Rabu, 30 September 2020

5 Destinasi Wisata yang Paling Bikin Penasaran di Korea Selatan

September 30, 2020 4 Comments


Akhirnya sampai di penghujung tantangan menulis seputar drama Korea bersama teman-teman KLIP Drakor dan Literasi! 30 topik dalam 4 bulan sudah tuntas di akhir bulan September ini.

Skip dulu topik 29 karena aku masih ingin bertapa mencari ilham. Halasan! Sejujurnya belum PD aja menulis fanfiction, apalagi membaca tulisan teman-teman yang kreatif, imajinatif dan uapik tenan semuanya. Bikin diri ini terintimidasi sekaligus termotivasi, loh?!


Topik ke-30 adalah tentang tempat wisata yang ingin dikunjungi jika kita berkesempatan pergi ke Korea Selatan setelah menjadi drakorian. Sebagai pecinta travelling, jiwa raga ini meraung-raung ingin membuat daftar sepanjang mungkin. Haha.

Di tahun 2010 lalu, aku yang masih cupu tentang dunia drakor pergi ke Korea Selatan. Totally no idea dan tidak pula mencari tau tentang tempat wisata disana karena pergi kesana pun mewakili kampus untuk menghadiri serangkaian acara. Jadi followers aja dulu tuh. Haha, duh malu-maluin!

Setelah bertahun-tahun berlalu, aku pun bertransformasi menjadi penggemar drama Korea. Mulai lah berandai-andai untuk kembali mengunjungi Korea Selatan. Kalau dipikir-pikir rindu juga udara sejuk disana, pemandangan kotanya, jalan kaki kemana-mananya, naik kendaraan umumnya, bahkan makanannya pun aku rindu.


Sebenarnya kalau ditanya mau kemana aja jika berkunjung kembali ke Korea Selatan, jawabannya akan panjang sekali. Aku suka mengeksplore tempat baru, aku suka berpetualang jadi kemana pun tujuan wisatanya pasti aku happy. Haha.

Tapi, ada 5 tempat nih yang paling bikin penasaran ingin aku kunjungi jika (insha Allah) berkesempatan ke Korea Selatan lagi :

1. Demiliterized Zone (DMZ)

Demiliterized Zone
(Source : idntimes)
Demiliterized Zone atau yang lebih dikenal sebagai DMZ adalah zona perbatasan antara Korea Utara dan Korea Selatan. Sebelum aku berangkat ke Korea Selatan tahun 2010 lalu, ayahku sempat bercerita tentang pengalaman beliau berwisata ke DMZ. Ceritanya ini membuatku penasaran untuk mendatangi langsung tempat tersebut.

Rasa penasaran ini bertambah-tambah ketika aku sedang membeli souvenir di pusat perbelanjaan Dongdaemun dan menemukan baju kaos yang bergambar DMZ. Saat aku memegang dan melihat-lihat baju tersebut, ahjumma pedagang yang ternyata mahir berbahasa Indonesia langsung mengambilnya dari tanganku.

Ia kemudian menyimpan baju tersebut dan berkata, "Kamu boleh beli apapun tapi tidak usah baju itu ya!" Haishh~ padahal aku memang berniat untuk membeli baju tersebut sebagai oleh-oleh.

Berhubung acara di Seoul National University (SNU) saat itu cukup padat, aku tidak memiliki waktu untuk berwisata ke DMZ hingga akhirnya harus kembali ke Indonesia. Hiks!

Keinginanku untuk berkunjung ke DMZ muncul kembali setelah menonton drama Korea hits Crash Landing On You. Drama ini mengisahkan Kapten Ri Jung Hyuk dari Korea Utara yang terlibat cinta dengan Yoon Se Ri wanita asal Korea Selatan.


Yoon Se Ri (Son Ye Jin) diceritakan mengalami sebuah kecelakaan yang menyebabkan dirinya terdampar di zona perbatasan wilayah Korea Utara dan ditemukan oleh Kapten Ri Jung Hyuk (Hyun Bin) yang sedang bertugas di area perbatasan tersebut.

Untuk yang sudah menonton CLOY, pasti ingat adegan mengharu biru saat Kapten Ri mengantarkan Yoon Se Ri sampai ke garis perbatasan Korea Utara dan Korea Selatan di tengah malam. Kapten Ri mengantarkan Yoon Se Ri kesana agar dapat kembali pulang ke Korea Selatan.

Menonton CLOY bikin menambah rasa penasaranku akan destinasi wisata konflik ini, guys! Jika ada umur dan rezeki untuk bisa kembali ke Korea Selatan, DMZ akan masuk wishlist nomor 1 sebagai tempat wisata yang harus aku kunjungi untuk membayar rasa penasaran selama bertahun-tahun ini.

2. Jeju Island

Jeju Island
(Source : koreantourism.org)

Destinasi wisata ke-2 yang ingin aku kunjungi setelah DMZ adalah Jeju Island. Rasanya sudah beribu kali mendengar nama pulau Jeju yang tersohor ini. Terlalu banyak drama juga yang mengambil setting tempat di pulau Jeju. Bikin tambah penasaran.

Sebagai anak pantai dan pecinta laut, rasa-rasanya Jeju Island akan menjadi tempat wisata yang cocok untuk aku kunjungi. Membayangkan pasir dan hamparan lautannya saja sudah membuatku bahagia. Kelamaan di lock down di rumah jadi begini nih! Hehe.

Jeju Island juga terkenal sebagai destinasi untuk para pasangan yang ingin menghabiskan waktu berbulan madu. Pas banget nih kalau pergi kesana sama nae namja alias si Mas, tapi pasti anak kecil ikutan juga sih! Tak apalah, mau pergi serombongan juga pasti senang kalau bisa berkunjung kesana.

3. Secret Blue Bakery Cafe

Secret Blue Bakery Cafe a.k.a RS Jiwa OK
(Source : idntimes)
Jauh-jauh ke Korea Selatan masa mau ke kafe? Eits! Jangan salah, Secret Blue Bakery Cafe ini adalah salah satu lokasi syuting dari drama It's Okay To Not Be Okay yang very famous di tahun 2020 ini.

Secret Blue Bakery Cafe ini beralamatkan di 31-6 Ayajinbuk-gil Toseongmyeon, Goseong, Gangwon, Korea Selatan. Kafe ini disulap menjadi Rumah Sakit Jiwa OK dalam drama It's Okay To Not Be Okay. Yes, tempat dimana Moon Gang Tae bekerja sebagai perawat dan Ko Moon Young ditugaskan untuk mengajar kelas bahasa.

Yang sudah menonton dramanya pasti setuju kalau pemandangan disana terlihat sangat indah dan menentramkan jiwa. Aku juga pernah melihat ulasan mengenai tempat ini di salah satu acara yang ditayangkan oleh stasiun televisi swasta, memang lingkungannya seadem-ayem itu. Bikin penasaran ingin berkunjung kesana.

4. Namsan Tower

N-Seoul Tower
(Source : koreantourism.org)
Tahun 2010 ketika berada di Seoul, Korea Selatan, aku hanya bisa memandang menara Namsan dari kejauhan. Menara yang disebut juga dengan Seoul Tower ini sering dipamerkan juga di banyak judul drama Korea.

Untuk mencapai ke tempat yang disebut-sebut sebagai tempat tertinggi di kota Seoul ini kita bisa menggunakan cable car atau bus. Pemandangan yang tampak dari atas Namsan Tower dibilang menakjubkan dan akan membayar lunas semua effort yang kita lakukan untuk menuju kesana. Wuih! Kayak mana tuh? Bikin penasaran!

Berhubung dulu masih mahasiswi dan akomodasi pun mengandalkan sponsor, lol, jadi aku belum bisa berkunjung ke Namsan Tower karena untuk mencapai kesana butuh biaya yang lumayan pada waktu itu dan waktunya juga belum memungkinkan.

Semoga bisa berkesempatan untuk ikut memasang gembok cinta disana, biar ala-ala drakor! Haha.

5. Everland

Everland
(Source : ivisitkorea)
Sebelum pulang ke Indonesia, aku dan teman-temanku sempat berkunjung ke Everland, salah satu taman hiburan yang cukup tersohor di Korea Selatan selain Lotte World. Everland terletak di kota Yongin, provinsi Gyeonggi-do, Korea Selatan.

Everland disebut sebagai theme park atau taman hiburan terbesar di Korea Selatan. Pemandangan di Everland ini juga luar biasa sekali loh, sudah 10 tahun berlalu tapi aku masih ingat banyak sekali bunga-bunga berwarna-warni, bangunan-bangunan megah serta wahana-wahana seru yang ada disana.

Sungguh Dunia Fantasi, Trans Studio dan you name it semua theme park yang ada di Indonesia tidak ada apa-apanya dibandingkan Everland. Hehe, maaf aku jujur. Saking besarnya, sudah seharian bermain disana rasanya masih banyak tempat yang belum terjamah. Huhu. Next time insha Allah kesana lagi, pasti anak senang sekali.

Yang paling terkenang dan ingin aku ulang lagi adalah saat menaiki T-Express. T-Express adalah roller coaster terbesar di Korea Selatan. Menurut salah satu situs yang aku baca, T-Express juga tercatat sebagai roller coaster tercepat ke-9 di dunia, ke-4 tertinggi di dunia dan roller coaster kayu ke-6 terpanjang di dunia. Ommo, jinjja?! Darimana lah dulu aku mendapat nyali untuk naik itu?!

Pengalaman naik T-Express betul-betul meninggalkan kesan hingga sekarang, aku ingat bagaimana aku dan teman-teman dari UGM mengantri untuk naik wahana tersebut. Salah satu dari kami terlalu takut hingga tangan dan kakinya bergetar kemudian ia mengundurkan diri.

Aku juga ingat bagaimana rasanya terjun dari ketinggian entah berapa meter dan berputar mengitari track roller coaster. Salah satu forever after unforgettable moment in my life sepertinya.

Setelah jadi emak-emak, ternyata aku masih ingin mengulang sensasi naik T-Express ini jika nanti ke Korea Selatan. Haha!

Itu tadi 5 destinasi wisata Korea Selatan yang paling ingin dikunjungi versi Ima setelah menjadi drakorian. Semoga wishlist ini bisa terjuwud suatu hari nanti, entah kesana bersama keluarga kecil, keluarga besar atau bersama teman-teman KLIP Drakor dan Literasi mungkin? Yuk kita aminkan dulu ;)

Sukabumi, 30 September 2020

Senin, 28 September 2020

Step by Step Mendapatkan Traffic Bagi Blogger Pemula

September 28, 2020 26 Comments

Tanggal 30 Agustus 2020 yang lalu, aku berkesempatan untuk mengikuti salah satu dari rangkaian webinar yang diadakan oleh komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis. Materinya menurutku menarik sekali yaitu tentang Mendapatkan Traffic Untuk Blogger Pemula, sebagai blogger yang masih bisa terbilang sebagai pemula aku penasaran seperti apa sih tips yang diberikan oleh blogger senior?

Pembicara atau narasumber dari webinar ini adalah Mugniar Marakarma, seorang ibu rumah tangga sekaligus blogger dan penulis yang sangat produktif asal kota Makassar. Saat daftar riwayat pengalaman menulisnya dibacakan, takjub sekali saat mendengar Mbak Mugniar sudah menghasilkan puluhan ribu tulisan baik di blog maupun media lainnya.

Mbak Mugniar bisa dibilang begitu konsisten menulis dan selalu meluangkan waktu setiap hari untuk menulis, tentunya ini tidak dilakukan seminggu atau sebulan melainkan bertahun-tahun! Luar biasa sekali ya, bisa konsisten menulis dan menjadi blogger selama kurang lebih 10 tahun. Pantaslah, Mbaknya dipercaya menjadi narasumber dalam webinar yang diselenggarakan atas kerjasama dengan Indosat IM3 ini.

Beberapa hal yang aku garis bawahi saat mengikuti dan menyimak materi dari webinar Mendapatkan Traffic Untuk Blogger Pemula ini adalah :

Jadikan Blog Sebagai Galeri Tulisan


Ibarat galeri seni, blog adalah suatu tempat menyimpan hasil karya yang sudah kita ciptakan. Saat kita akan membuat suatu galeri, tentu kita harus punya tujuan untuk apa galeri tersebut dibuat? Seberapa besar keinginan kita agar orang-orang tertarik dan datang berkunjung ke galeri dan melihat karya-karya yang telah kita ciptakan?

Jadi, balik lagi ke tujuan Untuk Apa Nge-Blog? Punya tujuan ini ternyata penting sekali, tujuan akan selalu menjadi pengingat dan alasan mengapa kita harus terus menulis dan mengisi blog kita dengan berbagai konten.

Sebagain besar blogger tentunya ingin agar tulisan-tulisan yang disimpan di dalam blog dapat mendatangkan manfaat bagi para pembacanya, aku pun demikian. Dengan adanya tujuan seperti ini saja contohnya, akan menjadi salah satu motivasi para blogger untuk terus mengisi blognya dengan tulisan-tulisan yang dapat bermanfaat bagi orang lain.

Seberapa penting traffic untuk para blogger hanya bisa terjawab dari apa tujuan teman-teman ngeblog.

Traffic menjadi penting bagi seorang blogger ketika ia ingin hasil karyanya dilihat oleh banyak orang. Bagi blogger yang menulis untuk berbagi, traffic menjadi penting karena semakin banyak orang berkunjung dan membaca tulisan-tulisannya, ia berharap semakin banyak orang yang dapat menerima manfaat dari apa yang sudah ditulisnya.

Apalagi, bagi blogger yang menjadikan cuan sebagai alasan untuk terus ngeblog, traffic menjadi salah satu faktor penting yang menunjang penghasilan dari ngeblog.

Buat Pengunjung Blog Nyaman dan Betah


Bagi penulis yang mengharapkan banyak orang untuk datang berkunjung dan membaca tulisan-tulisan di blognya, tentunya kita ingin membuat para pengunjung betah dan nyaman berlama-lama mengunjungi galeri kita. Bagaimana caranya? Dengan membuat tampilan sefriendly mungkin bagi mata pembaca.

Ini dapat dilakukan dengan mengatur dan memilih template blog sehingga mobile friendly, karena kebanyakan zaman sekarang orang lebih senang membuka website melalui ponsel. Selain itu, perhatikan tampilan blog secara keseluruhan. Mulai dari pemilihan warna, background, font dan font size tulisan sampai dengan kecepatan loading blog. Malas banget kan kalau buka website kemudian lemot? Jangan sampai ini terjadi pada blog kita.

Yang terpenting dari semuanya adalah teman-teman harus rajin mengupdate konten. Blog dengan konten yang selalu diisi secara rutin akan lebih menyenangkan untuk dikunjungi dibandingkan dengan blog yang sepi konten. Bayangkan kita sedang berada di dalam galeri lukisan, lalu lukisan yang kita lihat itu-itu melulu selama berbulan-bulan. Tentu kita merasa tidak butuh untuk datang kembali ke galeri tersebut, ya kan?

Content adalah yang Utama


Content is the key

Begitulah yang dikatakan oleh Bill Gates dan disampaikan kembali oleh Mbak Mugniar dalam webinar. Menulislah dari hati, karena apa yang kita tulis dapat dirasakan oleh para pembaca. Menulislah apa adanya dengan menjadi diri sendiri. Tidak perlu menulis layaknya Tere Liye atau Andrea Hirata jika itu jauh dari diri kita yang sebenarnya. Pastikan kita memiliki style menulis sendiri dan tidak harus sama dengan yang lain.

Kita dapat menulis tentang hal apapun dan sebaiknya mulailah menulis dari hal-hal yang kita sukai. Dengan menulis konten mengenai hal yang kita suka, menulis akan menjadi lebih mudah dan mengalir. Kumpulkan informasi dan data-data terlebih dahulu jika memang memungkinkan dan dapat digunakan sebagai penunjang tulisan kita.

Jangan lupa untuk selalu merendah dan tidak cepat berpuas diri terhadap pencapaian. Selalu buka diri kita untuk menerima ilmu-ilmu baru terkait blogging dan kepenulisan. Ini akan menjadi faktor penting yang membuat skill menulis kita semakin terasah.

Saat ini, banyak blogger yang berlomba-lomba meningkatkan kemampuan diri mereka dengan mempelajari ilmu lain yang dapat menunjang pekerjaan mereka sebagai blogger. Misalnya saja fotografi, membuat dan mengedit video, membuat infografis serta belajar membuat Podcast.

Pesan yang selalu diulang oleh Mbak Mugniar adalah konsistenlah dalam menulis dan mengunggah konten! Kalau perlu buat jadwal rutin untuk menulis setiap harinya, jadikanlah menulis sebagai pekerjaan rutin sehingga lama-lama akan terbiasa dan menjadi bagian dari keseharian.

Branding dan Percaya Diri


Kalau sudah terjun ke dunia blog dan ingin blognya banyak dibaca orang, tentu kita harus percaya diri untuk memperkenalkan diri kita sebagai blogger. Ketidakpercayaan diri akan menghambat diri kita sendiri untuk berkembang.

Bener banget sih, dulu aku sempat tidak percaya diri dan merasa tulisanku itu masih banyak kurangnya, tidak layak untuk dibaca oleh banyak orang, malu dan hal lain yang akhirnya aku sadari malah tidak membuatku maju dan hanya diam di tempat.

Mbak Mugniar bahkan bercerita kalau dirinya pernah memperkenalkan dirinya sebagai blogger pada driver ojol. Ia pun tanpa sungkan menjelaskan pekerjaannya dan menunjukkan beberapa tulisannya di blog. Hihi, sempat-sempatnya ya...

Untuk menarik orang lain agar datang mengunjungi blog kita, kita juga harus pintar-pintar menggunakan sosial media yang saat ini memiliki pengaruh cukup besar. Jangan ragu-ragu untuk membagikan hasil tulisan kita di blog ke Instagram, Facebook, Twitter dan bahkan kita bisa memanfaatkan fitur Whatsapp story.

Teman-teman juga bisa memanfaatkan komunitas yang diikuti untuk membagikan hasil tulisan di blog, sembari meminta saran dan kritik untuk tulisan yang sudah dibuat. Intinya jangan malu dan jangan minder jika kita ingin blog kita dikunjungi oleh banyak orang. Pikirkan saja hal positif yang bisa diperoleh ketika kita menunjukkan tulisan di blog pada publik.

Kuasai Search Engine Optimization (SEO)

Source : responsify.com

Seperti yang dikatakan di atas kalau kita harus terbuka terhadap ilmu dan pengetahuan baru seputar ngeblog. Salah satu ilmu yang perlu dikuasai untuk menarik banyak traffic ke blog adalah SEO.

Mempelajari SEO berarti kita mempelajari cara menulis menggunakan kata kunci yang nantinya akan terindeks oleh Google. Kebayang kan kalau tulisan kita terindeks oleh mesin pencari sekelas Google dan banyak yang mencari tulisan dengan topik atau kata kunci seperti yang kita buat? Hmm... Jangan kaget kalau pengunjung blog bisa mencapai ratusan bahkan ribuan. Haha.

Tapi, ini tidak serta merta terjadi begitu saja loh! Tentu butuh usaha, kerja keras, waktu yang tidak sebentar hingga akhirnya tulisan kita menduduki halaman satu Google. Jadi, jangan cepat putus asa dan terus belajar ya!

Jalan Pintas Mendapatkan Traffic


Semua poin yang sudah disebutkan di atas adalah cara alami untuk mendatangkan traffic ke blog. Waktunya tidak sebentar dan butuh kesabaran.

Kalau tidak sabaran bagaimana? Ternyata ada juga nih jalan tikus yang bisa ditempuh. Caranya adalah dengan membayar orang yang sudah ahli di bidang blogging untuk mengelola blog kita. Jadi, kita tinggal mengeluarkan modal dan menunggu hasilnya.

Tapi, pasti feel-nya akan berbeda dengan ketika kita sendiri yang berjuang dan berusaha mengurus dan mengelola blog sendiri. Untuk poin yang ini sepertinya aku memilih untuk berusaha mandiri dulu, deh. Hehe.

Itulah tadi poin-poin penting yang aku catat ketika mengikuti webinar Mendapatkan Traffic Untuk Blogger Pemula. Kalau boleh menarik kesimpulan, rutin mengisi blog, membuat tampilan blog lebih eye friendly dan percaya diri untuk membagikan hasil tulisan adalah 3 poin yang terpenting untuk mendatangkan traffic ke blog.

Disamping yang sudah disebutkan di atas, mengadakan giveaway dan mengikuti lomba blog juga dikatakan dapat menambah traffic ke blog. Mungkin teman-teman ada nih yang terpikir untuk membuat giveaway?

Mengikuti webinar ini membuatku semakin termotivasi untuk terus konsisten menekuni hobi ngeblog, ingat tujuan ngeblog dan berusaha untuk mencapai tujuan tersebut.
Semangat untuk kita semua! Semoga tulisan ini bermanfaat ya ;)

Sukabumi, 28 September 2020

Kamis, 24 September 2020

Cha Ji Won, Wanita Tangguh Dalam Flower of Evil

September 24, 2020 2 Comments

 

Sebelum beranjak ke topik 29 tantangan menulis bersama teman-teman Drakor dan Literasi, aku akan merampungkan tugas menulis topik ke-28 lebih dulu. Topiknya adalah mimpi di siang bolong alias daydreaming ingin bertemu tokoh atau menjadi tokoh siapa dalam drama Korea? Haha. Sa ae ah topiknya nih!

Menonton drama Korea kadang, bahkan sering membuat penonton mengembangkan imajinasinya hingga ke langit ke-7. Bagaimana kalau aku punya pacar tampan seperti Lee Min Ho? Aku juga mau tiba-tiba jadi putri kerajaan seperti Shin Chae Kyung dalam Princess Hours. Bahkan, berandai-andai jikalau seandainya di dunia ini memang ada makhluk legenda yang berwajah rupawan kemudian jatuh cinta pada manusia. Apa jadinya?

Memang lah semua dalam drama Korea bisa terjadi, semua dikemas secara apik dan dibalut dengan jalan cerita yang menarik serta pemain drama yang membuat penonton berhalusinasi dengan pikirannya masing-masing.

Beberapa hari ini, aku keranjingan menonton drama yang baru saja tamat malam tadi, Flower of Evil. Saking larutnya dalam drama ini, tak terasa aku menghabiskan 8 episode dalam satu hari. Kacau! Jalan cerita dalam drama ini membuatku tak kuasa menahan diri untuk menekan pilihan next episode, next lagi, next lagi dan lagi. Kraayy~


Flower of Evil (FOE) dimainkan oleh aktor Lee Joon Gi yang pastinyaa nama doi sudah tidak asing lagi bagi para penggemar drakor. Joon Gi dipasangkan dengan Moon Chae Won sebagai suami istri yang sudah dikaruniai anak dalam drama ini.

Jalan Cerita Flower of Evil (FOE)


Source : allkdramas.com
FOE berkisah tentang sepasang suami istri dimana Cha Ji Won (Moon Chae Won) adalah seorang detektif handal yang biasa menangani kasus-kasus pembunuhan bersama rekan-rekan polisinya.

Suatu hari, ia ditugaskan untuk mengungkap kasus pembunuhan yang terjadi belasan tahun silam. Selidik punya selidik, kecurigaannya mengarah pada Baek Hee Sung yang merupakan suaminya sendiri.

Cha Ji Won mencurigai kalau identitas Baek Hee Sung sebenarnya adalah Do Hyun Su, seorang anak pembunuh berantai yang namanya tersohor karena kekejiannya di masa lalu. Do Hyun Su dianggap sebagai komplotan Do Min Seok dalam melakukan serentetan pembunuhan. Hiiiy~ ngeri banget!

Setelah kecurigaan tersebut timbul, tentu hubungan pernikahan Cha Ji Won dan Baek Hee Sung yang selama ini langgeng, adem ayem berubah. Cha Ji Won merasa terkhianati dan dibohongi selama bertahun-tahun oleh suaminya.

Sementara itu, di sisi lain Baek Hee Sung diam-diam berusaha mengungkap apa yang terjadi di masa lampau. Ia ingin mengungkap identitas sebenarnya anggota kelompok Do Min Seok yang terlibat dalam rangkaian pembunuhan di masa lalu. Jadi, Baek Hee Sung itu siapa? Do Hyun Su siapa? Cha Ji Won gimana kelanjutan ceritanya?

Kkk~ kalau penasaran cuss nonton atau japri aku buat aku kasi spoiler. Haha.


Guys, pokoknya nonton drama ini dijamin bikin sport jantung. Siapkan mental dan keberanian kalian karena akan banyak darah yang kalian lihat dan juga adegan-adegan kekerasan yang bikin aku skip-skip nontonnya karena nggak kuat.

Dari drama tersebut, aku cukup terkesan dengan akting Moon Chae Won yang meyakinkan. Sebelumnya, aku melihatnya saat ia berperan sebagai Seo Eun Gi dalam drama bertajuk Nice Guy (The Innocent Man). Dalam drama tersebut, hidupnya menderita banget! Nangis terus, melow terus! Berbeda dengan karakternya dalam FOE ini.

Jujur saja saat menonton FOE aku merasa baper sekali dengan karakter Cha Ji Won. Beberapa kali aku menyeka air mata karena ikut memahami situasi dan kondisi yang terjadi pada hidupnya. Haha. Bisa segitunya loh kalau menghayati drama Korea tuh!

Moon Chae Won as Cha Ji Won
Source : dramabean.com
Cha Ji Won ini membuat aku salut karena sifat dan karakternya yang bisa dibilang paket lengkap untuk dikatakan sebagai istri idaman. Di awal-awal episode kita akan mendapati Cha Ji Won adalah seorang wanita cantik dengan kehidupan yang terlihat sempurna.

Ia menjalani hari-hari sebagai seorang istri dari pengrajin logam dan ibu yang baik dari seorang anak perempuan lucu bernama Baek Eun Ha. Pembawaannya yang ceria membuat kehidupan rumah tangganya sangat hidup dan berwarna.

Bersama Baek Eun Ha
Source : dramabean.com
Cha Ji Won juga memiliki pekerjaan sebagai detektif handal. Dengan ketelitian dan daya analisisnya yang baik, ia mampu mengungkap kasus-kasus pembunuhan yang terjadi bersama rekan-rekannya. Ia menjadi salah satu anggota yang diandalkan oleh pihak kepolisian. Berdaya sekali mbaknya!

Sebagai seorang detektif, tentu Cha Ji Won tidak bisa dikatakan lemah. Ia banyak berhadapan dengan pelaku kriminal dan tanpa rasa takut melakukan pengejaran untuk menangkap pelaku kejahatan. Walaupun rekan setimnya kebanyakan adalah laki-laki, Cha Ji Won tidak ingin diperlakukan berbeda.

Saat bekerja sebagai detektif
Source : allkdramas.com
Keberanian Cha Ji Won bukan hanya dalam hal pekerjaan, ia pun berani mengungkapkan rasa cintanya terlebih dulu pada Baek Hee Sung. Dengan percaya diri, ia pun mengatakan kalau sebenarnya Baek Hee Sung juga menyukainya, hanya saja Hee Sung tidak menyadarinya namun Ji Won bisa melihatnya dengan jelas. Haha. PD banget ya, Eonni!

Cha Ji Won tidak begitu saja mendapatkan balasan perasaan dari Baek Hee Sung, perlu usaha berkali-kali sampai Hee Sung yang tidak bisa merasakan emosi akhirnya tergerak untuk membalas perasaan Cha Ji Won. Upaya Ji Won yang pantang menyerah pun berbuah manis karena mereka berdua akhirnya menikah dan memiliki kehidupan keluarga yang harmonis.

Bersama suami tercinta
Source : soompi.com
Bukan hanya masalah percintaan saja ia pantang menyerah, pun dalam memecahkan tiap kasus dan masalah yang terjadi di pekerjaannya. Ia selalu terus berusaha untuk mengumpulkan bukti-bukti dan fakta demi mengungkap kebenaran.

Saat rumah tangganya menghadapi badai masalah, Cha Ji Won sempat ragu dengan suaminya sendiri. Suaminya yang ia curigai selama ini menipu dirinya dan dengan jelas berkata pada yang lain bahwa tidak pernah sekalipun mencintainya. Istri mana lah yang sanggup mendengar kata-kata seperti itu? Huhuu...

Tapi, Cha Ji Won tidak menyerah begitu saja. Dengan sabar dan berusaha tegar ia mencari tau kebenarannya. Meskipun pada awalnya sempat ragu, ia sadar bahwa dirinya tidak pernah sedikitpun merasa cintanya pada Baek Hae Sung salah. Cha Ji Won pun memilih untuk tetap setia pada suaminya sampai akhir.

Perfect!
Source : Instagram
Tak bisa dipungkiri, peran Cha Ji Won dalam drama ini sangat penting. Bukan sekedar pemanis dalam romansa kisah cintanya bersama suaminya, tapi juga menjadi salah satu kunci keberhasilan pembongkaran kasus yang belasan tahun menjadi misteri tak terpecahkan.

Jadi kalau ada kesempatan berangan-angan, ingin sekali mampir ke rumah Ji Won eonni dengan membawa serta anakku. Saat Eun Ha dan anakku bermain bersama, aku akan berbincang dengan eonni tentang betapa daebaknya ia menghadapi dan melalui masalah-masalahnya yang terjadi belakangan dengan tabah dan kuat.

Di akhir sesi kunjungan tidak lupa aku dan anakku berfoto bersama Cha Ji Won, Baek Eun Ha dan tentu saja ayahnya Eun Ha. Haha. Halu bener dah! Ya, namanya juga daydreaming ^^

Sukabumi, 24 September 2020

Rabu, 23 September 2020

Pantulan Warna Zona 1 : Komunikasi Produktif

September 23, 2020 0 Comments

Bulan September menjadi bulan penuh belajar parenting untukku. Bersama teman-teman di kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional, aku menghabiskan setengah bulan untuk menerapkan teori yang didapat di zona pertama petualangan kami di kelas ini.

Komunikasi produktif, topik yang diangkat pada bulan ini. Kami belajar untuk mempraktekan apa yang sudah kami dapatkan mengenai ilmu komunikasi produktif. Berkomunikasi dengan pasangan, anak, orang tua bahkan lingkungan sekitar ternyata ada ilmunya.


Walaupun sebelumnya aku pernah membaca mengenai teori komunikasi produktif di salah satu buku yang aku miliki, tapi belajar bersama IIP membawa angin segar dimana aku diberi tantangan untuk membuat jurnal selama 15 hari berturut-turut.

Dengan membuat jurnal harian, aku jadi tau poin komunikasi produktif apa saja yang sudah aku terapkan. Mana yang harus aku tingkatkan dan mana yang belum aku lakukan. Dari total 15 hari tantangan, bulan ini aku berhasil menyelesaikan 10 hari membuat jurnal harian tanpa jeda.


Di akhir sesi setelah aku dan para sobatualang menyelesaikan tantangan, saatnya aku membagikan aliran rasa yang diperoleh setelah menyelesaikan zona 1 ini.


Mempraktekan komunikasi produktif terutama bersama anak dan suami tidak semudah membaca dan memahami teori yang ada. Masih ada ego dan emosi yang terbawa saat menghadapi situasi yang sebenarnya. Kadang sadar dan dapat dengan mudah mengikuti apa yang sudah aku pelajari, kadang khilaf sehingga masih menaikkan nada beberapa oktaf ketika berbicara. Fyuh~

Meskipun tidak ada namanya manusia yang sempurna, pembelajaran ini setidaknya dapat memperbaiki dan sedikit menutupi ketidaksempurnaan yang begitu nyata. Komunikasi produktif membuatku sadar betapa pentingnya berkomunikasi dengan bijaksana dan efektif dengan orang lain terutama anak dan suami.

Melihat anakku sudah mulai dapat berbicara dan mengeluarkan banyak kata dari lisannya, tentu aku ingin ia mempunyai role model yang baik. Siapa? Tentu orang tuanya dong yang utama. Aku dan suamiku akan terus berusaha menjadi panutan yang terbaik baginya.

Setelah bulan September berlalu, aku akan melanjutkan petualangan ke zona berikutnya. Mungkin aku tidak akan lagi menulis jurnal bertema komunikasi produktif di bulan berikutnya dan tergantikan oleh tema-tema lainnya, namun yang pertama pasti paling berkesan. Jadi, apa yang sudah aku dapatkan dari materi komunikasi produktif akan aku usahakan agar terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Aku akan terus berusaha membangun komunikasi yang efektif disertai dengan bahasa cinta untuk orang-orang disekitarku terutama suami dan anakku yang tersayang. Terima kasih zona pertama, untuk bulan September yang mengesankan!

Imawati Annisa Wardhani
Regional Sukabumi

#tantangan15hari
#zona1komprod
#pantaibentangpetualang
#institutibuprofesional
#petualangbahagia

Minggu, 20 September 2020

Perjalanan Waktu Bersama Drama Korea Bertema Time Travel

September 20, 2020 0 Comments

Rasanya sudah lama sekali sejak terakhir aku menulis tantangan drama Korea bersama teman-teman KLIP Drakor dan Literasi. Kali ini, aku akan membayar hutang tulisan yang seharusnya ditulis minggu lalu yaitu topik ke-27 tentang drama-drama dengan tema yang sama.

Saat masih duduk di bangku kuliah, aku punya seorang sahabat sekaligus sumberku menonton drama Korea. Suatu ketika ia menawariku untuk menonton salah satu drama bergenre fantasi dengan tema time travel, Queen In Hyun's Man.

Source : asianwiki.com
Pemeran utama wanita dalam drama tersebut adalah Yoo In Na, sebelumnya sudah aku kenal lewat drama Secret Garden sebagai teman dari Gil Ra Im. Pemeran utama prianya Ji Hyun Woo, yang belum pernah aku tonton aktingnya di drama lain.

Akhirnya aku menonton drama tersebut. Bercerita tentang Kim Boong Do (Ji Hyun Woo), yang bekerja di dalam istana jaman Joseon sebagai penasehat kerajaan. Ia diberi amanah untuk setia melindungi Ratu In Hyun dari golongan orang-orang yang ingin menjatuhkannya. Short story, Kim Boong Do dapat melakukan perjalanan waktu ke abad 21 setelah menerima jimat berisi mantra untuk menyelematkannya dari bahaya.

Di abad 21, Kim Boong Do bertemu dengan Choi Hee Jin (Yoo In Na) yang sedang merintis karir sebagai aktris dan kebetulan berperan sebagai Ratu In Hyun dari jaman Joseon. Kelanjutan cerita dari drama yang juga bergenre romantis bisa ditebak lah ya, mereka berdua saling jatuh cinta dan menghadapi cobaan karena jurang penghalang berupa perbedaan waktu yang amat nyata.

Di awal episode, aku sudah hampir menyerah karena menonton drama ini menggunakan logika. Drama ini adalah drama bertema time travel yang pertama aku tonton saat itu. Man, it doesn't make sense at all! Yaiyalah, Memunah, lu nonton drama fiksi pake mikir realita! Namun, dengan pertimbangan aku juga selesai menonton Secret Garden yang juga tak masuk di akal, aku melanjutkan juga menonton drama ini sampai tamat karena seru. Haha.

Setelah lepas dari Queen In Hyun's Man, drama Korea bertema time travel lain yang aku tonton adalah Rooftop Prince. Masih rekomendasi dari orang yang sama yang menyarankanku menonton Queen In Hyun's Man. Rooftop Prince diperankan oleh Park Yoo Chun sebagai Pangeran Lee Gak dan Han Ji Min sebagai Park Ha.

Source : mydramalist.com
Seperti Queen In Hyun's Man, Rooftop Prince mengangkat jaman Joseon sebagai latar belakang cerita. Di drama ini Pangeran Lee Gak bersama tiga orang pengikutnya secara tidak sengaja terdampar ke tahun 2012, 300 tahun dari masa dimana ia hidup. Lucunya, Lee Gak mendarat di atap rumah seorang wanita yaitu Park Ha.

Pangeran Lee Gak yang sedang mencari tahu tentang misteri kematian istrinya yang misterius kemudian mendapati seseorang yang mirip dengan istrinya saat ia berada di tahun 2012. Jadi, beberapa orang yang ada di zaman Joseon tempat dimana Lee Gak tinggal, ada juga di 300 tahun kemudian. Semacam reinkarnasi gitu lah ya.

Menonton drama ini tanpa berpikir menggunakan akal sehat membuatku cukup menikmati jalan ceritanya yang kocak tapi penuh intrik dan pertanyaan, sampai aku sempat mengulang menonton drama ini karena belum bisa move on setelah dramanya tamat.


Entah sejak kapan aku menjadi penggemar drama Korea bergenre fantasi tapi setelah Rooftop Prince, ada lagi drama bergenre fantasi yang mengangkat tema time travel yang aku tonton dan membuatku terbuai dengan ceritanya, yaitu Moon Lovers : Scarlet Heart Ryeo. Kayaknya ni drama sudah sering aku sebut di topik-topik sebelumnya. Haha.

Source : asianwiki.com
Pemain utama dalam drama ini adalah IU (Hae Soo) dan Lee Joon Gi (Wang Soo). Jika kedua drama yang aku ceritakan sebelumnya, para pemerannya bisa bolak balik menembus waktu, Hae Soo terjebak seumur hidupnya di jaman Goryeo setelah tenggelam di sebuah danau (atau kolam?). Hae Soo diceritakan menjadi salah satu penduduk di masa tersebut dan bertemu dengan pangeran-pangeran dari kerajaan Goryeo.

Kehadiran Hae Soo setelah ia tinggal di istana membuat para pangeran jatuh hati akan sifatnya yang baik, lugu dan juga membawa keceriaan. Tak terkecuali pangeran keempat yang dianggap paling tidak berperasaan yaitu Wang Soo. Dari sekian banyak pangeran yang mendekati dirinya, Hae Soo hanya membalas perasaan Wang Soo. Memang yang misterius itu lebih menarique.


Walaupun drama ini penuh konflik, darah dan air mata, aku penasaran sekali bagaimana Hae Soo akan kembali ke masa dimana ia seharusnya berada sehigga terus menontonnya hingga tamat. Ternyata, Hae Soo mendekam di zaman Goryeo hingga akhir hidupnya dan baru kembali ke masa depan lagi setelah ia tiada di akhir episode. Bagoeess! Selain itu, perhatian yang diberikan Wang Soo pada Hae Soo juga bikin betah, sih. Hehe.

Drama Korea tidak hanya mengangkat kisah travelling antara zaman kerajaan dan zaman modern, cerita time travel yang terjadi di era modern juga tidak luput dari ide writer-nim dan PD-nim dalam membuat drama Korea seperti pada Tomorrow With You.

Source : mydramalist.com
Tertariknya aku menonton drama ini adalah karena Shin Min Ah menjadi pemeran utamanya. Ia berperan sebagai Song Ma Rin, yang memiliki seorang suami time traveller yaitu Yoo So Joon, diperankan oleh Lee Je Hoon.

Kisah dalam drama ini seputar problematika serta dilema percintaan antara keduanya, dimana Song Ma Rin awalnya merasa bingung saat suaminya sering tidak muncul saat momen dimana harusnya ia hadir. Kecurigaannya berujung pada pengakuan suaminya kalau ia merupakan seorang time traveller.

Cerita ini mengingatkanku pada film barat berjudul The Time Traveler's Wife di tahun 2009. Film tersebut dibintangi oleh aktris Rachel McAdams dan aktor tampan pada masanya, Eric Bana.

Drama yang berkisah tentang perjalanan menembus ruang dan waktu yang terakhir aku tonton adalah The King : Eternal Monarch. Bintangnya adalah aktor kelas atasnya Korea Selatan yaitu Lee Min Ho (oppaaa!) dan Kim Go Eun sebagai female lead dalam drama ini.


Source : asianwiki.com
Plot twist drama ini di awal-awal episode selalu bikin penasaran, banyak pertanyaan yang membuatku menantikan jawabannya di episode selanjutnya. Jika drama time travel lain yang aku tonton berkisah tentang perjalanan menembus waktu, TKEM bercerita tentang perjalanan Lee Gon  (Lee Min Ho) menembus dunia paralel.

Dalam drama ini dikisahkan ada 2 dunia dimana terdapat Kerajaan Corea tempat Lee Gon tinggal dan Republik Korea Selatan tempat Jung Tae Eul (Kim Go Eun), kekasih hati Lee Gon tinggal.

Lee Gon harus melakukan perjalanan bolak balik menembus dunia paralel untuk menyelesaikan suatu misi demi menyelamatkan Kerajaan Corea, tempat dimana ia menjadi raja.

Meskipun seru dan aku bisa marathon menonton drama ini beberapa episode sehari, ternyata aku cukup kuciwa dengan ending drama ini. Gitu deh pokoknya. Hiks..


Itulah kelima drama serupa tapi tak sama yang sudah aku tonton. Masing-masing drama mempunyai kesan tersendiri, sehingga semua cukup menghibur saat aku menontonnya dulu. Semuanya juga meninggalkan kenangan dalam memoriku sehingga mampu aku recall untuk membuat tulisan ini. Hehe.

Sukabumi, 20 September 2020

Jumat, 18 September 2020

Mengobservasi dan Mengenali Periode Sensitif Anak Usia Dini

September 18, 2020 0 Comments

Bulan September sepertinya menjadi bulan belajar parenting buat aku. Selain kegiatan perkuliahan Bunda Sayang Institut Ibu Profesional sudah dimulai, aku juga mengikuti workshop How to Create Montessori-Inspired Program at Home yang dimentori oleh montessorian ternama Bu Pritta Tyas dan Bu Damar Wijayanti via Zoom.

Jika kegiatan perkuliahan di IIP berlangsung selama 13 bulan, workshop montessori ini berlangsung selama satu bulan (ajah!) setiap Sabtu tanggal 12, 19, 26 September dan 3 Oktober 2020. Selama 4 pekan, aku bersama kurang lebih 49 ibu-ibu lain ber-zoom bersama selama 3 jam.


Rajin dan niat banget sih ikut-ikutan workshop sana-sini? Ada aja yang komentar begitu. Haha. Beberapa waktu belakangan, terutama setelah punya anak dan menemukan celah untuk berkegiatan lagi, aku mendapati diriku senang sekali kembali membaca buku seputar parenting dan mempelajari soal blogging.

Dua hal ini rasanya seru sekali untuk didalami dan tanpa dipaksa, dengan antusias, aku senang belajar tentang hal tersebut. Beda banget, guys, sama ketika sekolah dulu. Belajar matematika dan fisika terpaksa sampai otak ngebul hanya demi nilai melewati batas minimum. Fyuh~

Belajar tentang parenting membuatku bisa mengaplikasikan ilmu yang didapat di keseharian bersama anak. Bisa berdiskusi dengan suami serta teman sesama ibu-ibu dengan toddler. Selain itu, aku jadi punya perspektif berbeda ketika mendapati anakku melakukan sesuatu yang kadang membuat kita heran akan tingkah lakunya. Aku jadi tau bahwa anakku sedang berada dalam fase apa dan bagaimana menanganinya, meskipun tentunya masih banyak kekurangan di mana-mana.


Pada pertemuan pertama workshop How to Create Montessori-Inspired Program at Home ada beberapa materi yang aku dapatkan, tentang Filosofi Montessori, Periode Sensitif Pada Anak Usia Dini dan Exercise of Practical Life.



Dalam tulisan ini, aku ingin berbagi tentang macam-macam periode sensitif pada anak usia dini, bagaimana mengobservasi serta mengenalinya.

Periode Sensitif Pada Anak Usia Dini

Banyak dari para orang tua termasuk diriku yang suka geregetan sendiri ketika anaknya suka sekali mengambil remahan-remahan yang tercecer di lantai, kemudian dimasukkannya ke dalam mulut. Hiyaaa~

Atau bertanya-tanya kenapa energi anak kita bagai tidak ada habisnya? Selalu aktif berlarian, memanjat, meloncat kesana kesini. Kalau diajak duduk diam membaca buku, tidak mau dan malah melengos pergi. Huft~

Lainnya adalah saat anak berlibur untuk mengunjungi rumah nenek atau sepupunya, ia jadi lebih bertingkah. Tidak mau nurut bahkan sering tantrum. What's wrong ya?!

Jawabannya adalah karena anak-anak pada fitrahnya memiliki periode sensitifnya masing-masing. Setiap anak itu unik, sehingga kapan periode sensitif itu muncul tidak sama antara satu anak dengan anak lain. Tugas orang tua adalah mengenali periode sensitif anak-anaknya untuk dapat memfasilitasi sebagaimana kebutuhan anak tersebut.

Ada 6 periode sensitif pada anak usia dini, yaitu :

1. Keteraturan

Periode ini biasanya dimulai sejak anak masih bayi. Anak-anak suka sekali dengan keteraturan, ritme kegiatan yang terjadi dalam fase-fase awal kehidupannya membuat mereka merasa aman dan nyaman.

Anak akan merasa kesal jika keteraturannya diusik. Misalnya, harusnya setelah mandi, anak akan bermain sepeda di luar rumah. Namun, karena harus pergi jadi kegiatan bermain sepeda ditiadakan di hari tersebut. Jangan heran jika anak akan menjadi badmood dan lebih sensitif dari biasanya, karena keteraturannya berubah.


Yang bisa orang tua lakukan untuk memenuhi periode sensitif terhadap keteraturan ini adalah membuat ritme kegiatan sehari-hari sehingga anak tau kegiatan apa yang akan ia lakukan selanjutnya. Kemudian menempatkan barang milik anak pada tempat tertentu sehingga ia tau dimana barangnya disimpan.

Setelah memahami adanya fase ini, kita sebagai orang tua harusnya bisa lebih maklum saat anak kecewa atau marah saat keteraturannya berubah.

2. Benda Kecil

Umumnya, anak berusia 18 bulan hingga 3 tahun berada dalam periode sensitif terhadap benda kecil. Ia akan suka mengamati detail kecil yang menurut kita, "Ngapain sih yang begitu diambilin?"

Semut yang berbaris, batu-batu kecil dari jalan, butiran beras yang jatuh, remah-remah kue yang tercecer bahkan serpihan debu rasanya tidak luput dari pandangannya. Hmm..

Cara memfasilitasi anak dengan periode sensitif ini adalah mengajaknya untuk mengamati detail dari suatu barang di rumah. Misalnya mengamati detail bunga, daun atau sarang laba-laba seperti yang aku dan anakku lakukan beberapa waktu lalu. Hehe.

3. Bergerak

Inilah jawaban ketika banyak orang tua menganggap anaknya tidak bisa diam, maunya lari-larian dan manjat-manjat terus. Mungkin anak-anak kita sedang berada di puncak sensitifitas terhadap gerak.

Periode ini dimulai sejak anak masih bayi loh. Ia akan mencoba mengembangkan kemampuan geraknya mulai yang awalnya hanya goler-goler saja, lalu berusaha membalikkan badan, kemudian glundang-glundung, merangkak, merambat hingga berjalan.

Setelah berjalan apakah itu akan berhenti? Tentu tidak. Anak-anak akan mengeksplorasi kemahiran geraknya dengan berlari, meloncat, memanjat dan lainnya untuk memenuhi kebutuhan periode sensitifnya.

Bagaimana memfasilitasinya? Adalah dengan memberikan ruang gerak yang cukup baginya setiap hari. Misalnya dengan berjalan-jalan pagi atau sore hari ke taman, lalu biarkan ia berlarian disana. Ajak anak naik sepeda, sediakan trampolin untuk melompat, dan sebagainya.

Anak yang kebutuhan geraknya belum tercukupi akan menjadi susah untuk fokus dan berkonsentrasi. Jadi, saran yang bisa diberikan ketika anak sedang dalam periode sensitid terhadap gerak, puaskan dulu kebutuhan ia bergerak setelahnya ia baru bisa lebih kalem dan fokus.

4. Eksplorasi Sensorial

Menurut pengamatanku, anakku saat ini sedang berada di periode sensitif akan eksplorasi sensorial. Ketika ia diminta untuk menyendok pompom, ia lebih memilih menggunakan tangannya untuk memindahkan pompom dari satu wadah ke wadah lain.

Saat aku memintanya untuk menggunakan pinset untuk menjepit benda, ia pun hanya melakukannya beberapa kali dan lebih senang meraba, memegang hingga meremas benda tersebut. Binar matanya juga terlihat berbeda loh! Selain itu, ia juga tiba-tiba tertarik untuk mencium bau-bauan seperti wangi minyak telon dan body lotionnya.

Anak akan lebih cepat menyerap informasi saat inderanya bekerja. Ada kalimat yang ngena banget dari dr. Maria Montessori mengenai hal ini,

What the hand does, the mind remember

Jadi, untuk memfasilitasinya kita bisa mengajaknya melihat-lihat dan mengeksplorasi sekitar menggunakan inderanya. Misalnya, mengenalkan wujud asli buah naga. Meraba bagian luar kulitnya juga buahnya, mencium aromanya dan mencicipinya.

5. Sosial (Sopan santun)

Periode sensitif ini umumnya muncul saat anak berusia 2.5 tahun. Sebagai absorbent mind yang menyerap semuanya ke dalam otak, orang tua atau pengasuh harus benar-benar memberikan contoh yang baik untuk anak karena apa yang kita lakukan akan diserap dan suatu saat dipraktekkan kembali olehnya.

Anak tidak perlu diberikan teori tentang kesopanan panjang lebar karena ia akan meniru perilaku lingkungannya. Monkey see, monkey do. Sering dengar kalimat tersebut ya? Hehe. Sehingga, penting sekali membuat aturan (ground rules) yang baik baginya.

6. Bahasa

Biasanya anak baru bisa berbicara akan secara kontinyu mengeluarkan kata-kata baru yang sebenarnya telah ia dengar. Istilahnya akan ada fase ledakan bahasa dimana kemahirannya berbicara akan meningkat secara drastis. Nah, berarti anak-anak sedang dalam periode sensitif terhadap bahasa nih.

Untuk memfasilitasinya, kita bisa lebih sering mengajaknya ngobrol, bercerita, mendongeng, membacakan buku, menyebutkan kata-kata baru dengan bahasa yang benar (tidak dibuat-buat seperti anak kecil) dan memberikannya kesempatan berbicara.

Sedangkan ketertarikan untuk membaca dan menulis umumnya akan muncul di usia 3.5 tahun ke atas.

Cara Mengobservasi dan Mengenali Periode Sensitif Pada Anak Usia Dini

Setelah mengetahui keenam periode sensitif pada anak usia dini, orang tua perlu memahami sedang dalam periode sensitif apa anak-anaknya? Supaya kita lebih menghormati dan menghargai anak-anak.

Untuk melakukannya, orang tua dapat melakukan pengamatan atau observasi kegiatan sehari-hari yang dilakukan anak-anak. Saat melakukan observasi ini, kita cukup memfasilitasi anak kemudian mengamati apa yang anak kerjakan seperti menggunakan kamera.

Mengobservasi anak seperti menangkap momen menggunakan kamera

Lalu, kita bisa merekam atau mencatat dengan membuat narasi yang tanpa dibuat-buat. Dari sana, kita dapat menarik kesimpulan anak-anak kita sedang dalam periode sensitif yang mana.

Bu Pritta memberikan contoh anaknya yang sedang bermain jerami (jeramian) dengan menggunakan pinset. Ternyata, anaknya kurang tertarik memakai pinset dan memilih menggunakan jarinya untuk meremas lalu mengambil jerami satu per satu sampai akhirnya ia usapkan jerami-jerami tersebut ke wajahnya.

Dalam workshop kemarin, Bu Pritta juga mengatakan bahwa biasanya paling banyak anak akan ada dalam 2 puncak periode sensitif dalam satu waktu. Jika dari pengamatan masih mengambil kesimpulan ada 3 atau 4 periode sensitif anak, coba zoom kembali kamera kita untuk mengamati anak-anak.

Jika sebelumnya aku pernah membaca-baca mengenai periode sensitif ini pada beberapa buku yang aku miliki, setelah mendapat penjelasan dan contoh langsung rasanya pemahamanku lebih mendalam tentang materi ini.

Dengan mengetahui adanya periode-periode sensitif pada anak usia dini, aku mencoba untuk melihat anakku dari sudut pandangnya. Mencoba memahami apa yang sedang ia sangat butuh untuk dipenuhi dan belajar bagaimana caranya bereksplorasi.

Semoga informasinya bermanfaat!

Sukabumi, 18 September 2020

Rabu, 16 September 2020

Kuliner Malang : Pasta On Bowl, Spesialis Take Away Pasta Dalam Mangkuk

September 16, 2020 11 Comments

Sudah setengah tahun kita menghabiskan hari-hari di tengah masa pandemi Covid-19. Rasanya Indonesia belum menemukan titik terang masa-masa penuh kekhawatiran ini akan berakhir, melihat grafik jumlah pasien yang terpapar Covid-19 masih terus naik dan entah sudah mencapai puncaknya atau belum? Hiks!

Selama itu pula, aku bertahan untuk meminimalisir kegiatan di luar rumah. Keluar rumah hanya untuk berbelanja bulanan saja atau berjalan-jalan sekitar komplek perumahan bersama anak di pagi hari. Sebagai seorang ibu rumah tangga yang doyan travelling, rasanya sudah suntuk luar biasa ingin bepergian dan liburan. Melihat instastory beberapa teman yang staycation, cuci mata di mall ataupun dine-in di tempat makan sungguh aku ingin juga melakukannya tapi... ku tahan saja lah entah sampai kapan demi kesehatan dan keselamatan keluargaku.

Beberapa waktu lalu, saat masih penuh harap pandemi akan berakhir di akhir tahun atau awal tahun depan, aku dan seorang sahabat membuat wacana untuk berkunjung ke kota Malang sebagai destinasi wisata after pandemic. Selain ingin mengunjungi tempat wisatanya, aku juga ingin mencicipi salah satu kuliner hits spesialis take away di Malang yaitu Pasta On Bowl. Sebagai pecinta pasta, sayang banget sepertinya kalau melewatkan untuk mencobanya.

Tentang Pasta On Bowl


Seperti yang teman-teman tau, aku senang sekali menuliskan sesuatu yang berbau bisnis kuliner di blog ini. Kali ini, aku akan mengulas tentang usaha pasta yang saat ini sedang berkembang di Malang bernama Pasta On Bowl (POB). Owner dari POB ini adalah Erryn Mutiara Paramytha, wanita produktif asal kota Cilegon yang saat ini tinggal di Malang bersama suaminya.

Ide membuat usaha kuliner ini sudah ada sejak Mei 2018, Erryn berpikir untuk membuka usaha sembari mengisi hari-harinya dengan kegiatan yang bermanfaat. Ia kemudian memilih untuk mencoba mengembangkan usaha kuliner dalam memulai bisnisnya. Pasta ia pilih sebagai menu utama usaha yang akan dirintisnya, alasannya adalah karena sejak sekolah ia hobi membuat kreasi masakan pasta. Keluarganya pun selalu menagih makan pasta buatan Erryn. Setelah mematangkan konsep, akhirnya POB resmi dibuka pada tanggal 27 November 2018.

Berbeda dengan tempat makan pasta yang lain, POB adaah spesialisasi makanan take away. No dine-in, sehingga Erryn mendaftarkan usaha kulinernya ini di Go-Food dan Grab-Food. Jika teman-teman selalu membayangkan makan pasta itu mahal dan plating-nya di piring yang bagus dan cantik-cantik, POB mengubah mindset tersebut dengan menghadirkan menu-menu pasta yang harganya terjangkau. Harga dari semua menu yang ada di POB berkisar di Rp. 15.000 - Rp. 27.000 saja, guys!

Spaghetti Aglio Olio Jamur, salah satu menu best seller POB

Seperti namanya, POB menggunakan mangkuk sebagai wadah makannya. Lebih praktis, bisa dimakan di mana saja dan tidak khawatir berceceran apalagi tumpah. POB juga menggunakan bahan-bahan berkualitas dan sehat dalam pembuatannya, salah satu signature menu-nya yaitu Alfredo Creamy, dimasak tanpa susu atau heavy cream. Erryn menggunakan bumbu rahasia yang membuat pastanya tetap creamy namun rendah lemak, wow! Menarik sekali.

Best seller juga nih, Spaghetti Alfredo Creamy Daging Asap

Rasa dari pasta-pasta yang dihadirkan oleh POB ini unik dan dijamin tidak akan ditemukan di tempat lain. Di samping itu POB mengusung konsep plant-based friendly dengan menghadirkan pilihan toping jamur untuk menu pastanya sehingga menu ini cocok sekali untuk para vegan.

Resep POB sendiri Erryn olah secara otodidak, melalui beragam resep yang ia baca dari buku resep, Youtube channel dan dikembangkan serta modifikasi hingga memiliki rasa khas ala POB.

Branding Ala Pasta On Bowl


Seperti kebanyakan usaha yang merangkak dari awal, POB pun sempat mengalami yang namanya sepi pembeli di awal-awal buka. Namun, Erryn menerapkan ilmu bisnisnya yang sudah ia dapat selama berkuliah di SBM-ITB untuk mengembangkan POB supaya lebih dikenal masyarakat luas terutama warga Malang.

Strategi marketing yang Erryn lakukan agar POB lebih dikenal adalah dengan memanfaatkan fasilitas Instagram Ads, endorse ke beberapa selebgram Malang dan gencar melakukan promosi di berbagai akun Instagram kuliner Malang. Erryn juga memberanikan diri untuk mengikuti acara Go-Food Festival Malang yang diadakan di Malang City Poin tahun 2019 lalu.

POB bahkan sudah diundang oleh salah satu radio lokal yaitu MAS FM 104.5 dimana Erryn sebagai owner POB diminta untuk hadir sebagai bintang tamu salah satu acaranya. Erryn pun menyambut hal tersebut dengan suka cita, sebagai mantan penyiar radio tentu senang bisa bernostalgia di ruang siaran.

Erryn (jilbab coklat) saat menghadiri undangan sebagai bintang tamu di MAS FM 104.5

Sedikit demi sedikit, nama Pasta On Bowl semakin dikenal dan pelanggan hariannya juga semakin meningkat. Hingga saat ini, sudah banyak warga kota Malang yang menjadi langganan membeli pasta di POB. Menu yang menjadi favorit dari POB adalah Spaghetti Alfredo Creamy Tuna dan Spaghetti Aglio Olio Daging Asap. Duh, jadi ngiler nih mau coba!

Pasta On Bowl vs Pandemi Covid-19


Usaha POB menghadapi badai saat Indonesia didera wabah virus Corona. Niat Erryn untuk mengembangkan POB dengan membuka kedai makan harus tertunda entah sampai kapan karena Covid-19. Booth POB yang ada di Go-Food Festival pun harus ditutup karena Go-Food Festival harus dihentikan sejak Covid-19 semakin mewabah.

Sempat ingin menyerah karena sepinya pelanggan dan merosotnya omzet hingga 90% membuat Erryn mengambil beberapa langkah untuk mundur. Namun Erryn menolak berhenti mengembangkan usaha yang ia rintis dari nol ini. Ia mencoba beradaptasi dengan kondisi pandemi dengan membuat promo dan diskon yang menarik demi mengambil kembali hati pelanggan.

Tak hanya itu, Erryn juga semakin mengedepankan kebersihan dari proses pembuatan menu-menu POB sehingga pelanggannya tidak perlu khawatir masalah higienitas.

Erryn pun mengembangkan menu-menu baru yang dikemas menjadi ricebowl dimana akhirnya lahirlah sisterbrand dari POB yaitu Superbowl Malang.

Best seller : Superbowl Rendang

Walaupun masih harus menahan keinginan untuk segera membuka kedai sendiri karena pandemi yang belum keliatan titik terangnya, Erryn terus berusaha mengembangkan usahanya dengan menghadirkan menu-menu baru setiap 3 bulan sekali baik menu utama maupun snacks. Erryn juga selalu mencoba berimprovisasi dengan berbagai resep masakan untuk diaplikasikan pada POB dan Superbowl Malang.

Superbowl Telur

Berkat semua upayanya, meski di tengah pandemi seperti saat ini POB masih diminati para pecinta pasta untuk disantap di rumah masing-masing. Jumlah pelanggan setianya pun terus bertambah dari hari ke hari.

Tips Produktif Ala Owner Pasta On Bowl


Sebagai ibu rumah tangga dengan segudang pekerjaan rumah, Erryn memberikan tips menjalankan kegiatan di rumah sebagai istri dan chef untuk bisnisnya.

Pertama, Erryn tentu mengutamakan pekerjaan rumah agar diselesaikan terlebih dahulu. Jika di tengah-tengah mengurus pekerjaan rumah ada pesanan masuk, ia menghentikan sejenak pekerjaan rumahnya dan turun ke dapur untuk memasak.

Saat ini, Erryn juga dibantu oleh beberapa orang karyawan untuk mempercepat pekerjaannya dalam memasak. Tak lupa juga ia meluangkan waktu untuk bereksplorasi dengan resep dan mencoba menu-menu baru.

Buat kalian yang tinggal di Malang, boleh banget kalau mau mencicipi Pasta On Bowl dengan memesan via Grab atau Go-Food. Caranya cukup ketik Pasta On Bowl yang beralamatkan di Bareng, Klojen. Kemudian silahkan pilih menu yang kalian inginkan. Boleh juga hubungi kontak Whatsapp berikut untuk informasi lebih detail.

Semoga pandemi segera berlalu dan aku bisa berkunjung ke Malang! Selain untuk berwisata, tentunya untuk mencicipi Pasta On Bowl yang selalu bikin ngiler saat melihat Instagramnya. Hehe.

Sekian dulu kisah inspiratif Erryn dan Pasta On Bowl. Semoga informasinya bermanfaat. Terima kasih!

Sukabumi, 16 September 2020

Senin, 14 September 2020

Manfaat Art Therapy Dalam Mencari Jalan Pulih

September 14, 2020 1 Comments

Tulisan ini masih berkesinambungan dengan beberapa tulisanku sebelumnya dalam rangka mempromosikan buku antologi keduaku berjudul PULIH.

Baca tentang : Tentang Antologi PULIH

Tanggal 16 September besok adalah hari terakhir masa pre-order dari buku antologi PULIH, buat teman-teman yang berminat untuk membaca 25 kisah perjalanan pulih orang-orang yang pernah mengalami mental illness, masih ada 2 hari lagi nih untuk melakukan pemesanan!

Di tulisan sebelumnya, aku menuliskan tentang beberapa penyakit yang termasuk kategori mental illness. Kalian bisa membacanya pada tulisanku yang berjudul Histrionic Personality Disorder dan 4 Penyakit Mental Lainnya.

Kali ini, aku ingin mengulik sedikit mengenai salah satu metode terapi yang biasa digunakan untuk memulihkan kondisi kejiwaan penderita mental illness. Konon, metode ini sudah terbukti ampuh terhadap kesembuhan orang-orang yang menunjukkan tanda-tanda sakit mental.

Art therapy adalah ...

Metode yang akan aku ceritakan disini adalah art therapy atau terapi seni. Mungkin beberapa dari kalian pernah mendengar tentang metode ini ya? Secara garis besar art therapy adalah proses prikoterapi yang menggunakan seni sebagai media ekspresi.

Seni yang dimaksud disini beragam mulai dari menggambar, mewarnai, melukis, membuat kolasi hingga memahat. Art therapy ini dipandang efektif karena seni dapat menumbuhkan rasa senang pada seseorang yang melakukannya.

Dari karya seni yang dibuat oleh pasien, art therapist akan memeriksa kondisi kejiwaan pasien dengan membaca kode tersembunyi yang tertuang dalam hasil karya pasien untuk kemudian memberikan konseling yang sesuai.

Art Therapy sebagai jalan pulih

Bagaimana bisa sebuah seni dijadikan metode terapi untuk orang-orang yang mengalami gangguan jiwa? Bagaimana cara kerja dari metode art therapy ini?

Dalam proses membuat karya seni, seseorang pasti melibatkan emosi di dalam proses art making. Emosi yang dilibatkan ternyata jauh dari yang tampak dipermukaan, secara sadar atau tidak, seseorang yang sedang sibuk membuat karya seni pasti merasakan kehadiran emosi tersebut dan menuangkannya dalam karya yang ia buat.

Art therapy secara mendasar menggabungkan konsep art making dan psikologi. Oleh karena itu, dihadirkan art therapist untuk menerjemahkan pesan-pesan emosional yang tersirat dalam hasil karya pasien. Tentunya proses ini menggunakan teknik psikoterapi agar tujuan dari terapi dapat tercapai.

Bersumber dari Psychology Today, art therapy dapat diterapkan mulai dari kalangan anak-anak, remaja hingga orang dewasa yang memiliki problematika hidup seperti stress, kecemasan hingga depresi.

Proses pemulihan dengan metode art therapy bisa dilakukan secara individual ataupun berkelompok. Saat sedang mengerjakan karya seni, art therapist akan memerhatikan bagaimana proses kita menyelesaikan karya seni tersebut tanpa berkomentar apa-apa.

Setelah selesai, baru dilakukan sesi tanya jawab antara art therapist dan pasien. Pertanyaan yang diajukan seputar proses pembuatan hingga perasaan yang muncul saat membuat karya seni tersebut.

Secara terpisah, art therapist akan membaca karya seni yang telah dibuat oleh pasien. Setiap detail coretan, warna yang dipilih hingga tekstur yang tercipta mengandung makna yang menggambarkan kondisi kejiwaan pasien.

Manfaat dari Art Therapy

Art therapy ternyata memiliki cukup banyak manfaat untuk kondisi psikologis seseorang. Mengakui emosi yang muncul dan meregulasinya, dapat mendamaikan konflik emosional, menumbuhkan self-awareness dan self-esteem, mengembangkan keterampilan sosial, mengelola perilaku impulsif serta mengurangi stress dan kecemasan.

Sedikit bercerita, aku memiliki seorang sahabat yang sering merasa tertekan karena banyaknya masalah yang harus ia hadapi. Namun, ia mengatasinya dengan menghasilkan berbagai karya seni terutama seni lukis. Menurutnya, dengan melukis ia dapat memindahkan dan menuangkan emosi yang terpendam di dalam dirinya ke dalam wadah lain sehingga pikirannya menjadi lebih rileks.

Meskipun tanpa therapist yang mendampingi, secara tidak langsung sahabatku menggunakan metode art therapy untuk menjaganya tetap waras ditengah badai masalah yang harus ia hadapi.

Adapun tujuan dari art therapy sendiri adalah mendorong terjadinya komunikasi melalui penggunaan media seni, agar pasien dapat bereksplorasi dan mengekspresikan diri melalui seni, belajar berkomunikasi dengan diri sendiri dan menemukan kembali dirinya melalui seni.

Begitulah sedikit informasi tentang art therapy yang bisa aku bagikan. Sebagai informasi tambahan, meskipun art therapy ini sudah diakui oleh dunia ternyata jumlah art therapist di Indonesia masih sedikit sekali loh! Bahkan katanya bisa dihitung menggunakan jari.

Untuk kalian yang membeli buku antologi PULIH, kalian akan mendapati beberapa cerita di dalamnya yang menggunakan metode art therapy sebagai ikhtiar mencari jalan kesembuhan dari penyakitnya masing-masing. Menarik banget, oleh karenanya aku jadi terinspirasi untuk membuat tulisan ini.


Oya, buku antologi PULIH masih dalam masa pre-order loh. Bagi yang berminat bisa dilihat informasinya di bawah ini :

OPEN PO PULIH
(26 Agustus 2020-16 September 2020)



Judul: Pulih
Tebal: 306 halaman
Ukuran: 14 x 20 cm
ISBN: 978-623-7841-76-0
Terbit: Agustus 2020
Harga normal: Rp 100.000,-
Harga PO: Rp 95.000,-

Pemesanan antologi PULIH bisa langsung melalui via Whatsapp ke nomor 082136516493. Terima kasih.

Sukabumi, 14 September 2020