sistem imun non spesifik atau innate immunity adalah sistem pertahanan tubuh alami yang menjadi barrier pertama masuknya patogen ke dalam tubuh kita. Contohnya adalah kulit, selaput lendir, mekanisme bersin dan batuk, natural killer cell (NK cells), asam lambung, dan interferon.

Sementara pengertian dari sistem imun spesifik atau adaptive immunity adalah sistem di dalam tubuh yang dapat mengenali substansi asing yang masuk ke dalam tubuh dan memicu terbentuknya respon imun spesifik terhadap substansi tersebut. Sistem imun spesifik ini terbagi lagi menjadi dua yaitu humoral yang terdiri dari sel B (Imunoglobulin) dan seluler yang terdiri dari sel T.

Skema singkat untuk melihat cara kerja sistem imun non spesifik dan spesifik ketika tubuh terinfeksi virus (patogen) dapat dilihat seperti di bawah ini :

skema webinar imugard
Skema respon imun saat tubuh terinfeksi virus

Imunomodulator

Kadang, tubuh manusia membutuhkan bantuan dari luar untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga tetap optimal. Bantuan tersebut adalah zat atau substansi yang disebut sebagai imunomodulator.

Secara sederhananya, imunomodulator berfungsi untuk memodifikasi respon imun. Imunomodulator ini dapat mengaktifkan mekanisme sistem imun alamiah maupun adaptive sehingga mengembalikan keseimbangan sistem imun yang terganggu.

Berdasarkan fungsinya, imunomodulator ini terbagi menjadi imunostimulan dan imunosupresif. Imunostimulan, adalah senyawa yang dapat meningkatkan kerja komponen sistem imun dan diberikan untuk meningkatkan respon imun terhadap suatu penyakit.

Kebalikan dari imunostimulan, imunosupresif adalah senyawa yang digunakan untuk menekan respon imun, meredakan hiper-inflamasi, mengatasi penyakit autoimun atau biasa juga digunakan pada saat operasi transplantasi untuk mencegah respon penolakan tubuh terhadap transplantasi.

Imunomodulator Herbal

Imunomodulator sendiri dapat diperoleh melalui obat-obatan sintetik maupun dari bahan-bahan alami. Indonesia, sudah sangat termahsyur dengan kekayaan tanaman herbalnya. Tidak sedikit pula dari bahan herbal tersebut yang diketahui bermanfaat sebagai imunomodulator. Tiga di antara sedikit dari banyaknya tanaman asli Indonesia yang berfungsi sebagai imunostimulan adalah meniran, kunyit dan daun kelor.

Meniran (Phyllantus niruri) 

meniran webinar imugard
Phyllantus niruri L.

Sudah sejak lama, tanaman meniran terkenal sebagai salah satu tanaman herbal di Indonesia. Salah satu dari sekian banyak manfaat meniran bagi kesehatan adalah sebagai imunomodulator. Jadi teringat saat kuliah dulu, entah berapa banyak dosen yang menyebutkan berulang kali dalam kelas betapa meniran ini sudah terbukti dan teruji khasiatnya sebagai imunostimulan.

Dalam salah satu jurnal Indonesian Clinical of Pathology, disebutkan bahwa meniran merupakan tanaman herbal yang memiliki manfaat sebagai imunomodulator pada penyakit yang membutuhkan sistem imun seluler maupun humoral. Pemberian ekstrak meniran telah teruji meningkatkan respon imun seluler pada pasien yang terinfeksi bakteri intraseluler.

Selain itu, tanaman meniran juga dapat mempercepat penyembuhan pada pasien yang terinfeksi virus cacar air. Kabar baiknya, meniran tergolong aman untuk dikonsumsi dalam jangka panjang.

Kunyit (Curcuma domestica)

Curcuma domestica Val.

Ibu-ibu siapa yang tidak mengenal kunyit, hayoo? Salah satu rempah asli Indonesia ini lebih dikenal para Bunda sebagai bahan untuk memasak makanan keluarga. Ternyata, kunyit juga memiliki khasiat sebagai tanaman herbal, loh!

Sama halnya dengan tanaman meniran, kunyit yang berbau khas dan berwarna oranye cerah ini berkhasiat sebagai imunomodulator yang dapat menstimulasi sistem kekebalan tubuh (imunostimulan). Kunyit juga memiliki manfaat sebagai anti radang atau anti inflamasi serta memelihara dan memperbaiki sistem pencernaan di dalam tubuh.

Tentunya, penggunaan kunyit dalam jangka panjang juga sudah terbukti aman.

Kelor (Moringa oleifera)
tanaman herbal webinar imugard
Moringa oleifera L.

Tanaman kelor yang dalam bahasa Inggris disebut dengan drumstick tree ini juga merupakan tanaman herbal asli Indonesia yang memiliki khasiat sebagai imunostimulan. Selain itu, daun kelor juga merupakan sumber nutrisi yang baik untuk tubuh seperti kalsium, zat besi, fosfor, kalium, zinc, protein dan beragam jenis vitamin.

Tanaman yang biasa dimanfaatkan daunnya sebagai sayuran ini juga sudah terbukti aman untuk dikonsumsi dalam jangka panjang.

Mengenal Imugard dari Deltomed

Setelah dr. Inggrid memaparkan secara detail mengenai sistem kekebalan tubuh dan juga mengenalkan para peserta webinar pada imunomodulator alami, tiba giliran Apt. Agie memberi penjelasan mengenai produk keluaran PT. Deltomed yaitu Imugard.

speaker webinar imugard
Apt. Agie Avionico Gaudart, S.Farm.
Brand Manager Imugard

Imugard merupakan salah satu brand yang terdaftar sebagai golongan jamu dan diproduksi dengan fasilitas yang sudah memenuhi standar Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB). PT. Deltomed sendiri adalah suatu perusahaan farmasi yang sudah mendapatkan sertifikat ISO 9001:2015, yang mana hal ini berarti bahwa PT. Deltomed telah memenuhi standar internasional dalam sistem manajemen mutunya (Quality Management System).


Seperti yang dapat teman-teman lihat pada gambar di atas, Imugard merupakan suplemen herbal yang dapat digunakan untuk meningkatkan daya tahan tubuh melalui komposisi utamanya yaitu ekstrak meniran, kunyit dan daun kelor.

Berdasarkan pemaparan dr.Inggrid di segmen sebelumnya, jelas kita sudah melihat manfaat ketiga tanaman yang terkandung dalam Imugard tersebut sebagai imunostimulan. Jangan khawatir, karena tentunya sebelum menjadi produk Imugard, ketiga tanaman tersebut sudah diteliti dan teruji bahwa ketiganya tidak memiliki interaksi yang dapat menimbulkan kerugian.

Justru efek sinergis adalah efek yang muncul ketika ketiga bahan imunostimulan tersebut dikombinasikan. Selain itu, jika rata-rata suplemen imunostimulan hanya dapat digunakan hingga kurun waktu sekitar 8 minggu, Imugard ini terbukti aman untuk dikonsumsi dalam jangka panjang. Akan tetapi, memang lebih baik penggunaannya tidak lebih dari 6 bulan ya.

Adapun, saran untuk konsumsi dan penggunaan Imugard ini adalah sebagai berikut :

penggunaan produk imugard

Produk ini dapat teman-teman peroleh baik di apotek maupun offline store lainnya seperti Watson, Century dan toko retail obat lain. Namun, apabila teman-teman masih ragu dan was-was untuk bepergian keluar rumah, teman-teman bisa memperolehnya di Deltomed official online store seperti Tokopedia, Lazada, Blibli dan Shopee. Oiya, harga beli dari produk ini terjangkau loh! Sekitar Rp30.000,- sampai Rp35.000,- per blisternya, di mana satu blister berisi 10 kaplet.

selfie webinar imugard
Banyak sekali ilmu dari webinar ini!

Sayangnya, produk Imugard yang available saat ini masih yang berbentuk sediaan kaplet dan diperuntukkan untuk usia 12 tahun ke atas sehingga belum dapat dikonsumsi oleh anak-anak yang berusia di bawah 12 tahun. Akan tetapi, Apt. Agie menerangkan bahwa PT. Deltomed akan segera meluncurkan produk Imugard yang berbentuk sediaan sirup untuk anak-anak.

Sebagai ibu yang harus selalu sigap menjaga kesehatan diri sendiri beserta keluarga, adanya produk Imugard ini sangat membantu kami para bunda menjaga imunitas keluarga terutama di tengah badai pandemi yang belum tampak ujungnya ini.

Sehat selalu ya teman-teman. Jangan lupa untuk selalu mengkonsumsi makanan sehat dan bergizi, berolahraga, istirahat yang cukup serta mengkonsumsi vitamin serta suplemen untuk menjaga daya tahan tubuh!

Sukabumi, 23 Maret 2021

Minggu, 21 Maret 2021

Ke Manado, Mengunjungi Wisata Alam Sampai Wisata "Ekstrem"

Maret 21, 2021 36 Comments

Tanggal 21 Maret 2021 adalah tepat satu tahun ayahku tersayang, tercinta, inspirasiku sepanjang masa kembali ke pangkuan Sang Penciptanya. Bagaimana rasanya setelah setahun ditinggal pergi? Rasanya seperti Voldemort yang kehilangan salah satu horcrux-nya. Seperti ada yang kosong di dalam diri ini, merasa merindukan sosok yang sudah tidak mungkin lagi ditemui entah sampai kapan.

Tapi tenang, tulisan ini tidak akan mengandung bawang merah atau bawang bombay yang bikin mata berair. Aku sudah berjanji pada diriku sendiri untuk mengenang hal-hal yang membahagiakan saat Bapak masih berada di tengah-tengah keluarga kami.

Salah satu momen yang selalu menyenangkan untuk dikenang adalah momen saat Bapak mengajak keluarga kami bepergian atau travelling. Sejak aku dan adikku masih kanak-kanak, Bapak selalu mengajak kami bepergian mengunjungi tempat-tempat baru. Baik itu tempat wisata maupun kulineran. 


Terkadang Bapak rela menempuh perjalanan jauh hanya untuk makan siang misalnya, atau saat kami tinggal di Cilegon, Banten, dulu, Bapak mengajak kami sekeluarga menyebrang menggunakan kapal ferry ke Bakaheuni, Lampung kemudian kembali lagi ke Pelabuhan Merak. Biar pernah, ucap beliau. Hehe.

Dalam tulisan kali ini, aku ingin menceritakan perjalanan liburan keluarga yang menurutku sangat berkesan sebab ini adalah kali pertamanya Bapak mengajak kami terbang ke pulau Sulawesi dan liburan tersebut juga menjadi liburan keluarga kami (full team) untuk yang terakhir kalinya.

Pada bulan Agustus tahun 2015 silam, setelah menghadiri acara pernikahan kerabat di Jakarta, Bapak membawa kami sekeluarga liburan panjang. Saat itu, destinasi kami ada dua yaitu Manado dan Makassar. Bapak mengajak kami ke Sulawesi sebab belum ada satu pun dari keluarga kami kecuali beliau yang sudah menapaki tanah Celebes. Manado dan Makassar dipilih sebab kedua kota tersebut merupakan kota besar yang tersohor dari pulau Sulawesi.

Dari Jakarta, aku, ayah, ibu serta adik-adikku berangkat ke Manado. Seingatku, kami tiba di Bandar Udara Sam Ratulangi International Airport, Manado, saat hari sudah gelap. Kami kemudian singgah di hotel untuk menaruh barang sebelum pergi mencari makan malam.

Saat itu, kami sekeluarga menginap di Lion Hotel & Plaza, Manado. Hotel ini dipilih karena letaknya yang dekat dengan pantai dan tidak jauh dari pusat kota. Setelah itu, kami makan malam di salah satu rumah makan seafood yang aku lupa namanya. Hehe, udah lawas sekali ya hampir 6 tahun yang lalu. Akan tetapi, yang aku ingat adalah rumah makan tersebut menyajikan ikan-ikan segar dan itu adalah pertama kalinya aku mencoba yang namanya sambal dabu-dabu. Meskipun udah "jutaan" tahun yang lalu, masih terbayang tuh segarnya sambal dabu-dabu pada waktu itu.

hotel wisata manado
Lion Hotel & Plaza, Manado (agoda.com)

Setelah menghabiskan santapan makan malam kami, aku beserta keluarga diajak berkeliling kota Manado oleh driver yang sudah disewa untuk selama perjalanan kami di Manado. Kota Manado ini tidak sebesar kota-kota yang ada di pulau Jawa. Kalau dilihat dari peta saja, Sulawesi Utara itu terlihat "tipis" dibandingkan dengan propinsi lain di Sulawesi. Kota Manado ini terletak di dekat pantai, sehingga ya dikit-dikit ketemu laut. Tidak jauh dari Manado, kita bisa menyebrang ke Pulau Bunaken yang terkenal dengan keindahan bawah lautnya.

Keesokan harinya, baru kami sekeluarga memulai petualangan kami menjelajah tempat-tempat wisata yang ada di Manado dan daerah lain di propinsi Sulawesi Utara.

wisata manado
Peta Propinsi Sulawesi Utara (pinterest.id)

Taman Laut Bunaken

Sebagai pecinta pantai dan laut, nggak lengkap rasanya kalau sudah jauh-jauh ke Manado tapi nggak mencicipi berenang di Pulau Bunaken. Beruntungnya, ayahku memang menjadwalkan hari pertama kami di Manado untuk pergi menyebrang ke Pulau Bunaken. Alhamdulillah, salah satu travelling wish list bisa tercoret!

Dari sebuah pelabuhan di kota Manado, ayahku menyewa speed boat untuk menyebrang ke Pulau Bunaken. Perjalanan kami untuk sampai ke Pulau Bunaken sekitar 45 menit atau lebih waktu itu. Di sepanjang perjalanan, ombak tampak tenang dan cuaca pun cerah ceria. Saat sudah memasuki kawasan Taman Laut Bunaken, dari dalam kapal kami bisa melihat ke dalam air menggunakan kaca yang ada di bagian bawah kapal. Jadi tuh lantai kapalnya bisa dibuka untuk melihat pemandangan laut di bawahnya.

wisata ke bunaken manado
Foto kenangan Mama dan Bapak

Melihat pemandangan bawah air di sana bikin semakin gemas ingin cepat-cepat nyebur! Semakin mendekati bibir pantai di Pulau Bunaken, warna air laut tampak semakin crystal clear dan terumbu karang serta hewan-hewan laut semisal ikan atau bintang laut pun terlihat jelas. Masha Allah, sudah bertahun berlalu masih begitu jelas ingatan tentang Pulau Bunaken.

Sesampainya di Pulau Bunaken, sebenarnya aku membayangkan pemandangan layaknya di Pulau Dewata, banyak turis dan arsitekturnya rapi serta banyak tempat-tempat makan atau wisata lainnya. Tapi ternyata beda jauh, guys! Hehe. 

Di tahun 2015 lalu, suasana di pantai Bunaken tidak seberapa ramai malah cenderung sepi. Mungkin karena kami saat itu pergi bukan di hari akhir pekan. Kemudian, banyak terdapat persewaan baju renang dan sepatu katak untuk snorkeling, juga banyak yang menyewakan kamera bawah laut. Belom ada Go-Pro kayak sekarang, dulu tuh!

Di samping itu, banyak toilet umum untuk wisatawan berganti pakaian dan bilas setelah main air di laut. Banyak juga anjing liar yang berkeliaran di jalanan atau suka mengikuti wisatawan, duh yang diinget pas diikutin anjingnya!

Tanpa pikir panjang, kami sekeluarga pun menghabiskan siang hari yang terik untuk berenang dan snorkeling di sekitar Taman Laut Bunaken. Masing-masing dari aku dan adik-adikku juga sempat berfoto dipinggir palung laut.

wisata manado sulawesi utara
Bungsu berfoto di samping palung laut


Danau Linow

Next nih ya, panjang banget kalau ngomongin snorkeling di Bunaken nggak ada selesai-selesainya. Berasa baru kemarin aja ke sananya. Hehe. Tempat wisata berikutnya yang aku kunjungi bersama keluarga adalah Danau Linow yang terletak di kota Tomohon. Perjalanan dari kota Manado menuju objek wisata tersebut sekitar satu jam kurang lebih.

danau wisata manado
Indahnya Danau Linow saat hari cerah (gocelebes.com)

Apa istimewanya Danau Linow? Danau ini merupakan danau vulkanik yang warna airnya kerap berubah-ubah mulai dari merah, hijau tua (toska atau zamrud) hingga biru gelap. Saat tiba di sana, memang tercium aroma belerang yang khas. Pada waktu itu, air di Danau Linow tampak berwarna hijau toska dan hujan turun dengan cukup lebat.

Aku dan keluargaku hanya bisa menikmati pemandangan di Danau Linow dari dalam kafe yang terletak di sana. Sembari menyeruput teh hangat, memandangi hujan turun ke permukaan danau ditemani cuaca yang dingin, adalah cara yang sempurna untuk melepas penat.

wisata manado sulut
Menikmati hujan di pinggir Danau Linow

Pasar "Ekstrem"

Selain Danau Linow dan festival bunga Tomohon, hal menarik lain dari kota kecil di Minahasa ini adalah Pasar Beriman. Berbeda dengan kebanyakan pasar pada umumnya, Pasar Beriman di Tomohon ini lebih terkenal dengan sebutan Pasar Ekstrem. Alasannya? Di dalam pasar ini, teman-teman bisa menemukan banyak hewan tak lazim seperti anjing, kelelawar, tikus, babi hutan, kucing bahkan ular yang dipajang layaknya teman-teman menemukan daging sapi atau ayam di pasar.

Semerbak aroma menyengat sudah sangat terasa sesaat setelah aku keluar dari dalam mobil. Maap-maap nih, gue orangnya jijikan banget kan yaa, keluar mobil auto tutup hidung dan tahan nafas. Abis itu di"marahin" sama babeh, "Gak usah gaya-gayaan." Hehe. Aku pun memberanikan diri untuk ikut masuk ke dalam pasar bersama keluargaku.

Memasuki pasar, bahkan belum masuk ke dalam pasar aja teman-teman bisa melihat kucing-kucing hutan yang sudah dipanggang dijejer untuk dijual. Semakin jauh masuk ke dalam, semakin unik hewan-hewan yang ditemukan. Ter-ekstrem adalah saat aku melihat ular piton sebesar pohon sedang digantung-gantung dan dagingnya dijajakan pada pembeli. Bahkan aku dan adik-adikku sempat berfoto loh, tapi nggak usah di-share di blog lah ya, dari pada pembaca pada kabur. Hehe.

Driver yang mengantar kami bercerita kalau hewan-hewan ini biasanya dimasak untuk keperluan acara-acara adat Minahasa, atau didistribusikan ke tempat-tempat makan. Ada sebuah ungkapan yang menurutku cukup lucu yang disebut menggambarkan masyarakat Minahasa :

Semua yang bisa terbang asal bukan pesawat, semua yang melata asal bukan kereta api, bisa dimakan oleh orang Minahasa.

Duh, ada-ada saja!

Makam Pahlawan Tuanku Imam Bonjol

Saat mengajak kami jalan-jalan, Bapak memang sudah menyampaikan sejak awal kalau kami akan diajak berwisata dengan tema "Wisata Alam, Wisata Budaya dan Wisata Sejarah". Setelah tadi sudah bercerita tentang wisata alam dan wisata budaya yang diwakili oleh Pasar Ekstrem, Bapak memilih untuk berziarah ke makam pahlawan yaitu Tuanku Imam Bonjol sebagai wisata sejarah kami di Sulawesi Utara.

Tuanku Imam Bonjol merupakan pahlawan nasional yang berasal dari Sumatera Barat dan meninggal pada tahun 1854 dalam pengasingannya di Minahasa. Beliau kemudian dimakamkan di Desa Lotta, Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Dari kota Manado sekitar setengah jam saja kalau tidak salah.

Ada beberapa foto yang sempat diambil selama kami berada di sana, namun keberadaannya entah ke mana. Mungkin di ponsel-ku yang sudah dilungsurkan untuk adikku atau di ponsel ibuku? Beberapa hal yang aku ingat mengenai makam Tuanku Imam Bonjol adalah bentuknya yang menyerupai rumah gadang. Hal ini sudah pasti sebab beliau berasal dari Sumatera Barat.

wisata sejarah manado
Area makam Tuanku Imam Bonjol (wikipedia.id)

Sebelum masuk ke dalam rumah gadang tempat Tuanku Imam Bonjol dimakamkan, wisatawan akan disuguhkan dengan pemandangan taman yang asri dan terawat. Bangunan yang menyerupai rumah gadang tersebut tampak menonjol dari arah taman sebab catnya yang berwarna putih.

Area sekitar makam Tuanku Imam Bonjol diberi rantai pembatas, pada sisi-sisi dindingnya terdapat lukisan-lukisan yang menggambarkan perjuangan beliau semasa hidup.

Tempat Wisata Lainnya

Selain tempat-tempat wisata yang sudah aku ceritakan di atas, masih banyak sebenarnya tempat wisata yang kami kunjungi selama di Sulawesi Utara. Kunjungan kami ke sana kalau tidak salah 4 hari 3 malam sebelum kami lanjut bertolak ke Makassar.

Tempat wisata lain yang kami kunjungi antara lain adalah Pagoda Ekayana di kota Tomohon, Danau Tondano yang merupakan danau terluas di Sulawesi Utara, Bukit Kasih yang terletak di Desa Kanonang, serta sempat mampir untuk berfoto di Rio de Janeiro versi Indonesia alias Patung Yesus Memberkati di Manado. Bakal panjang banget kalau diceritakan semua di sini. Hehe.

Pengalaman ini juga pernah aku ceritakan di podcast bersama Coffee and Pie dalam episode "Pengalaman Traveling Dalam Negeri Paling Berkesan".

Pengalaman berwisata ke Sulawesi Utara ini tentu saja menjadi pengalaman yang akan selalu terkenang dan tentu saja akan aku ceritakan pada anakku kelak. Meskipun Bapak sudah tidak mungkin lagi mengajak kami bepergian dan travelling seperti ini, namun kenangan dan pengalaman menyenangkan yang beliau tinggalkan tidak akan terlupa.

Saat aku sudah lebih mandiri dan pergi travelling tanpa keluargaku pun, aku akan selalu teringat Bapak. Betapa beliau akan senang jika pergi ke sana, makanan apa yang akan dipilih oleh beliau dan tempat-tempat seperti apa yang akan beliau kunjungi.

Dad, you will always be with me wherever I go.

Sukabumi, 21 Maret 2021

Senin, 15 Maret 2021

Do Your Hobby and Find Your Spark Again!

Maret 15, 2021 0 Comments

Di awal menikah dulu, aku menikmati masa-masa setelah resign dan mengurus rumah tangga. Rasanya menjadi ibu rumah tangga adalah suatu hal yang menantang namun menyenangkan. Aku banyak mencoba berbagai resep masakan baru, mencoba membuka bisnis online dan mulai kembali menekuni hobi menulis.

Sebulan kemudian, aku diberi amanah dengan langsung mengandung anak pertama. Rasanya tidak percaya sekaligus bersyukur, cepet banget! Kehamilan pun dilalui dengan drama trimester pertama, serta adanya miom serta endometriosis di dalam rahim yang membuat aktivitasku selama hamil benar-benar dibatasi.

Setelah melahirkan, aku disibukkan dengan kegiatan sebagai ibu baru. Berkutat dengan menyusui, memandikan bayi, mengganti popok dan printilan lainnya yang ternyata menguras energi, waktu dan emosi tentunya. Sedikit banyak mendapatkan peran ini membuatku jet lag sebab nggak ada yang bilang sebelumnya kalau jadi ibu akan selelah ini, sesering ini begadang dan sekurang ini mempunyai waktu untuk diri sendiri.

Bilang capek, dibilang nggak bersyukur. Bilang ngantuk dan pengen istirahat sejenak, dibilang kasihan anaknya. Mau makan atau mandi sedikit lebih lama, sudah diteriaki lagi karena anak mau menyusu. Hampir semua inner circle-ku mengatakan, "Nikmatin, aja! Bersyukur, alhamdulillah dapat kesempatan jadi ibu."

Ya siapa yang nggak bersyukur? Tapi rasa lelah, ngantuk dan butuh waktu untuk diri sendiri itu tidak bisa disangkal lagi. Nggak bisa berpura-pura ON padahal mata udah 5 Watt, berpura-pura semangat padahal sinyal tubuh sudah jelas meminta istirahat.

Selama hampir satu tahun aku menjalankan peran sebagai ibu rumah tangga tanpa ART membuatku merasa kehilangan diri sendiri. I don't have enough time to being myself. Pada waktu itu aku merasakan yang namanya post power syndrome yang biasa dirasakan oleh working mom yang memutuskan untuk resign atau bahkan pensiunan.

Aku merasa kalau tangki cintaku tidak terpenuhi dengan sebagaimana mestinya, aku merasa tidak punya power atas diriku sendiri dan aku merasa hidup hanya untuk anakku dan suamiku. Merasa bahwa tidak ada lagi space dalam diriku untuk menjadi diriku sendiri. Padahal sebelumnya, aku punya banyak sekali mimpi yang ingin digapai. Untungnya, aku sadar betul akan hal tersebut dan mulai membuka diskusi dengan suamiku.

Sebelum pindah ke Sukabumi, aku mengatakan pada suamiku bahwa aku ingin kembali menekuni hobiku. Aku pun mengatakan kalau aku ingin menjadi diriku sendiri seperti dahulu, disamping memiliki peran sebagai istri dan ibu. Suami mana yang nggak ingin istrinya senang, kan? Ia pun menyetujui rencana-rencana yang telah aku buat.

Kembali Menikmati Hobi

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia hobi merupakan kegemaran atau kesenangan istimewa pada waktu senggang dan bukan merupakan pekerjaan utama. Berhubung hobi travelling-ku tidak bisa dijalankan begitu saja seperti saat masih single dulu, akhirnya di waktu luang aku memilih beberapa kegiatan yang membuatku senang dan kembali bersemangat.

Dulu, sebelum sadar bahwa aku butuh lebih banyak waktu untuk diri sendiri, aku akan menghabiskan waktu luangku untuk mengerjakan pekerjaan rumah yang sebenarnya tidak habis-habis.

I was trying to be perfect but actually I'm just imperfect perfectionist.

Jadinya, lebih sering stress karena merasa tidak mengerjakan pekerjaan rumah dengan baik, juga tidak punya waktu untuk diri sendiri. Kemudian aku mencoba untuk meniru suamiku agar menjadi orang yang lebih santuy~ Sehingga, ketika anak tidur siang dan aku memiliki waktu luang, jika tidak ikut beristirahat tidur siang aku akan melakukan beberapa kegiatan berikut :

Menulis

Menulis adalah hobi lama yang sempat terlupakan karena kesibukan kuliah dan bekerja. Mungkin terakhir kali aku menulis beneran adalah saat mengikuti lomba zaman sekolah menengah dulu. Lawas bener~

Setelah merasa kehilangan siapa aku, menulis menyelamatkanku. Menulis membuat diriku kembali menjalani hari-hari yang menyenangkan dan bisa menyalurkan energiku dalam wujud yang lain serta membuat pikiran terasa ringan.

Di tahun 2020 aku pun bertekad untuk merutinkan kegiatan menulis ini. Aku membuat target untuk menulis minimal 10 tulisan per bulan, aku mengikuti komunitas menulis untuk mempertahankan dan terus membangun semangatku menulis.

Dari menulis ini juga pelan-pelan rezeki dalam wujud uang berdatangan. Tanpa ekspektasi apa-apa, aku berkontribusi menjadi penulis antologi yang ternyata cukup booming dan terjual ratusan eksemplar. Aku pun tidak menyangka bahwa blog maeshardha.com ini bisa menjadi ladang mencari penghasilan.


Lama-lama menulis menjadi seperti kebiasaan, hampir setiap hari aku menulis. Meskipun tidak mem-publish tulisan setiap hari, minimal ada draft beberapa paragraf berisi pokok pikiran tulisan.

Berkomunitas

Sejak sekolah, aku memang senang mengikuti beragam kegiatan di luar kegiatan belajar di kelas. Sejak SD ikut ekstrakurikuler menari, paduan suara, menggambar, berlanjut hingga ke jenjang perkuliahan.

Saat bekerja, memiliki banyak teman-teman kantor dan menjadi panitia-panitia acara di kantor rasanya cukup menggantikan kegiatan berkomunitas yang aku jalani semasa sekolah.

Berbeda dengan setelah menikah dan menjadi ibu rumah tangga, rasanya kesibukanku dengan komunitas menghilang begitu saja. Merasa jauh dari teman-teman dan sahabat, nggak punya koneksi baru dan merasa kurang pergaulan. Sepi sekali rasanya hidup seorang extrovert tanpa kehadiran banyak manusia di sekelilingnya.

Akhirnya, aku memutuskan untuk kembali mengikuti beberapa komunitas setelah usia anakku genap satu tahun. Dari sana, aku jadi punya teman-teman baru bahkan dari seluruh Indonesia. Aku jadi belajar bagaimana caranya agar kegiatan berkomunitas, mengerjakan pekerjaan rumah serta mengurus anak dan melakukan hobi bisa berjalan beriringan.


Banyak dari teman-teman komunitasku yang sudah berkeluarga, memiliki lebih dari satu anak dan punya pekerjaan sampingan lainnya tapi masih bisa menjalankannya dengan selaras dan tetap bahagia. Setelah kembali nyemplung ke beberapa komunitas yang berkaitan dengan hobiku, aku seperti merasa hidup kembali sebagai diriku saat masih jadi (maha)siswi dulu.

Belajar Parenting

Awalnya, kupikir menjadi orang tua "cuma gitu doang". Setelah susah mengandung dan melahirkan, happy-happy membesarkan anak. Ternyata, ekspektasi happy-happy setiap hari itu disertai rasa capek yang sama luar biasanya dengan kebahagiaan memiliki anak.

Selain itu, ada rasa khawatir, bingung dan cemas bagaimana aku bisa membesarkan dan mendidik titipan Allah swt. ini dengan sebaik-baiknya? Seperti yang sudah aku tulis sebelumnya kalau nggak ada yang pernah bilang kalau jadi orang tua akan sebegininya.

Aku tidak pernah mendapat pendidikan formal tentang bagaimana menjadi orang tua yang baik. Tanggung jawabku bukan hanya di dunia, tapi sampai akhirat kelak. Wow! Siapa mau main-main dengan hal ini?

Akhirnya untuk mengurangi kecemasan dan kerisauanku akan kemampuan menjadi orang tua, aku mulai membaca buku-buku seputar parenting. Berusaha memahami bagaimana otak anak bekerja dan berpikir, bagaimana cara membangun komunikasi yang efektif dengan anak, bahkan sampai bagaimana menyudahi inner-child yang mungkin masih tertinggal di dalam diri.

Surprisingly, aku mendapati bahwa diriku senang mengetahui lebih banyak tentang dunia parenting. Setelah sekian lama sekolah, akhirnya aku menemukan mata pelajaran yang membuatku semangat belajar selain bahasa Inggris dan biologi. Hehe.


Aku pun belajar untuk meregulasi ekspektasi terhadap tumbuh kembang anakku, belajar menjadi orang tua yang lebih santuy namun tidak abai dan yang paling penting adalah menjadi orang tua yang selalu bahagia meskipun jauh dari kata sempurna.

Menonton Series / Drama Korea

Menonton adalah kegiatan favorit yang diturunkan oleh Bapak selain traveling. Dari kecil, aku bersama ibu dan adik-adik sering kali diajak menonton film di bioskop, menonton teater dan pertunjukan musikal baik tradisional maupun modern.

Sampai saat ini, kegiatan menonton ini menjadi salah satu kegiatan yang menjadi healing (katarsis). Saat stress atau saat merasa kesal/marah pada suami atau anak, menonton series maupun drama Korea menjadi pelarianku untuk merasa lebih baik. Bahkan saat pekerjaan rumah sudah selesai kukerjakan, hadiah atau reward untuk diriku adalah dengan menonton film atau drama kesukaan.

Tentang Drama Korea "Do Do Sol Sol La La Sol"

Menonton adalah guilty pleasure bagiku! Hehe.

Hobi Tidak Harus Menghasilkan

Di atas pada poin 'hobi menulis' aku mengatakan bahwa pada akhirnya menulis membuka jalan untuk aku memperoleh penghasilan, tapi bukan berarti semua hobi harus menghasilkan uang loh!

Esensi dari hobi itu sendiri adalah melakukan hal yang kita senangi di waktu luang yang kita miliki. Hobi memasak, tidak harus memiliki usaha katering. Hobi menjahit, tidak selalu mesti membuka usaha "permak Levis". Hobi menonton, tidak perlu sampai membuka biskop. Lho?! Hehe.

Pada awalnya, juga cukup tergiur dengan iklan-iklan di media sosial yang menyebutkan, "Dari hobi bisa jadi milyarder! Ibu rumah tangga juga bisa menghasilkan!" Terdengar sangat WOW, ya? Namun, jika dipikirkan kembali kalau hobi menjadi peluang untuk menjadi penghasilan tapi kemudian ada aturan, ada pressure, ada deadline dan tidak lagi kita lakukan pada saat kita memiliki waktu luang, apakah itu masih disebut sebagai hobi?

Kalimat tersebut bisa menjadi intimidasi untuk seseorang yang memiliki hobi namun tidak menghasilkan uang dari sana. Apalagi jika seseorang tersebut sedang mengalami krisis kepercayaan diri sama seperti yang aku alami beberapa waktu ke belakang. Kenapa semua harus diuangkan? Masalah kah kalau seseorang tersebut hanya bekerja sebagai ibu rumah tangga dan tidak memiliki hobi yang menghasilkan uang? Hiyaa~

Nggak masalah kalau kita ingin menjadikan hobi sebagai ikhtiar mencari rezeki berupa uang, tapi ya nggak apa-apa juga kalau hobi kita adalah hanya sarana untuk menyalurkan kesenangan dan mencari spark dalam diri.

Melepas Hobi yang Menghasilkan

Aku sendiri sempat menjadi seorang freelancer di salah satu media elektronik. Dengan hobi menulis yang aku miliki, yakin sekali kalau pekerjaan ini adalah pekerjaan yang tepat di mana bisa dikerjakan dari rumah.

Setelah hampir setengah tahun menjalankan pekerjaan tersebut, ternyata aku seperti kehabisan waktu untuk diri sendiri bahkan untuk keluarga juga. Saat anak tidur siang, aku akan mengejar menulis untuk menyelesaikan deadline, makan kadang beli saja lah mana sempat memasak. Malam pun demikian, segera setelah suami pulang kerja aku akan memintanya untuk membersamai anakku sementara aku menyelesaikan pekerjaan.

Pekerjaan freelancer yang tidak kenal waktu juga kadang membuatku harus menghabiskan weekend untuk menulis. Berhubung suami libur dan bisa full di rumah, aku menghabiskan weekend untuk bekerja. Gas terus pokoknya! Terkadang saat anakku ingin bermain bersama, aku akan berkata, "Sebentar, Nak. Mama kerja dulu, kamu sama Papa dulu sana..."

Lama-lama aku berefleksi, sebenarnya untuk apa aku melakukan ini semua? Aku itu mengejar apa? Memang aku suka menulis, aku juga suka dengan kesibukan bekerja ini, tapi apa gunanya kalau quality time bersama keluarga jadi tersisihkan? Dan dengan pekerjaan silih berganti serta deadline yang terus menerus, rasanya aku tidak menikmati hobi menulisku seperti dulu.

Kemudian aku mengingat-ingat kembali, dulu aku meminta izin pada suamiku untuk rutin menulis itu hanya agar aku "menemukan diriku lagi". Bukan untuk fokus mencari penghasilan apalagi sampai harus menomorsatukan pekerjaan ini.

Kan kangen ya pengen menulis curhatan panjang x lebar begini, atau ingin menulis sesuatu tentang drama Korea atau menulis hal-hal yang aku sukai tanpa ada aturan dan deadline. Akhirnya aku memutuskan untuk mundur dari pekerjaan tersebut.

Aku menemukan spark dalam diriku dengan melakukan free writing seperti ini, atau sekedar menerima tawaran advertorial di blog. Selain itu, waktu luang serta me time-ku benar-benar bisa aku nikmati kembali dengan membaca buku, fokus pada komunitas atau menonton series dan drama Korea favorit.

Jadi, apa kegiatan kesukaan kalian yang bisa memunculkan spark dalam diri kalian nih, guys?