Selasa, 23 Februari 2021

Pantulan Warna Zona 6 : Stimulasi Matematika dan Finansial

Februari 23, 2021 0 Comments

Selesai sudah misi zona ke-6 kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional batch 6 mengenai "Stimulasi Kecerdasan Matematika dan Finansial". Zona yang membuatku bersemangat karena tertantang untuk membersamai anakku mengenalkan konsep matematika dasar dan finansial sejak sedini mungkin.

Matematika adalah satu mata pelajaran yang paling tidak aku sukai semasa sekolah dulu. Tidak suka karena aku merasa tidak menguasai dan tidak dapat menangkap logika matematika dengan baik sehingga nilai matematikaku semasa sekolah selalu pas-pasan. Matematika adalah pelajaran yang paling menyulitkan hidupku, ini adalah pemikiran yang sampai sekarang membayangiku.

Setelah menjadi orang tua, tentu aku tidak ingin anakku mengalami hal yang sama denganku kelak ketika ia sekolah. Oleh sebabnya, aku tertarik untuk mengajarkan konsep matematika dasar pada anakku sedini mungkin DENGAN CARA YANG MENYENANGKAN. Harus capslock banget ya! Haha, yes karena cara belajar yang menyenangkan ini akan membuatnya tidak takut dan tidak menganggap matematika sebagai sesuatu yang "mengancam" seperti yang dulu aku rasakan.

Aku ingin anakku selalu berbinar saat ia belajar. Oleh sebab itu, metode belajar yang paling menyenangkan bagi anak usia dini yaitu bermain harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk menanamkan konsep-konsep yang akan bermanfaat baginya di masa depan nanti. Salah satunya adalah matematika.

Beberapa kali aku mengikuti workshop parenting mengenai cara mengenalkan anak pada konsep matematika. Area matematika dasar adalah salah satu area yang diajarkan oleh metode Montessori. Bahwasanya pengenalan terhadap hal konkret lebih diutamakan daripada mengajarkan simbol dan angka terlebih dahulu.


Tentu saat mendapat materi dari zona ke-6 ini aku semakin tercerahkan karena materi yang aku dapat sebelumnya berkorelasi erat dengan materi yang aku dapatkan di kelas Bunda Sayang ini. Sehingga, tidak ada tumpang tindih informasi dan membuatku semakin yakin dan lebih mudah dalam bagaimana menstimulasi kecerdasan matematikanya.

Selama 10 hari, aku menuliskan jurnal-jurnal tantangan dengan memberikan pendahuluan mengenai materi-materi yang telah aku pelajari sebelumnya. Aku berharap, hal sederhana yang aku lakukan bersama anakku akan berdampak besar bagi masa depannya. Tentu ini harapan setiap orang tua, ya? Hehe.

Yang aku inginkan dalam kegiatan stimulasi kecerdasan matematika dan finansial ini bukan hanya sekedar anakku cerdas dan pandai hitung-hitungan saja, lebih jauh daripada itu, aku ingin anakku menjadi pembelajar yang bahagia. Dia senang mempelajari semua hal termasuk matematika. Ini adalah suatu hal yang tidak terjadi padaku di masa lalu. Huhu, gimana ni inner child masih belum tuntas! Huwee~

Pendidikan finansial pun sangat penting untuk masa depannya. Hal yang tidak bisa dianggap sepele dengan hanya mengajarkan anak konsep menabung. Menabung tanpa tujuan lalu untuk apa? Memang sebaiknya mengajarkan skala prioritas antara kebutuhan dan keinginan itu harus sejak dini. Agar terbiasa on the track dan tidak mudah oleng saat tergoda hal-hal yang tidak urgent.

Tentu saja aku (dan semua orang tua pastinya) ingin anaknya melek finansial. Mampu mengelola keuangannya dengan sehat dan baik, mandiri di masa depan dan bertanggung jawab atas harta yang ia miliki. Jauh sekali pikirannya ya, Bun!

Ya memang mungkin saat ini terlihat kejauhan mikirnya tapi justru hal-hal seperti ini harus ditanamkan sejak dini, saat anak masih berada dalam periode emasnya. Di usia absorbent mind-nya ini, aku ingin menanamkan banyak sekali benih-benih kebaikan dan segala macam ilmu dasar yang bermanfaat bagi kemudahan hidupnya (dan oramg tuanya) di masa depan.

Terlihat berat sekali ya menjadi orang tua, lelah boleh tapi menyerah jangan ya, Pak dan Bu! Tantangan akan selalu ada, namun insha Allah langkah kita sebagai orang tua akan senantiasa dipermudah apabila niat dan tujuan kita membesarkan anak-anak murni karena ingin memberikan yang terbaik bagi amanah yang sudah dititipkanNya pada kita. Wow, reminder untuk diri sendiri nih!

Sekian dulu dan sampai jumpa di tantangan zona ke-7 kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional.

Sukabumi, 23 Februari 2020

Minggu, 21 Februari 2021

Mengajarkan Ragam Emosi Melalui Buku "Seri Mengenal Emosi"

Februari 21, 2021 22 Comments

Saat memasuki usia 2 tahun pada bulan Oktober lalu, anakku tampak menunjukkan tanda-tanda bahwa ia sedang mengalami fase ledakan emosi yang lebih lumrah disebut dengan tantrum. Banyak yang mengatakan bahwa usia 2 tahun adalah "Terrible Two" yang harus dilalui dengan penuh perjuangan dan kesabaran seluas alam semesta.

Dalam suatu buku, aku membaca bahwa tantrum sebenarnya adalah ungkapan emosi anak yang menandakan bahwa ia membutuhkan bantuan orang terdekatnya. Actually (s)he's crying for help dan sedang mengalami masa sulit.

Pada mulanya, saat menghadapi anak yang sedang tantrum yang aku lakukan pertama kali adalah menerima perasaannya. Saat ia menangis karena hal sepele aku akan diam sejenak lalu mengatakan, "Wah, kayak'y ada yang lagi sedih. Mama disini ya, kalau sudah selesai nangisnya kamu boleh datangi Mama."

Tentunya ini aku lakukan saat otak bagian atasku bekerja dengan baik, bukan berarti aku tidak pernah oleng dan tidak pernah ikutan tantrum saat melihat anak berprilaku demikian. Namanya juga manusia, ye kan? Hehe.

Semakin kesini, aku sadar bahwa bukan hanya soal menerima perasaan anak saja yang penting. Hal lain yang harus aku ajarkan adalah mengenalkannya pada berbagai jenis emosi. Memang secara teori aku sudah pernah membaca tentang pengenalan emosi pada anak usia dini, namun pada praktiknya selama 2 tahun menemani anakku yang aku ajarkan padanya hanyalah perasaan senang dan sedih. Padahal, ada banyak emosi yang sebetulnya dapat ia rasakan.

Aku merasa ia sudah butuh dan harus mengetahui berbagai emosi tersebut agar dapat menerima dan meregulasi apa yang ia rasakan di kemudian hari. Entah itu perasaan baik atau buruk.

Sampai pada akhirnya aku menemukan buku "Seri Mengenal Emosi" karya Watiek Ideo dan Nindia Maya. Ketika melihat dan membaca bukunya, aku langsung merasa bahwa ini adalah buku yang tepat yang dapat memfasilitasiku menjelaskan ragam emosi untuk anakku yang sedang dalam fase terrible amazing two-nya.

Tentang Buku "Seri Mengenal Emosi"

Buku "Seri Mengenal Emosi" milik Dipta

Data Buku

Judul Buku : Seri Mengenal Emosi
1 Paket Buku terdiri dari :
- 10 Buku Cerita Anak
- 1 Buku Panduan Orang Tua Memahami Emosi Anak
- 1 Buku Pengenalan Emosi
- Bonus Ular Tangga Mengenal Emosi
Pengarang : Watiek Ideo dan Nindia Maya
Ilustrator : Bella Ansori
Jumlah Halaman :
20 Halaman, 15 x 15 cm, ISBN 978-623-95011-1-2
Penerbit : CV Solaris Mega Persada
Tahun Terbit : 2020

Ulasan Buku

Hasil menyusun buku di rak bersama Dipta

Penulis dari buku "Seri Mengenal Emosi" ini adalah Watiek Ideo dan Nindia Maya yang memiliki latar belakang pendidikan psikologi. Berkolaborasi dengan Bella Ansori, seorang ilustrator yang akhirnya mewujudkan mimpi bersama yaitu mengedukasi anak-anak mengenai pengenalan emosi melalui buku.

Seri buku ini terdiri dari 10 judul buku yang masing-masing "Mama di Mana?" untuk mengenalkan emosi takut; "Akhirnya Aku Bisa!" untuk mengenalkan emosi senang; "Kepergian Moli" untuk mengenalkan emosi sedih; "Ke Mana Bolanya?" untuk mengenalkan emosi jijik; "Jangan Rusak Mainanku!" untuk mengenalkan emosi marah; "Pilih yang Mana?" untuk mengenalkan emosi bingung; "Aku Ingin Berenang Lagi" untuk mengenalkan emosi semangat; "Bermain Apa Lagi?" untuk mengenalkan emosi bosan; "Aku Harus Bagaimana?" untuk mengenalkan emosi cemas dan "Wah, Ada Pertunjukan Seru!" untuk mengenalkan emosi kagum.

Pada dasarnya, buku ini memiliki tujuan untuk menumbuhkan mental positif pada anak dengan mengenalkan beragam emosi sejak usia dini. Terutama anak yang memasuki fase ledakan emosi, membutuhkan validasi dan pengenalan terhadap emosinya agar ia dapat meluapkan perasaannya dengan cara yang lebih positif di kemudian hari.

Masing-masing dari buku ini menceritakan tokoh yang berbeda-beda, ada anak perempuan dengan laki-laki baik bersama ibu maupun ayahnya. Tokoh dalam setiap buku diceritakan mengalami kejadian yang membuatnya merasakan suatu emosi dan pada akhirnya ditekankan bahwa emosi tersebut dapat dirasakan oleh siapapun dan kapanpun, sehingga perasaan tersebut valid dan anak-anak harus belajar untuk mengendalikan perasaan tersebut.

Bahasa yang digunakan dalam buku sederhana dan mudah dipahami bahkan oleh anak seusia anakku yaitu 2 tahun. Saat menceritakan isi buku ini pada anakku dengan metode read aloud, terlihat Dipta begitu menikmati dan menghayati setiap kalimat yang aku katakan hingga wajahnya dapat menunjukkan ekspresi yang sama dengan apa yang terjadi pada tokoh dalam cerita di dalam buku.

Misalnya saja pada saat aku menceritakan buku yang berjudul "Di Mana Mama?", anakku terlihat memperlihatkan raut muka yang takut serta khawatir seperti yang dirasakan oleh tokoh dalam buku tersebut ketika ia bangun tidur dan tidak menemukan mamanya berada di sekitarnya.

Setelah membacakan buku tersebut, aku pun bertanya pada anakku hal apa yang membuatnya takut? Ternyata ia menceritakan kejadian beberapa bulan silam ketika aku sedang berdua dengannya di rumah, kemudian tiba-tiba hujan turun dengan sangat deras disertai dengan petir dan padamnya lampu di rumah kami. Ia yang sedang asyik bermain sendiri pun langsung histeris dan menangis saat kejadian itu terjadi.

Siapa sangka ia paham bahwa perasaannya waktu itu adalah takut. Sekarang, ia sudah bisa mengungkapkan emosi takutnya seperti pada saat bertemu dengan orang-orang baru dan tidak ingin terlalu dekat-dekat dulu dengan mereka yang masih ia anggap asing.

Dengan bahasa yang mudah dipahami oleh anak-anak serta ilustrasi yang menarik, orang tua akan lebih mudah mengajarkan anak-anak tentang emosi melalui buku ini. Ceritanya pun sederhana dan sangat relate dengan aktivitas yang biasa dilakukan oleh anak-anak seperti berenang, bermain sepeda dan lainnya.

Mengajarkan anak akan ragam emosi seperti melalui media buku "Seri Mengenal Emosi" ini selain bertujuan agar anak dapat mengenal dan mengelola emosinya dengan baik, ia mampu mengekspresikan perasaannya dengan cara yang tepat.

Di samping itu, mengajarkan anak akan berbagai macam emosi dapat membantunya menyelesaikan masalah dengan baik di kemudian hari, anak akan tumbuh dengan rasa percaya diri dan yang tidak kalah penting adalah anak akan dapat berempati dan memahami apa yang dirasakan oleh orang lain.

Penutup


Buku merupakan salah satu media pembelajaran yang efektif untuk anak usia dini, selain mengajarkan anak-anak untuk menyukai dunia literasi sejak kecil, membaca buku bersama anak-anak akan membangun bonding antara anak dengan pendampingnya. Melalui buku "Seri Mengenal Emosi" ini, orang tua akan dengan mudah menunjukkan bahwa di dalam kehidupan ini ada banyak macam emosi yang bisa kita rasakan.

Melihat respon anakku setelah membaca beberapa judul dalam seri ini secara bersama-sama, aku dapat mengatakan bahwa buku ini adalah buku yang patut untuk direkomendasikan bagi orang tua yang ingin mengajarkan anak-anaknya mengenai emosi sejak usia dini. Dengan berbagai ulasan yang telah disampaikan di paragraf-paragraf sebelumnya, aku belum menemukan adanya kekurangan dari buku "Seri Mengenal Emosi" ini.

Poin plus lainnya adalah, orang tua juga mendapatkan buku panduan memahami emosi anak, serta permainan ular tangga mengenal emosi lengkap dengan dadu dan pion-pionnya untuk dimainkan bersama dengan anak-anak.

Akhir kata, peran orang tua terhadap kesehatan mental anak-anaknya sangatlah penting. Oleh sebabnya, salah satu cara untuk menumbuhkan anak-anak yang sehat bukan hanya secara fisik namun juga secara mental adalah dengan mengenalkannya beragam emosi sejak dini. Semoga kita sebagai orang tua selalu semangat mendampingi tumbuh kembang anak-anak, ya!

#RekomendasiFebruari
#BacaIniYuk
#RumahBelajarLiterasi
#IbuProfesionalSukabumi

Selasa, 16 Februari 2021

Skill Academy, Kelas Online Terlengkap dan Terbaik Bersertifikat

Februari 16, 2021 26 Comments

Sejak pandemi Covid-19 bulan Maret 2020 lalu mewabah di Indonesia, pemerintah menetapkan seluruh pembelajaran baik dari sekolah maupun kursus dan pelatihan tidak dapat lagi dilakukan secara tatap muka. Sebagai gantinya, masyarakat Indonesia harus menyesuaikan diri dengan pembelajaran daring atau online yang akhirnya menjadi salah satu bagian dari new normal kehidupan kita di masa pandemi.

Berbagai platform pendidikan berbasis online pun berlomba-lomba menciptakan kelas dan pelatihan online terbaik guna memfasilitasi masyarakat Indonesia, bukan hanya siswa siswi sekolah namun juga bagi kalangan yang membutuhkan skill untuk melamar dan mendapatkan pekerjaan (prakerja).

Tentang Skill Academy by Ruangguru


Tampilan halaman depan dari web Skill Academy

Skill Academy by Ruangguru merupakan salah satu platform yang menyediakan berbagai kelas dan pelatihan online terlengkap serta terbaik bersertifikat di Indonesia. Skill Academy by Ruangguru memiliki beberapa kelas online yang dapat meningkatkan skill seorang individu dalam bidang yang diminatinya. Kategori tersebut adalah :

1. Kelas Pemasaran

Sumber : www.skillacademy.com

Kelas ini menawarkan courses yang berkaitan dengan bidang marketing dan cocok bagi teman-teman yang berminat di bidang pemasaran. Harga yang ditawarkan untuk setiap kursus beragam dan terjangkau. Materi yang ada di dalam pilihan kelas online di Skill Academy juga terbilang lengkap, mulai dari "Laris Manis Berjualan di E-Commerce" hingga "Strategi Membangun Brand Powerful untuk Bisnis".

2. Kelas Pengembangan Diri

Sumber : www.skillacademy.com

Courses yang ditawarkan dalam kategori "Pengembangan Diri" ini dapat mengasah kemampuan kita agar dapat mengembangkan performa dalam bidang tertentu. Bagi teman-teman yang tertarik di bidang fashion, teman-teman dapat belajar bagaimana cara "Memulai Karir di Industri Fashion" bersama desainer ternama di Indonesia yaitu Ivan Gunawan.

Selain itu, banyak kelas lain yang ditawarkan mulai dari kelas make up untuk memfasilitasi teman-teman yang ingin berkarir sebagai Make Up Artist (MUA) hingga memahirkan skill teman-teman untuk membuat brosur digital menggunakan aplikasi Canva. Semua kelas ditawarkan dengan harga yang sangat terjangkau dan dari semua judul kelasnya tidak ada yang tidak menarik! Haha.

3. Kelas Bisnis dan Keuangan

Sumber : www.skillacademy.com

Kelas bisnis dan keuangan tidak hanya memfasilitasi teman-teman yang ingin mendalami bidang bisnis namun juga bagi yang ingin lebih mahir dalam mengatur dan merencanakan keuangan.

Seperti kelas-kelas yang lain, di kategori ini teman-teman akan dimentori langsung oleh para pakar di bidang bisnis dan keuangan sehingga ilmu yang akan didapatkan tentunya akan sangat banyak dan bermanfaat.

4. Kelas Teknologi Software

Sumber : www.skillacademy.com

Kategori ini cocok dipilih untuk teman-teman yang tertarik di bidang IT dan ingin mendalaminya secara lanjut. Kelas-kelas yang ada di dalam kategori ini tentunya memfasilitasi teman-teman untuk mengenal lebih dalam mengenai software atau perangkat lunak komputer.

Teman-teman juga bisa mempelajari berbagai aplikasi dari Microsoft Office seperti Power Point dan Microsoft Word, terutama untuk teman-teman yang masih awam dalam menggunakannya karena kelas tersebut diperuntukkan untuk para pemula.

5. Kelas Untuk Persiapan Tes

Sumber : www.skillacademy.com

Bagi teman-teman yang ingin mengambil tes seperti TOEFL atau IELTS, kategori ini menyediakan berbagai kelas persiapan agar teman-teman mendapatkan hasil terbaik dari tes yang akan teman-teman lakukan.

Tidak hanya itu, bagi teman-teman yang sedang mempersiapkan diri untuk mendaftar CPNS, Skill Academy by Ruangguru juga menyediakan kelas persiapannya lho!

6. Kelas Prakerja

Sumber : www.skillacademy.com

Kelas-kelas yang ditawarkan dalam kategori ini memfokuskan teman-teman yang ingin memiliki skill atau keahlian lain untuk menunjang performa pada saat melamar pekerjaan di kemudian hari.

Kelebihan Kelas Online di Skill Academy by Ruangguru

Sumber : www.skillacademy.com

Sebagai kelas online terlengkap serta terbaik bersertifikat, Skill Academy by Ruangguru tentunya memiliki kelebihan yang nyata dibandingkan dengan platform kelas online sejenisnya. Kurang lebih berikut adalah kelebihan dan manfaat yang akan teman-teman dapatkan jika mengambil kelas online di Skill Academy :

Aplikasi dan Website yang User Friendly

Selain dari website www.skillacademy.com, teman-teman juga dapat mengunduh aplikasi Skill Academy melalui smartphone. Baik website maupun aplikasinya memberikan tampilan yang mudah dijalankan dengan loading speed yang cepat serta fitur yang user friendly.

Pilihan Kelas yang Lengkap

Dengan semua kategori yang telah disebutkan di atas, teman-teman dapat memilih kelas berdasarkan dengan minat dan kebutuhan teman-teman terutama untuk meningkatkan skill prakerja.

Fasilitas Lengkap yang Didapatkan

Selain pilihan kelas yang lengkap, Skill Academy memberikan berbagai fasilitas terbaik yang akan membuat teman-teman puas dengan apa yang diberikan. Pertama, teman-teman akan mendapatkan pembelajaran melalui video dengan kualitas HD yang tentunya mempermudah belajar agar mudah dimengerti dan dipahami.

Selanjutnya, teman-teman juga akan mendapatkan rangkuman dari materi-materi yang telah disampaikan. Selain itu, teman-teman juga dapat melakukan uji kompetensi pembelajaran teman-teman dengan mengambil tes atau examination dengan mengambil fitur "Pre-Exam" sebelumnya.

Terakhir, tentunya teman-teman akan mendapatkan sertifikat setelah menyelesaikan kelas online dan mengambil examination. Sertifikat ini dapat diunggah mandiri dan digunakan sesuai dengan kebutuhan.

Mentor yang Berpengalaman di Bidangnya

Kapan lagi teman-teman belajar bersama mentor yang sudah berpengalaman dan tersertifikasi di bidangnya dengan membayar harga miring?

Untuk teman-teman yang mengambil course mengenai tata rias, Bubah Halfian menjadi salah satu mentor yang akan mendampingi teman-teman belajar. Ada pula Cristian Sugiono yang menjadi salah satu mentor di kelas dalam kategori bisnis dan keuangan. Selain itu, semua mentor dan pengajar yang ada di Skill Academy tentunya sudah disaring sesuai dengan keahliannya masing-masing.

Harga Terjangkau

Melihat berbagai fasilitas yang didapatkan serta materi menarik yang ditawarkan, Skill Academy memberikan harga yang sangat terjangkau dibandingkan dengan ilmu yang akan teman-teman dapatkan. Skill Academy juga kerap memberikan potongan harga yang membuat teman-teman dapat belajar bersama dengan ahlinya dengan hanya membayar setengah harga atau bahkan lebih murah lagi.

Rekomendasi

Skill Academy dari Ruangguru dengan beragam fitur, kategori dan kelebihan serta menfaatnya menjadi salah satu platform kelas online terlengkap serta terbaik bersertifikat yang direkomendasikan oleh banyak masyarakat.

Terutama bagi mereka yang menginginkan ilmu baru sebelum melamar pekerjaan (prakerja), platform ini menjadi salah satu pilihan pembelajaran daring utama di masa new normal ini.

Bandung, 16 Februari 2021

Sabtu, 13 Februari 2021

Stimulasi Matematika dan Finansial, Tantangan Hari Ke-10

Februari 13, 2021 0 Comments

Assalammualaikum,

Hari ini adalah hari kesepuluh aku menuliskan jurnal tantangan zona ke-6 di kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional. Zona ke-6 ini mengangkat tema tentang "Stimulasi Kecerdasan Matematika dan Finansial". Sebuah tema yang membuatku cukup tertantang untuk menyelesaikannya dengan baik.

Stimulasi Kecerdasan Matematika dan Finansial, Tantangan Hari Ke-10


Nama anak : Dipta

Usia : 2 tahun 3 bulan

Rencana Stimulasi :

Selama 5 hari ke depan, aku sebagai pendamping anak akan mengenalkan konsep finansial melalui kegiatan membaca nyaring (read aloud) dari e-book yang sudah diberikan oleh Kakawi di zona ke-6 ini.

Aksi :

Hari ini, aku membacakan e-book yang berjudul "Olin Gemar Menabung" yang ditulis oleh Evi Z. Indriani dan digambar (ilustrasi) oleh Fanny Santoso. E-book ini diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan dari Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan.

E-book ini sudah dibaca di hari sebelumnya (kemarin). Aku memang lebih senang mengenalkan anakku buku bacaan yang sama selama beberapa waktu agar ia merasa familiar dengan bacaannya serta dapat meningkatkan rentang konsentrasinya juga.

Hari ini, aku mencoba metode yang sama yaitu dengan pretend play di mana aku menyiapkan uang koin serta celengan untuk bahan bermain peran.

Anakku tampak lebih mendengarkan dan fokus dengan cerita, sehingga ia mengikuti jalan cerita dimana ia akan memasukkan koin ke dalam celengan ketika dalam cerita si Olin sedang menabung.

Refleksi :

Anak-anak tidak perlu dipaksa untuk mau berkonsentrasi membaca atau mendengarkan kita membacakan buku. Memang rentang konsentrasi anak usia dini masih sangat pendek. Namun, yang terpenting adalah bagaimana mengenalkan buku bacaan dan kegiatan membaca sebagai suatu hal yang menyenangkan. Sehingga anak-anak akan senang membaca meski tanpa paksaan.

Bintangku Hari Ini :

Aku memberikan diriku bintang 5 hari ini karena sudah mulai bisa menemukan ekplorasi mengenalkan anakku pada konsep finansial dengan membaca sekaligus mengenalkannya pada benda konkret seperti koin atau uang sehingga membuat anakku lebih tertarik untuk mendengarkan sekaligus membaca buku bertema finansial bersama.

#harike10
#tantangan15hari
#zona6stimulasimatematikafinansial
#pantaibentangpetualang
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional

Jumat, 12 Februari 2021

Stimulasi Matematika dan Finansial, Tantangan Hari Ke-9

Februari 12, 2021 0 Comments

Assalammualaikum,

Hari ini adalah hari kesembilan aku menuliskan jurnal tantangan zona ke-6 di kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional. Zona ke-6 ini mengangkat tema tentang "Stimulasi Kecerdasan Matematika dan Finansial". Sebuah tema yang membuatku cukup tertantang untuk menyelesaikannya dengan baik.

Berdasarkan materi yang diperoleh di awal sesi, ada beberapa contoh kegiatan untuk melatih stimulasi membedakan antara kebutuhan dan keinginan :

1. Untuk anak usia 0-6 tahun bisa melalui pengenalan gambar-gambar atau benda konkret antara kebutuhan dan keinginan. Hal ini tentunya harus dilakukan dengan pendampingan bersama oang tua.

2. Untuk anak usia di atas 6 tahun dapat dilakukan dengan membuat project menggambar benda-benda yang merupakan kebutuhan dan keinginan.

3. Dapat juga dilakukan dengan stimulasi literasi keuangan dengan melakukan read aloud seperti yang aku praktekan pada anakku.

Stimulasi Kecerdasan Matematika dan Finansial, Tantangan Hari Ke-9


Nama anak : Dipta

Usia : 2 tahun 3 bulan

Rencana Stimulasi :

Selama 5 hari ke depan, aku sebagai pendamping anak akan mengenalkan konsep finansial melalui kegiatan membaca nyaring (read aloud) dari e-book yang sudah diberikan oleh Kakawi di zona ke-6 ini.

Aksi :

Hari ini, aku membacakan e-book yang berjudul "Olin Gemar Menabung" yang ditulis oleh Evi Z. Indriani dan digambar (ilustrasi) oleh Nabila Adani. E-book ini diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan dari Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan.

Berbeda dengan hari sebelumnya, kali ini aku membacakan e-book tentang Olin, seekor trenggiling (?) yang suka menabung untuk membeli sebuah benda yang ia inginkan. Ia dengan rutin mengumpulkan sebagian uangnya ke dalam celengan hingga terkumpul dan cukup untuk membeli sesuatu yang ia inginkan.

Seperti kemarin, aku mengajaknya untuk pretend play lagi dengan menggunakan uang receh dan celengan. Akan tetapi, anakku sibuk dengan koinnya sedangkan aku terus lanjut membaca. Haha.

Refleksi :

Anak-anak tidak perlu dipaksa untuk mau berkonsentrasi membaca atau mendengarkan kita membacakan buku. Memang rentang konsentrasi anak usia dini masih sangat pendek. Meskipun demikian, dengan cara membaca sambil mengenalkan anak pada benda konkret seperti ini membuatnya lebih tertarik dan lebih cepat paham pada apa yang kita sampaikan.

Bintangku Hari Ini :

Aku memberikan diriku bintang 5 hari ini karena sudah mulai bisa menemukan ekplorasi mengenalkan anakku pada konsep finansial dengan membaca sekaligus mengenalkannya pada benda konkret seperti koin atau uang sehingga membuat anakku lebih tertarik untuk mendengarkan sekaligus membaca buku bertema finansial bersama.

#harike9
#tantangan15hari
#zona6stimulasimatematikafinansial
#pantaibentangpetualang
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional

Kamis, 11 Februari 2021

Stimulasi Matematika dan Finansial, Tantangan Hari Ke-8

Februari 11, 2021 0 Comments

Assalammualaikum,

Hari ini adalah hari kedelapan aku menuliskan jurnal tantangan zona ke-6 di kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional. Zona ke-6 ini mengangkat tema tentang "Stimulasi Kecerdasan Matematika dan Finansial". Sebuah tema yang membuatku cukup tertantang untuk menyelesaikannya dengan baik.

Mengenalkan anak-anak terutama pada anak usia dini mengenai konsep finansial bukan perkara mudah. Perlu latihan dan konsistensi terus menerus untuk membuatnya paham apa yang dimaksud dengan keinginan dan kebutuhan. Semua harus dimulai dengan mengajak anak-anak untuk berdialog tentang persoalan tersebut.

Sebagai orangtua, kita bisa menjelaskan pada anak kalau kebutuhan adalah suatu hal yang tidak dapat ditunda. Sementara, keinginan adalah sesuatu yang bisa ditunda. Setelah anak paham, kita bisa mulai membuat bersama-sama skala prioritas anak berdasarkan kedua hal tersebut.

Untuk anak yang sudah lebih besar dan paham konsep keinginan serta kebutuhan, orang tua dapat mengajak anak untuk membuat "mini budget" untuk melatih anak merencanakan sesuatu berdasarkan skala prioritasnya.

Dengan adanya "mini budget" ini, anak akan merasa diberi tanggung jawab untuk berkomitmen dan mematuhi apa yang sudah disepakati. Jangan lupa untuk mengenalkan padanya konsekuensi apabila ia tidak konsisten melakukan hal yang sebelumnya telah disepakati tadi.

Stimulasi Kecerdasan Matematika dan Finansial, Tantangan Hari Ke-8


Nama anak : Dipta

Usia : 2 tahun 3 bulan

Rencana Stimulasi :

Selama 5 hari ke depan, aku sebagai pendamping anak akan mengenalkan konsep finansial melalui kegiatan membaca nyaring (read aloud) dari e-book yang sudah diberikan oleh Kakawi di zona ke-6 ini.

Aksi :

Hari ini, aku membacakan e-book yang berjudul "Penghapus Rama" yang ditulis oleh Evi Z. Indriani dan digambar (ilustrasi) oleh Fanny Santoso. E-book ini diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan dari Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan.

E-book ini sudah dibaca di hari sebelumnya (kemarin) dan kemarinnya lagi. Aku memang lebih senang mengenalkan anakku buku bacaan yang sama selama beberapa waktu agar ia merasa familiar dengan bacaannya serta dapat meningkatkan rentang konsentrasinya juga.

Hari ini, aku mencoba metode yang sama yaitu dengan pretend play di mana aku menyiapkan penghapus dan permen serta uang koin untuk bahan bermain peran.

Ternyata, anakku lebih tertarik lagi membaca sembari memerhatikan aku "sibuk" berpura-pura menjadi Rama. Hehe.

Refleksi :

Anak-anak tidak perlu dipaksa untuk mau berkonsentrasi membaca atau mendengarkan kita membacakan buku. Memang rentang konsentrasi anak usia dini masih sangat pendek. Namun, yang terpenting adalah bagaimana mengenalkan buku bacaan dan kegiatan membaca sebagai suatu hal yang menyenangkan. Sehingga anak-anak akan senang membaca meski tanpa paksaan.

Bintangku Hari Ini :

Aku memberikan diriku bintang 5 hari ini karena sudah mulai bisa menemukan ekplorasi mengenalkan anakku pada konsep finansial dengan membaca sekaligus mengenalkannya pada benda konkret seperti koin atau uang sehingga membuat anakku lebih tertarik untuk mendengarkan sekaligus membaca buku bertema finansial bersama.

#harike8
#tantangan15hari
#zona6stimulasimatematikafinansial
#pantaibentangpetualang
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional

Selasa, 09 Februari 2021

Stimulasi Matematika dan Finansial, Tantangan Hari Ke-7

Februari 09, 2021 0 Comments

Assalammualaikum,

Hari ini adalah hari ketujuh aku menuliskan jurnal tantangan zona ke-6 di kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional. Zona ke-6 ini mengangkat tema tentang "Stimulasi Kecerdasan Matematika dan Finansial". Sebuah tema yang membuatku cukup tertantang untuk menyelesaikannya dengan baik.

Kemarin, aku sudah menuliskan kalau kecerdasan finansial ini perlu ditumbuhkan pada anak-anak dengan cara memahami konsep "rezeki itu pasti, kemuliaan lah yang harus dicari,". Ketika anak-anak sudah paham dengan konsep tersebut, maka kita perlu memberikan stimulasi untuk kecerdasan finansialnya.

Kemuliaan anak sendiri akan meningkat dengan 6 cara yaitu :
1. Anak paham konsep harta, bagaimana mendapatkan dan memanfaatkannya sesuai dengan kewajiban agama atas harta tersebut.

2. Anak bertanggung jawab atas pengelolaan keuangan sendiri.

3. Anak terbiasa merencanakan (membuat budget) berdasarkan skala prioritas.

4. Anak bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan.

5. Anak memiliki rasa percaya diri dengan pilihan "gaya hidup" sesuai dengan fitrahnya dan tidak terpengaruh oleh orang lain.

6. Anak paham dan punya pilihan hidup untuk menjadi employee, self employee, business owner atau investor.

Stimulasi Kecerdasan Matematika dan Finansial, Tantangan Hari Ke-7


Nama anak : Dipta

Usia : 2 tahun 3 bulan

Rencana Stimulasi :

Selama 5 hari ke depan, aku sebagai pendamping anak akan mengenalkan konsep finansial melalui kegiatan membaca nyaring (read aloud) dari e-book yang sudah diberikan oleh Kakawi di zona ke-6 ini.

Aksi :

Hari ini, aku membacakan e-book yang berjudul "Penghapus Rama" yang ditulis oleh Evi Z. Indriani dan digambar (ilustrasi) oleh Fanny Santoso. E-book ini diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan dari Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan.

Meskipun tulisan dalam e-book ini tidak banyak, namun halamannya lumayan banyak yatu 30 halaman. Di tengah-tengah membaca bersama, anakku tampak bosan dan kabur-kaburan. Hehe. Berhubung kemarin belum sepenuhnya "berhasil" membacakan buku ini pada anakku, maka aku mencoba kembali membacakan e-book yang sama pada hari ini. Tujuannya agar anakku lebih familiar dengan bacaannya sehingga lebih tertarik. Kemudian aku mencoba untuk membaca sembari mengenalkan beberapa uang koin sehingga kami seolah-olah sedang bermain peran dengan cerita seperti yang tertulis di e-book.

Refleksi :

Walaupun masih belum sepenuhnya fokus dan berkonsentrasi, hari ini anakku tampak lebih menunjukkan minatnya dalam membaca e-book "Penghapus Rama" bersama-sama denganku. Mengenalkan konsep dasar finansial pada anak usia dini memang tidak mudah karena anak belum paham betul yang mana kebutuhan dan yang mana keinginan. Dengan mengombinasikan kegiatan membaca nyaring dengan bermain peran, tampak anakku lebih antusias untuk melakukan kegiatan ini.

Bintangku Hari Ini :

Aku memberikan bintang 4 untuk diriku sendiri karena sepertinya masih ada hal-hal yang perlu diperbaiki dalam melakukan read aloud mengenai finansial ini agar anakku lebih tertarik saat membaca buku tersebut.

#harike7
#tantangan15hari
#zona6stimulasimatematikafinansial
#pantaibentangpetualang
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional

Review Asus ZenFone Max Pro M1

Februari 09, 2021 30 Comments

Setelah hampir empat tahun aku menggunakan handphone milikku saat ini, aku merasakan adanya penurunan performa dari handphone yang sebenarnya sudah senantiasa menemaniku kemana-mana. Ia sudah kubawa menjelajah Labuan Bajo hingga berpetualang ke Singapura dan Malaysia. Saat ini, handphone-ku mulai cepat panas dan baterainya tidak lagi bertahan lama, kecepatan loading-nya pun mulai melambat, padahal sebagian besar pekerjaanku termasuk menulis sering kali aku lakukan dengan menggunakan handphone.

Aku kemudian terpikir untuk mulai mencari pengganti handphone milikku yang sekarang, bukannya sudah tidak sayang lagi, akan tetapi kebutuhanku akan performa handphone yang baik serta kapasitasi memori internal sudah tidak sanggup lagi diberikan oleh handphone-ku saat ini. Setelah mencari-cari berbagai informasi mengenai smartphone terkini dengan spesifikasi yang aku inginkan, sampailah pada nama Asus ZenFone Max Pro M1.

Perlu diketahui bahwa Asus ZenFone Max Pro M1 merupakan generasi terbaru dengan spesifikasi yang mumpuni. Dengan demikian, kita bisa melakukan berbagai aktivitas lebih mudah dengan menggunakan handphone ini. Lalu, apa saja spesifikasi Asus ZenFone Max Pro M1 yang membuatku penasaran dan tertarik ini? Untuk lebih jelasnya, yuk kita baca bersama ulasannya :

Asus ZenFone MaxPro M1
Asus ZenFone Max Pro M1 (blibli.com)

Desain yang Kokoh

Dari segi desain Asus ZenFone Max Pro M1 ini sebenarnya tidak banyak berubah, hanya saja letak marea belakangnya yang berubah menjadi vertikel. Meskipun mempunyai baterai dengan kapasitas sangat besar dan mempunyai layar yang luas, tetapi tidak membuat smartphone ini terasa berat. Selain mempunyai 2 slot simcard, Asus ZenFone Max Pro M1 ini juga mempunyai slot khusus microSD. Untuk bodinya sendiri, Asus ZenFone Max Pro M1 mempunyai bodi yang solid dan kokoh yang berbalut dengan logam aluminium di seluruh bodinya.

Layar yang Luas Dan Tajam

Smartphone yang satu ini memiliki layar dengan IPS 6 inchi dengan ratio 18:9, smartphone ini memiliki bentuk yang memanjang (wide) dengan sudut-sudut yang membulat (rounded). Untuk layar IPS 6 inchi berdesain bezelless, yang dapat membuat smartphone ini terasa pas untuk dipakai, terasa pas dan lega. Asus ZenFone Max Pro M1 juga mempunyai layar dengan resolusi layar yang sudah Full HD 2160 x 1080 MP yang tajam dengan warna yang cemerlang, sehingga cukup jelas meskipun dipakai di luar ruangan. Smartphone ini juga telah dilapisi dengan antigores Gorilla Glass, dan ada juga lapisan yang membuat layar tidak mudah kotor oleh jari, keringat atau minyak.

Antarmuka Pure Android

Kelebihan lainnya dari handphone ini adalah dilengkapi dengan tombol fisik untuk navigasi yaitu menggunakan On Screen Display atau tombol navigasi virtual di layar, yang letaknya di sisi terbawah layar dengan pilihan "Back", "Home" dan "Recent Apps" serta "Split Screen". Sehingga jika sedang memainkan sebuah aplikasi, navigator bar ini bisa disembunyikan atau tetap ditampilkan agar memberi tampilan layar yang lebih luas. Untuk cara mengaktifkan navigation bar ini, bisa dengan cara menggeser (swipe) layar ke arah atas.

Mempunyai Audio yang Jernih

Smartphone Android yang satu ini memiliki speaker mono di bawah sebelah kanan, dengan posisi speaker di bawah akan membuat suaranya tidak terdengar teredam dan bisa terdengar lebih nyaring dan kualitas suara yang memuaskan, jernih dengan bass yang memadai. Asus ZenFone Max Pro M1 tidak seperti ZenUi yang mempunyai pengaturan audio khusus, smartphone ini tidak memiliki Outdoor Mode dan Setting Audio. Jack audio 3,5 mm ada di sisi bawah, lokasi tersebut lebih disukai karena kabel earphone tidak ribet dibandingkan jika ditaruh di atas. Sayangnya, tidak ada earphone di paket penjualan Asus ZenFone Max Pro M1, sehingga kita harus membelinya secara terpisah.

Dual Kamera yang Bagus

Smartphone Android buatan Asus ini juga dilengkapi dengan dual kamera di sisi belakang dan satu kamera di depan. Dual kamera belakang ini terdiri dari kamera 13 MP (f/2.0, phase detection autofocus) dan kamera wide 5 MP (tanpa autofokus), dilengkapi juga dengan LED Flash di bagian belakang dan bagian depan. Untuk kamera depan beresolusi 8 MP dan wide angle yang dilengkapi dengan flash, kamera depan dan belakang juga mempunyai fitur HDR, Effect, Redeye Reduction, Beauty Shot, Continuous Shot, Scene Mode juga Potrait Mode yang menghasilkan efek bokeh dengan hasil bagus dan rapi.

Asus ZenFone Max Pro M1 tampak depan
Futuristic design of Asus ZenFone Max Pro M1 (blibli.com)

Setelah mengetahui review beserta spesifikasi dari Asus ZenFone Max Pro M1, sepertinya handphone ini memenuhi semua kriteria yang dapat membuatku lebih mudah dalam menjalankan aktivitas dan pekerjaanku. Harga yang ditawarkan dari Asus ZenFone Max Pro M1 pun cukup terjangkau yaitu sekitar 2 jutaan saja loh! Sehingga tidak terlalu menguras kantong terlalu dalam, kita sudah bisa mendapatkan handphone yang memiliki spec terkini dengan kualitas yang baik.

Semoga informasinya bermanfaat bagi yang membutuhkan!

Yogyakarta, 9 Februari 2021

Stimulasi Matematika dan Finansial, Tantangan Hari Ke-6

Februari 09, 2021 0 Comments

Assalammualaikum,

Hari ini adalah hari keenam aku menuliskan jurnal tantangan zona ke-6 di kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional. Zona ke-6 ini mengangkat tema tentang "Stimulasi Kecerdasan Matematika dan Finansial". Sebuah tema yang membuatku cukup tertantang untuk menyelesaikannya dengan baik.

Sebelum masuk ke jurnal tantangan hari ini, aku ingin sedikit merangkum apa yang menjadi materi pembelajaran kami tentang "Stimulasi Kecerdasan Matematika dan Finansial". Kecerdasan finansial menurut para ahli adalah kemampuan seseorang untuk mendapatkan dan mengelola keuangan. Sesuai dengan konsep di Ibu Profesional, uang merupakan bagian kecil dari rezeki. Mengelola keuangan sama dengan kita belajar untuk bertanggung jawab terhadap rezeki yang Allah berikan.

Kecerdasan finansial ini perlu ditumbuhkan pada anak-anak dengan cara memahami konsep "rezeki itu pasti, kemuliaan lah yang harus dicari,". Ketika anak-anak sudah paham dengan konsep tersebut, maka kita perlu memberikan stimulasi untuk kecerdasan finansialnya.

Stimulasi Kecerdasan Matematika dan Finansial, Tantangan Hari Ke-6


Nama anak : Dipta

Usia : 2 tahun 3 bulan

Rencana Stimulasi :

Selama 5 hari ke depan, aku sebagai pendamping anak akan mengenalkan konsep finansial melalui kegiatan membaca nyaring (read aloud) dari e-book yang sudah diberikan oleh Kakawi di zona ke-6 ini.

Aksi :

Hari ini, aku membacakan e-book yang berjudul "Penghapus Rama" yang ditulis oleh Evi Z. Indriani dan digambar (ilustrasi) oleh Fanny Santoso. E-book ini diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan dari Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan.

Meskipun tulisan dalam e-book ini tidak banyak, namun halamannya lumayan banyak yatu 30 halaman. Di tengah-tengah membaca bersama, anakku tampak bosan dan kabur-kaburan. Hehe. Namun, pada saat melihat ada gambar kue ulang tahun di dalam e-book tersebut, ia tampak senang dan kembali fokus untuk ikut membaca.

Refleksi :

Walaupun tidak fokus mendengarkan Mama membaca nyaring untuk dirinya, setidaknya ada beberapa bagian dimana anakku tampak tertarik mendengarkan dan membaca pertama. Mengenalkan konsep dasar finansial pada anak usia dini memang tidak mudah karena anak belum paham betul yang mana kebutuhan dan yang mana keinginan. Konsep finansial ini harus dikenalkan dengan cara yang menarik, karena anakku gemar membaca buku jadi aku memilih kegiatan read aloud ini untuk mengenalkan konsep membeli dan menyimpan uang.

Bintangku Hari Ini :

Aku memberikan bintang 4 untuk diriku sendiri karena sepertinya masih ada hal-hal yang perlu diperbaiki dalam melakukan read aloud mengenai finansial ini agar anakku lebih tertarik saat membaca buku tersebut.

#harike6
#tantangan15hari
#zona6stimulasimatematikafinansial
#pantaibentangpetualang
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional

Senin, 08 Februari 2021

Stimulasi Matematika dan Finansial, Tantangan Hari Ke-5

Februari 08, 2021 0 Comments

Assalammualaikum,

Hari ini adalah hari kelima aku menuliskan jurnal tantangan zona ke-6 di kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional. Zona ke-6 ini mengangkat tema tentang "Stimulasi Kecerdasan Matematika dan Finansial". Sebuah tema yang membuatku cukup tertantang untuk menyelesaikannya dengan baik.

Sebelum masuk ke jurnal tantangan pada hari ini, aku ingin merangkum sedikit materi dari "Area Matematika" yang aku dapatkan dari workshop parenting "How to Create Montessori Inspired Program at Home" di tahun 2020 lalu. dr. Maria Montessori pernah mengatakan suatu hal yang berkaitan dengan matematika untuk anak usia dini :

Anak-anak memperlihatkan kecintaan yang universal terhadap matematika, yang setara dengan ilmu ketepatan, keteraturan dan kecerdasan
Maria Montessori percaya bahwa anak tumbuh dengan memiliki mathematical mind yang pada usia dini ditunjukkan dengan kebutuhan anak akan keteraturan, orientasi dan ketepatan. Pada anak yang lebih besar, pemikiran matematika ditunjukkan melalui kemampuan berpikir logis dan sistematis.

Salah satu cara menstimulasi kecerdasan anak usia dini di area matematika adalah dengan menggunakan bahasa matematika dalam percakapan sehari-hari. Bahasa matematika membantu anak dalam mengekspresikan pemahaman mereka yang berkembang tentang konsep matematika.

Contoh bahasa matematika yang dapat kita gunakan dalam membersamai anak selama fase tumbuh kembangnya guna menstimulasi kecerdasan matematika melalui konsep logika dan matematika dasar adalah sebagai berikut, "Boleh bantu ambilkan bola yang besar?"; "Wah, kamar kamu luas sekali ya?"; "Kue ini ada dua potong,"; "Kita punya dua bola. Ibu ambil satu bola, kamu ambil satu bola," dan bahasa lainnya yang sebenarnya mungkin sering kita gunakan hanya saja kita tidak sadar telah menggunakan bahasa matematika. Hehe.

Stimulasi Kecerdasan Matematika dan Finansial, Tantangan Hari Ke-5


Nama anak : Dipta

Usia : 2 tahun 3 bulan

Rencana Stimulasi :

Selama 5 hari ke depan, aku sebagai pendamping anak akan mengenalkan konsep dasar matematika mengenai perbedaan berbagai macam ukuran (panjang-pendek; tinggi-pendek; besar-kecil; luas-sempit, dan lainnya) menggunakan peralatan yang tersedia di rumah (atau luar rumah).

Aksi :

Hari ini, aku mengajarkan konsep matematika dasar yang sederhana lagi yaitu dengan melakukan perbandingan dua buah bola. Dipta memiliki satu bola kaki yang berukuran normalnya bola sepak dan satu bola basket yang ukurannya mini. Dari sini, aku menjelaskan kalau bola yang berwarna hijau (yaitu bola kaki) berukuran lebih besar daripada bola yang berwarna oranye (bola basket). Dan juga sebaliknya, bola berwarna oranye (bola basket) berukuran lebih kecil daripada bola hijau (bola sepak).

Ini bukan pertama kalinya aku mengenalkan konsep besar dan kecil sehingga anakku dapat dengan mudah membedakan mana bola yang besar dan mana bola yang kecil. Ia pun sudah dapat menyebutkan sendiri kalau bola hijau itu bola besar dan bola oranye itu bola kecil, sehingga saat diminta untuk mengambilkan bola yang lebih besar atau bola yang lebih kecil dengan mudah ia bisa melakukannya.

Refleksi :

Meskipun bukan pertama kalinya aku mengenalkan konsep besar dan kecil pada anakku, aku ingin memantapkan pemahamannya terhadap benda yang ukurannya besar dan mana benda yang ukurannya lebih kecil. Anakku tampak antusias saat diajak melakukan permainan bola ini sembari diperkenalkan lagi dengan konsep besar dan kecil. Anak usia dini memang suka sesuatu yang berkaitan dengan pengulangan, sehingga tidak masalah ia mengulang-ngulang pemahamannya tentang konsep besar - kecil ini.

Bintangku Hari Ini :

Hari ini karena aku dengan mudah mendapatkan ide untuk mengenalkan konsep dasar dan logika matematika pada anakku lalu anakku dengan antusias menerima apa yang aku sampaikan, jadi aku memberikan bintang 5 untuk hari ini.

#harike5
#tantangan15hari
#zona6stimulasimatematikafinansial
#pantaibentangpetualang
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional

Minggu, 07 Februari 2021

Stimulasi Matematika dan Finansial, Tantangan Hari Ke-4

Februari 07, 2021 0 Comments

Assalammualaikum,

Hari ini adalah hari keempat aku menuliskan jurnal tantangan zona ke-6 di kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional. Zona ke-6 ini mengangkat tema tentang "Stimulasi Kecerdasan Matematika dan Finansial". Sebuah tema yang membuatku cukup tertantang untuk menyelesaikannya dengan baik.

Sebelum mengikuti perkuliahan Bunda Sayang di Institut Ibu Profesional ini, aku pernah mengikuti workshop How to Create Montessori-Inspired Program at Home di tahun 2020 lalu. Salah satu materi yang di bahas adalah area matematika untuk anak usia dini, dalam hal ini adalah anak usia 1 sampai 3 tahun.

Kegiatan yang dapat menstimulasi area matematika anak untuk usia 1 sampai 3 tahun berfokus pada kegiatan untuk mengasah ketepatan, orientasi dan keteraturan. Kegiatan yang dapat melatih ketepatan anak adalah kegiatan yang berkaitan dengan aktivitas mengeksplorasi konsep benar dan salah melalui trial and error dengan bantuan kontrol kesalahan dari kegiatan itu sendiri.

Contoh kegiatan excercise of practical life (EPL) untuk mengasah ketepatan antara lain menutup dan membuka toples, menyendok dengan indikator, menuang dengan corong, berjalan di garis atau meronce. Sementara kegiatan sensorial untuk mengasah ketepatan anak adalah dengan bermain puzzle, memasukkan koin ke dalam celengan atau menyusun balok.

Kegiatan yang dapat melatih orientasi anak adalah kegiatan yang berkaitan dengan pemahaman terhadap posisi atau hubungan suatu benda dengan benda lain (termasuk posisi anak dalam sebuah ruang). Contoh kegiatan excercise of practical life (EPL) untuk mengasah orientasi anak adalah menyapu ke dalam pengki, menyiram tanaman dan menyikat gigi. Sementara kegiatan sensorial untuk mengasah orientasi anak adalah bermain puzzle, mencocokan bentuk dan melempar/menendang bola ke target.

Kegiatan yang dapat melatih keteraturan anak adalah kegiatan yang berkaitan dengan pemahaman terhadap ritme atau pola sebuah hal yang sering ditemukan dalam konsep matematika. Contoh kegiatan excercise of practical life (EPL) untuk mengasah keteraturan anak adalah menata buku di rak buku, menyusun sepatu dan merapikan mainan. Sementara kegiatan sensorial untuk mengasah keteraturan anak adalah mencocokan warna, mencocokan bentuk dan menyusun gradasi warna atau bentuk.

Stimulasi Kecerdasan Matematika dan Finansial, Tantangan Hari Ke-4


Nama anak : Dipta

Usia : 2 tahun 3 bulan

Rencana Stimulasi :

Selama 5 hari ke depan, aku sebagai pendamping anak akan mengenalkan konsep dasar matematika mengenai perbedaan berbagai macam ukuran (panjang-pendek; tinggi-pendek; besar-kecil; luas-sempit, dan lainnya) menggunakan peralatan yang tersedia di rumah (atau luar rumah).

Aksi :

Hari ini, aku kembali mengajarkan hal sederhana soal konsep dasar matematika dan logika matematika bersama anakku. Kami melihat gambar gajah dan mengamati bentuk gajah. Kemudian, aku memberikan perbandingan pada anakku seperti kuping gajah lebaar sekali, kalau kuping manusia tidak selebar kuping gajah. Lalu seperti hidung (belalai) gajah panjaang sekali, sementara hidung manusia pendek saja. Aku menjelaskan hal-hal tersebut dengan menunjukkan gambar konkret gajah dan memberikan perbandingan dengan anakku. Bahwa gajah besar dan manusia kecil.

Refleksi :

Konsep dasar serta logika matematika bisa dilakukan menggunakan banyak peralatan yang ada di sekitar kita. Dari sebuah gambar pun kita bisa menjelaskan kepada anak perbandingan seperti panjang-pendek, besar-kecil dan lebar-sempit.

Sumber : Shutterstock

Gambar gajah sengaja dipilih karena bentuk gajah yang ukurannya ekstra besar sehingga anak-anak mendapatkan perbandingan yang jelas dari gambar tersebut.

Bintangku Hari Ini :

Hari ini karena aku dengan mudah mendapatkan ide untuk mengenalkan konsep dasar dan logika matematika pada anakku lalu anakku dengan antusias menerima apa yang aku sampaikan, jadi aku memberikan bintang 5 untuk hari ini.

#harike4
#tantangan15hari
#zona6stimulasimatematikafinansial
#pantaibentangpetualang
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional

Sabtu, 06 Februari 2021

Stimulasi Matematika dan Finansial, Tantangan Hari Ke-3

Februari 06, 2021 0 Comments

Assalammualaikum,

Hari ini adalah hari ketiga aku menuliskan jurnal tantangan zona ke-6 di kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional. Zona ke-6 ini mengangkat tema tentang "Stimulasi Kecerdasan Matematika dan Finansial". Sebuah tema yang membuatku cukup tertantang untuk menyelesaikannya dengan baik.

Kali ini, aku ingin menuliskan ulang sedikit materi yang diberikan tentang merancang kegiatan untuk menstimulasi kecerdasan matematika dan finansial pada anak. Pertama, yang harus dilakukan adalah start with essensial question di mana kita sebagai orang tua dan pendamping menentukan terlebih dahulu hal essensial apa dan mana yang akan diperkenalkan terlebih dahulu pada anak.

Kedua, melakukan design project. Contohnya bisa dilihat pada jurnal tantanganku ini ya. Hehe. Kemudian menentukan jadwal, kapan dan berapa lama kegiatan stimulasi ini akan dilakukan. Selanjutnya adalah melakukan monitoring dan mencatat progress yang terlihat, dari hasil monitoring tadi kita dapat melihat dan menilai bagaimana outcome yang diperoleh dari kegiatan yang sudah kita rancang dan jalankan ini. Apakah kegiatan ini dapat diaplikasikan dengan baik atau terlalu sulit untuk dilakukan oleh anak seusia anak kita.

Terakhir lakukan evaluasi agar dapat menarik kesimpulan dari apa yang sudah kita lakukan bersama anak.

Stimulasi Kecerdasan Matematika dan Finansial, Tantangan Hari Ke-3


Nama anak : Dipta

Usia : 2 tahun 3 bulan

Rencana Stimulasi :

Selama 5 hari ke depan, aku sebagai pendamping anak akan mengenalkan konsep dasar matematika mengenai perbedaan berbagai macam ukuran (panjang-pendek; tinggi-pendek; besar-kecil; luas-sempit, dan lainnya) menggunakan peralatan yang tersedia di rumah (atau luar rumah).

Aksi :

Hari ini, aku menemani ibuku pergi memesan nasi box ke sebuah rumah makan. Kami pergi bertiga, tentunya dengan anakku. Suasana di rumah makan tersebut nampak sepi pengunjung, hanya kami bertiga yang datang untuk memesan makanan pada siang itu. Seperti biasa, anakku langsung minta turun dari gendongan dan berlarian kesana kemari. Setelahnya, ia menemukan kursi panjang tanpa sandaran dan mencoba berjalan bolak-balik seolah kursi tersebut adalah papan titian.

Saat ia akan naik ke kursi panjang tersebut, aku mendengar kalau ia menyebut kursi tersebut sebagai meja. Ia berkata, "Yok, naik ke atas meja lagi!". Seketika itu juga aku mendapat ide untuk kembali menjelaskan konsep matematika sederhana yaitu panjang dan pendek.

Kursi dudukan panjang dan kursi dudukan pendek

Aku menjelaskan padanya kalau benda tersebut adalah kursi yang panjaaang, berbeda dengan jenis kursi lain yang ada di rumah makan itu, ada kursi yang dudukannya pendek dan ada kursi yang dudukannya panjaaang. Ternyata, ia dapat menangkap hal tersebut dan mengubah kata-kata meja menjadi, "Yok, naik kursi panjang!". Wah senang sekali mendengarnya. Ia juga dapat menunjuk mana kursi yang dudukannya panjang dan mana kursi yang dudukannya pendek saat aku bertanya padanya.

Refleksi :

Kapanpun dan dimanapun, mempelajari konsep dasar serta logika matematika sederhana dapat dilakukan untuk anak usia dini. Hal sesederhana kursi pun dapat menjadi bahan pembelajaran untuk anak-anak. Ia pun dengan antusias mendengarkan penjelasanku serta sudah dapat membedakan mana kursi yang memiliki dudukan panjang dan mana kursi yang dudukannya pendek. Alhamdulillah.

Bintangku Hari Ini :

Hari ini karena aku dengan mudah mendapatkan ide untuk mengenalkan konsep dasar dan logika matematika pada anakku lalu anakku dengan antusias menerima apa yang aku sampaikan, jadi aku memberikan bintang 5 untuk hari ini.

#harike3
#tantangan15hari
#zona6stimulasimatematikafinansial
#pantaibentangpetualang
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional

Jumat, 05 Februari 2021

Stimulasi Matematika dan Finansial, Tantangan Hari Ke-2

Februari 05, 2021 0 Comments

Assalammualaikum,

Hari ini adalah hari kedua aku menuliskan jurnal tantangan zona ke-6 di kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional. Zona ke-6 ini mengangkat tema tentang "Stimulasi Kecerdasan Matematika dan Finansial". Sebuah tema yang membuatku cukup tertantang untuk menyelesaikannya dengan baik.

Kunci dari memperkenalkan konsep dasar matematika adalah mentransformasi simbol dan angka dan matematika yang merupakan bentuk abstrak ke bentuk yang konkret terlebih dahulu. Konsep konkret adalah segala sesuatu yang nyata dan dapat diinderai (menggunakan panca indera). Sedangkan konsep abstrak merupakan transformasi informasi yang berkaitan dengan objek konkret.

Beberapa contoh konep belajar matematika asyik antara lain adalah mengenalkan besar dan kecil, mengenalkan himpunan agar anak mampu mengklasifikasikan atau mengelompokkan benda sejenis, mengenal angka melalui objek konkret, belajar nama simbol tertulis dan menghitung abstrak secara sederhana.

Stimulasi Kecerdasan Matematika dan Finansial, Tantangan Hari Ke-2


Nama anak : Dipta

Usia : 2 tahun 3 bulan

Rencana Stimulasi :

Selama 5 hari ke depan, aku sebagai pendamping anak akan mengenalkan konsep dasar matematika mengenai perbedaan berbagai macam ukuran (panjang-pendek; tinggi-pendek; besar-kecil; luas-sempit, dan lainnya) menggunakan peralatan yang tersedia di rumah (atau luar rumah).

Aksi :

Hari ini, masih sama seperti kemarin aku dan anakku bermain menggunakan antena radio. Kali ini, aku memperkenalkan konsep lebih tinggi dan lebih pendek. Ketika antena dipanjangkan, anakku secara tidak sengaja berdiri di samping radio tersebut, kemudian aku terpikir untuk menjelaskan padanya kalau saat ia berdiri berdampingan dengan antena tersebut terlihat bahwa ia lebih tinggi dibandingkan dengan antena radio itu.

Dipta lebih tinggi dari antena radio

Selanjutnya, aku menjelaskan juga kalau antena yang ada disampingnya itu lebih pendek dari dirinya. Dengan kegiatan sederhana seperti ini, anakku dapat menangkap dengan cukup baik konsep dasar matematika ini.

Refleksi :

Satu alat sederhana (radio dengan antenanya) ternyata dapat digunakan untuk berbagai jenis pengenalan konsep dasar dan logika matematika. Anakku yang memang lagi senang-senangnya bermain dengan antena radio tersebut tentu gembira mendengar penjelasan dariku tentang siapa yang lebih tinggi dan mana yang lebih pendek.

Bintangku Hari Ini :

Hari ini karena aku dengan mudah mendapatkan ide untuk mengenalkan konsep dasar dan logika matematika pada anakku lalu anakku dengan antusias menerima apa yang aku sampaikan, jadi aku memberikan bintang 5 untuk hari ini.

#harike2
#tantangan15hari
#zona6stimulasimatematikafinansial
#pantaibentangpetualang
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional

Kamis, 04 Februari 2021

Stimulasi Matematika dan Finansial, Tantangan Hari Ke-1

Februari 04, 2021 0 Comments

Assalammualaikum,

Hari ini adalah hari pertama aku menuliskan jurnal tantangan zona ke-6 di kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional. Zona ke-6 ini mengangkat tema tentang "Stimulasi Kecerdasan Matematika dan Finansial". Sebuah tema yang membuatku cukup tertantang untuk menyelesaikannya dengan baik.

Setelah mengetahui teori pembelajaran matematika untuk anak usia dini, aku berharap bisa mengajarkan anakku mengenai konsep dasar matematika dengan cara yang asyik dan menyenangkan sehingga ia tertarik pada salah satu mata pelajaran yang menurut sebagian besar orang ini susah.

Kompetensi yang diharapkan dari tantangan di zona ke-6 ini adalah untuk menguasai keterampilan dan menstimulasi kecerdasan matematika. Tujuan dari tantangan ini yaitu memahami konsep dasar matematika melalui cara penyampaian yang mudah dan menarik. Sedangkan indikator keberhasilannya adalah sobatualang dan (atau) anak paham konsep dasar matematika dan berbinar saat mempraktikannya dalam kehidupan.

Sebelum masuk ke jurnal tantangan hari ini, saya ingin membagikan sedikit materi yang sudah diberikan oleh kakawi sebagai bekal kami para petualang di Pantai Bentang Petualang untuk menyelesaikan tantangan.

Matematika didefinisikan sebagai petunjuk dunia. Matematika sendiri digunakan hampir di setiap aspek dari kegiatan sehari-hari. Untuk mengenalkan konsep dasar matematika pada anak usia dini, yang perlu dilakukan adalah menggunakan ilustrasi atau alat peraga sederhana untuk memperkenalkan konsep abstrak.

Intinya, anak usia dini lebih mudah memahami hal-hal yang konkret sementara simbol-simbol atau angka-angka dalam matematika bersifat abstrak. Sehingga, yang perlu dilakukan adalah membawa simbol-simbol matematika ke dalam bentuk yang konkret agar dapat ditangkap oleh anak-anak.

Stimulasi Kecerdasan Matematika dan Finansial, Tantangan Hari Ke-1


Nama anak : Dipta

Usia : 2 tahun 3 bulan

Rencana Stimulasi :

Selama 5 hari ke depan, aku sebagai pendamping anak akan mengenalkan konsep dasar matematika mengenai perbedaan berbagai macam ukuran (panjang-pendek; tinggi-pendek; besar-kecil; luas-sempit, dan lainnya) menggunakan peralatan yang tersedia di rumah (atau luar rumah).

Aksi :

Hari ini, Dipta memainkan antena radio lama milik almarhum kakeknya. Aku kemudian menemukan celah untuk mengajarkan konsep panjang dan pendek padanya. Saat anakku menarik antena radio tersebut, aku menjelaskan bahwa antenanya menjadi panjang. Sebaliknya, ketika anakku menekan antena radio tadi, aku menjelaskan bahwa jika diperlakukan seperti itu maka antena akan menjadi pendek.

Refleksi :

Mengenalkan konsep dasar matematika untuk anak usia dini ternyata tidak serumit yang dibayangkan. Dengan menggunakan peralatan seadanya pun orang tua bisa mengajarkan anak mengenai konsep dasar dan logika matematika.

Mengenal konsep panjang-pendek dari antena radio

Dipta tampak senang dan bersemangat saat bermain dengan antena radio. Ia dengan senang mengulang-ulang kembali kegiatan memanjangkan antena radio dan memendekkannya kembali. Ia juga dapat menangkap saat aku bertanya, "kalau panjang gimana?" kemudian ia akan menarik antena radio tadi menjadi panjang. Saat aku bertanya, "kalau mau jadi pendek gimana?" lalu ia akan menekan antena radionya menjadi pendek. Alhamdulillah...

Bintangku Hari Ini :

Hari ini karena aku dengan mudah mendapatkan ide untuk mengenalkan konsep dasar dan logika matematika pada anakku lalu anakku dengan antusias menerima apa yang aku sampaikan, jadi aku memberikan bintang 5 untuk hari ini.

#harike1
#tantangan15hari
#zona6stimulasimatematikafinansial
#pantaibentangpetualang
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional