Rabu, 27 Mei 2020

4 Topik Untuk Mengisi Kekosongan Blog

Mei 27, 2020 20 Comments

Sebagai blogger yang masih belajar untuk konsisten menulis, mencari topik untuk ditulis di blog kadang menjadi kendala yang harus selalu dicari jalan keluarnya. Terkadang, menulis juga masih mengandalkan mood. Saat mood oke dan topik seru untuk dibahas, pasti lancar jaya dan langsung menjadi sebuah tulisan. Tapi kadang meskipun sudah punya bahan untuk ditulis tapi mood sedang tidak baik, tulisan akan terasa hambar dan kurang hidup.

Padahal, untuk menjadi seorang penulis profesional tidak bisa selalu mengandalkan mood untuk menulis. Bagaimana jika ada pekerjaan dengan deadline mepet dimana kita wajib membuat suatu tulisan? Ya masa mau mengandalkan mood terus. Untuk menghindari hal-hal semacam ini, aku membiasakan diri untuk menulis setiap hari. Kalaupun akhirnya tidak selesai, minimal menjadi draft untuk dilanjutkan di hari berikutnya.

Membahas soal topik untuk suatu tulisan, berdasarkan pengalaman pribadi nih sebaiknya kita mulai menulis dari hal-hal yang kita sukai dan kuasai. Seperti kata J.K.Rowling,

"I just write what I wanted to write. I write what amuses me. It's totally for myself. I never in my wildest dreams expected this popularity."

Yes! Mulailah menulis dari sesuatu yang menyenangkan bagi diri kita, jangan dulu berharap banyak bahwa tulisan kita akan viral, booming, menjadi trending topic dan sebagainya. Awal-awal aku menulis, aku hanya menceritakan bagaimana kehidupanku sebagai ibu rumah tangga, cerita tentang morning sickness dan hal lain yang berbau curhatan. Haha.

Kemudian, setelah beberapa bulan membiasakan diri menulis aku jadi tau dan paham topik-topik apa saja yang selalu seru untuk kutuliskan di blog. Beberapa topik tersebut adalah :


1. Travelling


Sebagai pecinta plesiran, rasanya benar-benar rugi sekali aku tidak membiasakan diri menulis blog sejak dulu. Padahal, sudah sejak kecil orangtuaku sering mengajak aku dan adik-adik bepergian. Kebiasaan travelling ini sudah ditanamkan bahkan sejak kami belum sekolah.

Setelah rutin menulis blog, aku sadar bahwa pengalaman travelling yang sudah-sudah harusnya aku arsipkan dalam tulisan. Sebagai rekam jejak untuk diri sendiri dan juga wawasan untuk pembaca yang tertarik mengunjungi destinasi wisata tersebut atau hanya sekedar penasaran seperti apa tempatnya.


Saat menuangkan ulang pengalaman travelling melalui tulisan, rasanya seperti kembali bernostalgia. Membayangkan kembali kejadian-kejadian seru selama pergi ke tempat-tempat baru dan melakukan hal-hal yang sebelumnya belum pernah aku coba.

Bagiku, pengalaman menyenangkan selama travelling selalu menjadi penyelamat saat aku mulai bingung mau menulis apa. Hehe.


2. Parenting


Aku memang seorang ibu baru, baru satu setengah tahun ini menjadi ibu. Masih memiliki secuil pengalaman dibandingkan dengan ibu-ibu yang anaknya sudah beranjak remaja. Tapi, membagikan kisah tentang tumbuh kembang anak memang menyenangkan.

Selain untuk menyimpan kenangan sebagai new mom, aku menulis hal-hal yang berbau parenting juga untuk berbagi dengan new moms lainnya. Tidak jarang, teman-temanku yang baru menikah dan punya anak bertanya berbagai macam hal yang berkaitan dengan pengalamanku yang serupa dengan masalah yang sedang mereka hadapi.


Kalau pas ada tulisan di blog yang bisa kutunjukkan, nggak usah menjawab panjang lebar tapi cukup dengan satu link tulisan di blog. Senang dong kalau tulisan kita bisa memberi inspirasi dan manfaat bagi orang-orang yang membaca.


3. Blogging - Literasi


Sebagai orang baru di dunia blogging, aku masih terus belajar sana-sini bagaimana agar menjadi seorang yang terus konsisten dan serius menekuni dunia ini.

Banyak membaca, bertanya pada senior, ikut kuliah online dimana-mana, bergabung dengan komunitas, semua aku jabanin supaya ilmu tentang blogging yang aku miliki terus bertambah. Tidak hanya tentang nge-blog tapi juga tentang literasinya.


Biasanya, aku suka menulis ulang pengetahuan baru tentang blogging yang telah aku baca atau hasil kuliah-kuliah online yang aku ikuti. Tentu aku menulis sesuai dengan pemahamanku dan dengan gaya menulisku sendiri.

Dengan begini, aku bisa membaca ulang hasil rangkumanku tanpa harus membuka-buka lagi sumber yang telah aku buka.


4. Family - Marriage Life


Sepertinya aku sering banget menyebut-nyebut atau bercerita tentang kegiatan bersama keluargaku, apa yang keluargaku ajarkan semasa aku kecil dulu, tentang ayahku, banyak lah!

Mengapa? Karena ya banyak hal menyenangkan yang aku lalui bersama mereka, banyak sekali memori yang ada di dalam kepalaku dan ingin aku tuangkan dalam Written Pensieve ini. Supaya kenangan-kenangan itu semua tidak lekang oleh waktu.

Terkadang aku juga bercerita tentang kehidupan pernikahanku, karena mulanya aku menulis kembali di blog ini untuk berbagi kisah menjadi ibu rumah tangga. Kadang aku juga menulis sesuatu yang terjadi di kehidupan pernikahan orang lain menurut pandanganku.


Seperti halnya topik tentang parenting, pembahasan mengenai keluarga dan rumah tangga ini sering kutemui di grup-grup chat yang ada di ponselku. Makanya, suka terinspirasi untuk menulis tentang ini.

Keempat topik tersebut merupakan tema-tema favorite-ku untuk menulis dan mengisi kekosongan blog ini. Ketika mulai kehabisan ide menulis, aku pasti akan mengulik topik-topik tersebut dan memilih salah satu untuk dijadikan sebuah tulisan yang layak naik post di blog.

Kalau kalian, topik apa nih yang paling banyak memberikan inspirasi untuk menulis?

Sukabumi, 27 Mei 2020

Selasa, 26 Mei 2020

Menyewa Villa Melalui Situs Persewaan Terpercaya

Mei 26, 2020 0 Comments

Menurut berita yang aku tonton dari layar televisi, tujuan wisata yang akan banyak diserbu masyarakat Indonesia setelah berakhirnya masa pandemi virus Corona adalah wisata outdoor atau wisata alam. Entah kapan hal ini terjadi yang jelas pemilik guest house, villa maupun hotel harus mempersiapkan kemungkinan membludaknya wisatawan yang akan belibur.

Ngomong-ngomong soal villa, keluargaku memiliki sebuah villa di bernama My Pisita Anyer Resort. Villa ini terletak di Jl. Anyer KM 129, Cikoneng, Anyer, Serang, Banten. Bangunan bertingkat dua yang bertempat di Jl. Sanur 2 No.3 ini menyimpan banyak kenangan semasa aku kecil hingga SMA.

Pantai Pisita (anyerpedia.com)

Selama tinggal di Cilegon, sering kali keluarga kami menghabiskan akhir pekan di Pisita terutama ketika sanak saudara datang berkunjung ke rumah. Jarak tempuh dari Cilegon ke villa Pisita di Anyer adalah sekitar 1.5-2 jam menggunakan kendaraan pribadi.

Mengasyikan sekali disana, letak villa keluargaku dengan pantai amat sangat dekat. Cukup berjalan kaki sekitar 2 menit sudah terlihat hamparan pasir dan deburan ombak di lautan. Di beberapa spot tertentu, kita bisa melihat gunung anak Krakatau yang terlihat mengagumkan terutama saat sunset tiba.

Source : anyerpedia.com
Selain menghabiskan waktu di pantai, terdapat fasilitas di My Pisita Anyer Resort yang dapat digunakan oleh pengunjung seperti kolam renang, arena permainan anak-anak, banana boat dan aneka permainan air lainnya. Tidak semua bisa diakses secara bebas, beberapa dikenai biaya tambahan seperti untuk menggunakan banana boat.


Source : anyerpedia.com
Baca tentang : Bermain di Private Beach, Mercure Hotel Nusa Dua - Bali

Malam harinya, kita bisa bersantai di selasar villa sambil membuat ikan bakar, jagung bakar atau barbeque sesuai selera. Di villa kami disediakan berbagai peralatan untuk bakar-bakaran. Makannya bisa di meja makan yang terdapat di dalam villa atau di tempat duduk-duduk di bawah pohon kelapa yang terletak di sekitar teras rumah.

Menghabiskan momen di villa milik pribadi ini bukan hanya saat bersama keluarga saja, aku dan teman-teman semasa sekolah dulu hampir setiap tahun memanfaatkan waktu liburan sekolah untuk pergi menginap disana.

Memiliki 3 kamar utama dan 2 kamar mandi serta ruang keluarga yang cukup luas, villa milik keluargaku mampu menampung banyak orang sehingga aku dan teman-teman sekelas serta satu atau dua orang guru pendamping turut serta menyegarkan pikiran di tempat tersebut. Melupakan semua kegiatan belajar mengajar dan mengantinya dengan kegiatan bersenang-senang.

Villa ini memang disewakan untuk umum. Dengan berbagai fasilitas penunjang seperti dapur yang lengkap dengan peralatan masak, kompor dan kulkas; ruang makan yang dilengkapi dengan meja makan serta kursi dan dispenser; juga ruang keluarga yang dilengkapi dengan sofa dan televisi, villa milik keluargaku ini dibanderol dengan harga Rp.1.700.000,- untuk weekend dan Rp.1.500.000,- saat weekdays.

Sayangnya, setelah kejadian tsunami yang menghantam wilayah Banten pada 22 Desember 2018 lalu kemudian ditambah dengan pandemi Covid-19 saat ini, villa kami menjadi sepi pengunjung. Sedih sekali, loh! Padahal pada hari-hari normal hampir setiap minggu villa orang tuaku ini full booked.

Kalau-kalau kalian berminat untuk liburan ke pantai Anyer setelah wabah Corona musnah dari negara kita, boleh loh kontak aku untuk menyewa villa keluarga kami yang pastinya aman, nyaman dan terpercaya. Hehe.

Situs Persewaan Villa

Saat ini, menyewa villa masih menjadi salah satu pilihan utama untuk menghabiskan waktu berlibur. Terutama untuk yang sudah berkeluarga atau berencana liburan bersama keluarga besar. Kalau menyewa hotel, tentunya biaya yang dibutuhkan cukup besar apalagi jika harus menyewa beberapa kamar untuk beberapa malam.

Di zaman serba online sekarang ini, mau pergi kemana, menggunakan apa dan tinggal dimana bisa kita atur hanya dengan sebuah ponsel. Banyak sekali layanan online yang disediakan penyedia jasa untuk mempermudah kita memilih fasilitas menginap sesuai dengan keinginan dan budget kita.

Tentunya, kita harus memilih situs yang mudah diakses dan terpercaya agar rencana liburan kita terealisasi dengan baik. Jangan sampai salah pilih provider, bukannya liburan nyaman nanti malah jadi zonk dan membuat mood kita berantakan. Amit-amit deh!

Salah satu situs layanan persewaan villa yang trusted adalah Sewa Villa. Disini, terdapat ratusan villa yang bisa kalian pilih dari berbagai daerah tujuan wisata. Mau menginap di Anyer, Bogor, Bali, Bandung atau daerah lain semua tersedia.

Source : sewa-villa.com
Situs ini juga dapat langsung menghubungkan kalian dengan penyewa villa melalui email ataupun telepon. Semua fasilitas yang disediakan beserta harga sewa per malamnya sudah dicantumkan sehingga kalian bisa menyesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan kalian.

Source : sewa-villa.com
Selain pantai, tujuan wisata yang akan banyak diserbu pengunjung sudah pasti wilayah pegunungan. Berlibur ke daerah dataran tinggi yang memiliki hawa dingin nan sejuk sudah pasti membuat stress kita berkurang dan badan kita menjadi lebih fresh hanya dengan menghirup segarnya udara pegunungan.

Kalau ingin liburan model begini, Puncak akan menjadi pilihan utama tujuan kalian. Betul kan? Panorama yang indah serta udara yang sejuk membuat orang-orang akan berbondong-bondong mengunjungi daerah Puncak saat liburan tiba.

Ah, sudah terbayang jalanan macet dan wisatawan yang berhenti untuk singgah menyantap jagung bakar di warung yang terletak di tepian tebing.

Situs Sewa Villa ini juga menyediakan pilihan villa di daerah Puncak yang dapat disewa untuk umum. Tentunya, villa pilihan yang ada dalam situs ini memiliki harga sewa yang terjangkau apalagi untuk menghabiskan liburan bersama keluarga. Harga terjangkau tapi fasilitas lengkap, wah! Asyik sekali ya kan? Yuk langsung saja mampir ke Sewa Villa di Puncak .

Tidak sabar ya menanti momen kebebasan dari pandemi Covid-19 ini. Selain supaya bisa bebas melenggang keluar rumah tanpa rasa was-was, kita bisa segera bertemu dan berkumpul kembali dengan keluarga serta saudara kita yang sudah lama tidak kita temui selama beberapa bulan ini.

Jangan lupa untuk tetap menjaga kesehatan ya teman-teman. Untuk sementara waktu, tetap di rumah aja dan mari kita berlibur di villa atau tempat wisata lain setelah semua wabah ini mereda!

Sukabumi, 26 Mei 2020



Jumat, 22 Mei 2020

Mr. Zoo : The Missing VIP (2020), Kolaborasi Manusia dan Hewan Memecahkan Kasus

Mei 22, 2020 6 Comments

Agenda menulis bareng grup Drakor dan Literasi hadir kembali! Kali ini kami akan me-review film Korea berjudul Mr. Zoo : The Missing VIP (2020). Film ini masih tergolong fresh karena dirilis di awal tahun 2020 sebelum virus Corona mewabah ke seluruh penjuru dunia.


Awal menonton trailer-nya aku teringat pada film kartun semasa kecil dulu yaitu The Wild Thornberry's. Ceritanya tentang Eliza Thornberry dan keluarganya yang suka berpetualang di alam liar dimana Eliza memiliki kemampuan berbicara dengan hewan. Eliza sering kali membantu teman-teman hewannya untuk memecahkan masalah atau kasus.

Jalan Cerita

Source : asianwiki.com
Berbeda dengan Eliza, di film Mr. Zoo : The Missing VIP ini pemeran utamanya yaitu Joo Tae-Joo yang diperankan oleh aktor kawakan Lee Sung-Min awalnya begitu membenci hewan. Hal ini berlatarbelakang kisah sedih ketika istrinya yang berprofesi sebagai dokter hewan meninggal dunia.

Joo Tae-Joo adalah seorang agen rahasia Korea Selatan yang sudah tidak diragukan lagi kemampuannya. Ia begitu terkenal di kalangan agen-agen lain karena selalu sukses menjalankan misinya.

Selain agen rahasia, Mr. Joo memiliki sifat perfectionist, mempunyai tingkat ketelitian tinggi dan sangat detail. Ia juga merupakan orang yang super rapih dan bersih, tidak akan membiarkan debu kecil pun menempel pada barang-barang miliknya.

Suatu hari, ia memberanikan diri untuk mengambil misi melindungi seekor panda yang merupakan simbol persahabatan antara negara Korea Selatan dan China. Tidak ingin dianggap pengecut, Joo Tae-Joo lebih mementingkan gengsinya daripada rasa bencinya pada hewan.

Kedatangan Mingming (Yoo In-Na) si panda betina menarik perhatian masyarakat Korea Selatan. Mereka beramai-ramai mendatangi kebun binatang untuk melihat Mingming, penjagaan pun diperketat untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan serta untuk memastikan bahwa Mingming baik-baik saja.

Tak disangka, penyusup berhasil masuk dan melemparkan bom asap saat Mingming hadir di atas panggung untuk menyapa penonton yang sudah berkumpul untuk melihatnya. Kekacauan terjadi, Mingming pun kabur dan dibawa oleh kawanan penculik yang menggunakan mobil bertulisakan Badan Lingkungan Hidup.

Mr. Joo yang baru menyadari bahwa Mingming diculik setelah mobil penjahat tersebut melenggang, buru-buru mengejar mobil tersebut tapi naas dirinya mengalami kecelakaan yang membuat kehidupannya berubah.

Setelah sadarkan diri dan mendapati dirinya di rumah sakit, Joo Tae-Joo tiba-tiba memiliki kemampuan berbicara dengan hewan. Bukan hanya dia yang merasa shock, hewan-hewan yang sadar bahwa Joo Tae-Joo bisa berbicara dengan mereka juga kaget bukan main.

Source : hancinema.net
Setelah berdamai dengan kekuatan supernya ini, Mr. Joo berusaha membuktikan pada Direktur Min (Kim Seo-Hyung) tempat ia bekerja di NIS bahwa ia akan menemukan serta membawa kembali Mingming dalam keadaan selamat dan utuh.

Source : hancinema.net
Joo Tae-Joo memulai pencarian Mingming dari kebun binatang tempat kejadian perkara. Disana, ia diberitau oleh seekor gorilla yang suaranya diisi oleh Lee Jung-Eun bahwa yang dapat membantunya menemukan Mingming adalah seekor anjing militer dari ras German Shepherd bernama Ali (Shin Ha-Kyun). Sayangnya, Ali kabur setelah melihat kejadian tersebut sehingga Joo Tae-joo harus menemukan Ali terlebih dahulu.

Setelah berhasil bertemu Ali, anjing tersebut tidak serta merta menerima tawaran Joo Tae-Joo untuk membantunya menyelesaikan misi menemukan panda VIP tersebut. Ali ternyata mengidap Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) yang membuatnya kehilangan semangat dan kekuatan untuk kembali menjadi anjing militer.

Baca tentang : Trauma Malam Minggu

Sebelum menyelesaikan misi pencarian Mingming, tugas berat Joo Tae-Joo adalah membujuk Ali agar mau diajak bekerja sama dengan memulihkan trauma anjing tersebut.

Action & Comedy

Film ini bergenre action yang dibumbui dengan komedi sehingga penonton tidak perlu terlalu tegang dan serius menyaksikannya.

Beberapa adegan membuat kita tertawa bahkan disaat yang terlihat serius sekali pun. Lee Sung-Min yang biasa bermain peran sebagai sosok serius pun sukses membawakan Mr. Joo menjadi tokoh yang serius sekaligus kocak. Ditambah dengan peran-peran aktor serta aktris pendukung lainnya yang membuat kita begitu terhibur dengan film ini.

Namanya juga agen rahasia yang melawan musuh, dalam film ini terdapat beberapa adegan pukul-pukulan, tendang-tendangan dan adegan serupa yang kurang pantas dilihat oleh anak-anak. Meskipun memiliki latar belakang cerita keluarga, sebaiknya saat menonton ini bersama anak selalu dampingi dan beri edukasi yang baik pada anak-anak agar tidak mencontoh adegan yang kurang berkenan.

Friendship & Family

Disamping penyelesaian misi yang dilakukan oleh Joo Tae-Joo dan Ali, film ini mengandung makna yang dalam akan persabahatan dan kekeluargaan.

Aku belum menyebutkan bahwa Joo Tae-Joo memiliki seorang anak perempuan bernama Seo Yeon (Kal Seo-Won) yang serupa dengan ibunya, pecinta hewan. Ia memiliki empati yang besar terhadap binatang dan bercita-cita untuk menjadi seorang dokter hewan seperti mendiang istri Joo Tae-Joo.

Source : hancinema.net
Kerap dikecewakan oleh kesibukan ayahnya sebagai agen rahasia negara, Seo Yeon akhirnya bisa berdamai dan rukun kembali dengan ayahnya berkat Ali dan hewan-hewan lainnya.

Persahabatan antara Joo Tae-Joo dan Ali juga membuat kita begitu terharu ketika salah satu dari mereka harus mengorbankan diri untuk menyelamatkan yang lainnya. Dari film ini kita belajar bahwa bonding yang kuat antar sahabat tidak hanya bisa terjadi pada sesama manusia tapi juga antara manusia dan hewan seperti yang ditunjukkan oleh kedua sahabat ini.

Source : hancinema.net
Buat para pecinta hewan, film ini cocok sekali ditonton karena hewan yang muncul bukan hanya Ali si German Shepherd dan Mingming si panda China. Banyak hewan lain yang muncul dan mengambil peran dalam film ini.

Secara keseluruhan, film berdurasi 1 jam 53 menit yang disutradarai oleh Kim Tae-Yoon ini menarik untuk ditonton bersama keluarga. Film ini mengajarkan bahwa manusia dan hewan bisa hidup berdampingan bahkan bersahabat. Tingkah lucu pemeran dan para hewan di dalamnya juga cukup menghibur. Tapi, tetap dampingi anak-anak ketika menonton film ini.

Sekian dulu review film Korea kali ini. See you on next review! Mampir yuk ke tulisan reviewer lain mengenai Mr. Zoo : The Missing VIP di bawah ini :

Rabu, 20 Mei 2020

Siang Tidak Mau Tidur, Malam Susah Tidur

Mei 20, 2020 0 Comments

Memasuki usia 18 bulan atau 1.5 tahun, anakku menjadi semakin aktif dan tidak mau diamnya makin menjadi-jadi. Berantakin mainan dimana-mana, manjat sana sini, lari-larian di dalam rumah yang terkadang gak lihat depan belakang kanan kiri gas terus! Jangan heran kalau tiba2 menangis karena nyosor lantai atau mencium tembok.

Memang fitrahnya di usia segitu anak sedang aktif-aktifnya. Sedang memasuki puncak periode sensitifitas terhadap gerak menurut metode Montessori. Tapi, yang bikin gemas adalah ketika dia menolak tidur siang padahal mata sudah 5 Watt. Maunya tetap bermain dengan kondisi oleng kesana kemari.

Kalau sudah begini, jam tidurnya akan menjadi kacau. Waktunya makan tidak fokus karena sibuk kisik-kisik mata, menguap berkali-kali dan berujung mengemut makanannya di dalam mulut. Dibawa ke kamar, anaknya auto kabur keluar dan kembali ke box mainannya. Heheu.


Ujungnya dia akan tertidur di sore hari. Ini sih yang gawat karena pasti begadang malam harinya. Terkadang, aku terlelap lebih dulu di malam hari sementara dia masih sibuk ngoceh-ngoceh tidak karuan. Kadang ia menangis karena tidak diijinkan bermain di luar kamar oleh ayahnya. Yaiyalah, malam waktunya tidur bukan lagi bermain.

Setelah aku observasi, penyebab dia susah tidur siang dan tidur terlalu larut di malam hari antara lain sebagai berikut :

1. Bangun Terlalu Siang

Akhir-akhir ini, anakku sering terbangun saat ayah dan ibunya makan sahur. Awalnya hanya minta ASI, kalau beruntung dia akan kembali terlelap tapi ketika mendengar suara piring dan sendok ayahnya kelontangan maka matanya akan langsung terbuka lebar.

Setelah menjadi tim hore dalam acara sahur, biasanya ia akan tidur lagi setelah subuh sekitar jam 5 atau setengah 6 pagi. Ini nih yang menjadi sumber masalah, ia akan bangun kembali sekitar jam 9 atau setengah sepuluh. Nggak mungkin dong jam 12 atau 1 siang sudah tidur lagi, ya kan? Durasi ia bangun akan tetap sekitar 7-8 jam hanya saja di jam yang berbeda dari biasanya.

Kalau begini, menyiasatinya adalah dengan tidak memberikan ASI ketika ia meminta di pagi hari supaya langsung bangun dan tidak tidur lagi sampai siang. Tapi ini ada konsekuensinya, waktu tidurnya yang belum cukup bisa membuatnya cranky seharian. Bagaimana ini ibu-ibu?

2. Tidur Siang Terlalu Sore

Ini adalah akibat dari penyebab nomor 1. Bangun yang terlalu siang menyebabkan aktifitas anakku dimulai lebih siang juga seperti sarapan, ngemil, minum susu, main dan lainnya. Pergeseran waktu ini berdampak pada tidur siang yang seharusnya dilakukan di siang hari berpindah jadi sore hari.

Memang anakku suka sekali menahan kantuk untuk tetap bermain dengan mainannya atau lari-larian di dalam rumah, tapi kalau sudah ngantuk dan capek banget ya pasti tidur ujung-ujungnya.

Aku pernah mencoba menyiasatinya dengan menahan agar ia tidak tidur di sore hari. Mengajaknya tetap beraktifitas dan menghindari sesi pemberian ASI, yang terjadi adalah anakku tetap tertidur bahkan pada saat makan camilan. LOL!


3. Tidur Siang/Sore Terlalu Lama

Idealnya, anakku tidur siang selama 1-2 jam. Ini tidak akan terlalu berpengaruh pada jam tidur malamnya, misalnya ia tidur jam 1 siang dan bangun jam setengah 3 sore. Malam harinya sekitar jam 9 malam ia sudah bisa kembali tidur.

Lain cerita kalau tidur siang atau sore lebih dari 2 jam. Beberapa kali anakku tidur hingga 3-3.5 jam sehingga bangun kesorean. Akibatnya, begadang lah dia kadang sampai jam 11 atau setengah 12.

Kalau sudah begitu, malam hari akan kuserahkan pada ayahnya karena aku pasti akan sangat mengantuk dan memilih untuk tidur duluan. Kasihan juga sih suamiku, sudah capek pulang kerja tapi masih harus menemani anakku hingga tertidur.

Terkadang, kami berdua tidur duluan dan anakku masih sibuk main sendiri. Harapannya agar dia segera merasa bosan dan ikut tidur bersama orangtuanya, kadang cara ini berhasil namun kadang dia akan tetap bermain hingga cranky karena tau tidak ada teman.

4. Ingin Bermain Lebih Lama Bersama Ayahnya

Ini juga menjadi salah satu faktor anakku begadang, apalagi kalau ayahnya harus bekerja sampai malam. Sering sekali saat ia sudah bersiap tidur lalu mendengar suara kendaraan ayahnya memasuki garasi rumah, bye bye kamar dan kasur. Ia akan segera bersemangat menghampiri pintu dan memintaku membukakan pintu untuk ayahnya tercinta.

Ya anakku memang begitu dekat dengan ayahnya. Sampai-sampai saat ayahnya datang ke Jogja pada waktu aku dan suamiku harus menjalani LDM, anakku teruus membuntuti ayahnya bahkan menangisinya saat suamiku pergi ke kamar mandi. Haha.

Sesungguhnya tulisan ini hanya berisi curhatan, tidak ada tips atau apapun. Aku menuliskannya karena ini permasalahan yang sedang kuhadapi saat ini. Huhu. Untuk mengatasi ini semua aku mencoba konsisten untuk menerapkan keteraturan untuk anakku, tapi karena banyaknya faktor X maka teori tidak semudah prakteknya.


Sekian, sampai jumpa di tulisan yang lebih berfaedah lainnya! Hehe.

Sukabumi, 20 Mei 2020

Selasa, 19 Mei 2020

Pertama Kalinya Hari Raya di Perantauan

Mei 19, 2020 0 Comments

Tidak terasa sebentar lagi kita sudah harus berpisah lagi dengan bulan Ramadhan. Sedih? Tentu saja, semoga tahun depan kita masih bisa berjumpa kembali dengan bulan penuh berkah dan ampunan ini dalam keadaan sehat wal afiat. Aamiin.

Hari Minggu insha Allah kita akan menyambut kehadiran hari raya Idul Fitri 1441 H, hari dimana kita seperti dilahirkan kembali dan kembali fitrah. Apa saja persiapan yang dilakukan untuk menyambut lebaran tahun ini?

Bagiku, tahun ini merupakan sesuatu yang baru untukku dan keluarga kecilku. Kami tidak pulang ke kampung halaman kami baik ke Jogja maupun Bandung. Kami memilih untuk tetap diam di Sukabumi hingga pandemi mereda, mendukung program pemerintah untuk tidak mudik. Tapi sedih deh, melihat masih ada ribuan orang yang mudik tanpa memikirkan efek jangka panjangnya di tengah wabah virus seperti ini.

Terserah orang-orang itu deh ya, mungkin mereka punya pertimbangan sendiri untuk tetap mudik. Aku dan keluargaku memilih untuk diam di rumah guna menghindari efek yang tidak diinginkan. Mencoba menyelamatkan diri sendiri, suami dan anak dulu deh daripada mengorbankan banyak hal demi mudik.

Tahun-tahun sebelumnya, setelah menikah aku selalu menghabiskan momen hari raya Idul Fitri bersama keluargaku di Jogja. Aku berterima kasih sekali pada ayah mertuaku yang selalu mengijinkanku mudik karena katanya kalau kumpul di Bandung bisa kapan pun, tidak harus saat lebaran.

Rasanya senang sekali bisa menghabiskan waktu 2 tahun terakhir berlebaran bersama bapak, ibu dan adik-adikku karena tanpa tau apa yang terjadi, tahun ini kami tidak bisa bersama-sama lagi. Tahun ini, bapak meninggalkan kami untuk selamanya sebulan sebelum Ramadhan tiba. Tahun ini pula, aku tidak bisa pergi ke Jogja supaya tetap sehat agar bisa berkumpul lagi nanti.

Pertama kalinya lebaran tanpa ada saudara sama sekali di perantauan, jujur membuat aku bingung. Nanti gimana ya pas hari H? Apa masih ada halal bi halal antar tetangga? Apa kami akan menerima tamu? Apa aku harus memasak macam-macam masakan seperti keluarga lain memasak saat hari raya?
Yang jelas, kami tidak membeli baju lebaran dan berbelanja ala ala seperti yang dilakukan bejibun orang di mall dan pusat perbelanjaan. Heran, sudah tau lagi banyak virus yang belum ditemukan obatnya namun mereka masih sempat berpikir untuk belanja baju baru dan rela berdesak-desakan. Kalau pun mau belanja, online saja lebih aman daripada mengacuhkan aturan social distancing dengan tawaf di pusat perbelanjaan.

Persiapan kami menyambut lebaran yang pertama adalah belajar ikhlas dan legowo karena tahun ini, kami hanya lebaran bertiga saja di rumah. Mulanya aku dan suami berpikir berulang kali untuk pulang ke Bandung dan berkumpul dengan keluarga disana.

Akhirnya, melihat kondisi masyarakat Indonesia dimana masih banyak yang pulang kampung, kami menjadi khawatir akan keselamatan keluarga kecil kami sehingga ketok palu untuk tidak kemana-mana. Harapannya agar pandemi ini segera berlalu sehingga kami berkesempatan mudik dalam waktu dekat. Huhu.

Persiapan kedua menyambut lebaran adalah dengan beres-beres rumah. Hehe. Setelah pindahan bulan Oktober tahun lalu, rumah kami belum benar-benar dirapihkan. Masih banyak barang-barang di dalam kardus yang belum di tata, masih banyak yang perlu dipilah-pilah mana yang masih terpakai dan yang tidak.

Waktu libur suami yang tidak lama membuat aku dan suamiku membuat target kapan rumah kami selesai dibereskan. Tentunya sebelum lebaran tiba ya. Berhubung kami berdua dibantu oleh seorang asisten kecil yang kerjanya bisa lebih sibuk, pastinya acara beres-beres ini tidak cukup memakan waktu satu hari. Alasannya karena harus mengkondisikan asisten kecil agar bekerja dengan benar. Haha.

Baca tentang : Weekend at Home

Ketiga dan yang terakhir, persiapan aku dan suamiku berlebaran di perantauan adalah dengan belajar memasak makanan khas lebaran. Selama ini, aku tidak mau repot memasak menu yang susah-susah seperti opor ayam dan rendang karena mengandalkan menu sederhana dan cepat.

Lebaran kali ini, meskipun jauh dari keluarga dan tidak bisa merayakannya beramai-ramai pastinya aku ingin juga menyantap makanan khas hari raya di Indonesia. Kalau di Jogja dan bapak masih ada, biasanya beliau lah yang paling sibuk menentukan menu apa yang harus disajikan di rumah saat hari raya.

Kalau di Bandung, keluarga suamiku biasanya bergotong royong masak untuk disantap satu keluarga besar dengan menu yang bervariasi seperti rendang, bakso, opor ayam, pempek dan masih banyak lainnya. Wah! Seru ya kalau bisa seperti itu lagi.

Tidak apalah, semoga next time bisa lebaran ramai-ramai lagi dengan mereka semua. Tahun ini, aku akan mencoba mengasah skill memasakku dengan membuat rendang dan sayur labu siam kuah santan. Sebagai pelengkap mungkin ada opor ayam agar anak balitaku bisa ikut makan serta sambal goreng kentang dan hati. Semoga terealisasi nih!

Segitu saja deh cerita persiapan keluargaku menyambut hari raya Idul Fitri 1441 H tahun ini. Dimana pun kita dan bersama siapa pun kita merayakan hari kemenangan semoga bisa mengambil makna sesungguhnya dari Idul Fitri ya, kembali bersih dan fitrah serta menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya.

Sekian dulu.

Sukabumi, 19 Mei 2020

Minggu, 17 Mei 2020

3 Kata Untuk Exit (2019) : Menghibur, Menegangkan, Melegakan

Mei 17, 2020 6 Comments

Selalu ada yang pertama kali untuk segala hal, termasuk tulisan ini yang merupakan tulisan pertamaku mereview sebuah film.

Dari kecil, aku senang menonton film baik di bioskop maupun yang ditayangkan di layar televisi. Saking hobinya menonton film, pernah dalam satu minggu aku berturut-turut menonton film saat banyak film-film bagus diputar di bioskop. Itu aku lakukan bersama teman-teman sesama pecinta nonton, habis itu ya hidup hemat gara-gara uang jajan lenyap untuk nonton. Ampun Mak, Pak!


Sedihnya, setelah punya anak aku hampir tidak pernah lagi pergi nonton ke bioskop. Rasanya terakhir kali pergi ke bioskop saat menonton Aladin bersama suamiku, anakku dititipkan bersama neneknya di rumah. Hobiku marathon menonton drama Korea pun berhenti, padahal waktu hamil aku masih rajin marathon drakor. Hihi.

Ngomong-ngomong nonton film, rata-rata film yang aku tonton di bioskop merupakan film-film Hollywood. Jarang sekali menonton film Asia seperti Thailand, Jepang maupun Korea. Entahlah, kurang tertarik saja meski banyak yang bilang filmnya seru.

Aku baru mulai kembali nonton drama Korea saat grup Whatsapp Kelas Literasi Ibu Profesional sibuk membicarakan CLOY Fever alias keranjingan drakor berjudul Crash Landing On You. Berhari-hari ibu-ibu KLIP membicarakan itu hingga aku tergerak untuk kembali menonton drakor setelah sekian lama.


Berhubung ternyata peminat Korean Drama and Movie dalam grup KLIP begitu banyak kemudian menyebabkan kami lebih sering membahas Korea ketimbang literasi, lol! Akhirnya salah seorang anggota membuat grup baru yang dinamakan "Drakor dan Literasi".

Kehadiran grup ini semakin ramai dengan adanya challenge menulis review film yang sudah disepakati sebelumnya. Waktu menonton kurang lebih 1 minggu dan peserta yang mengikuti kegiatan ini menyetorkan tulisannya di akhir minggu. Berhubung hal ini sesuatu yang baru dan terdengar seru, aku pun turut serta meramaikan challenge ini. Film pertama yang terpilih dan akan di bahas adalah Exit (2019).

Source : asianwiki.com

Oke lah ya, prolog yang cukup panjang ini kita akhiri saja dan langsung masuk ke pembahasan film Exit yang dirilis pada tahun 2019 lalu. Film ini tentunya merupakan film asal Korea, garapan Sutradara Lee Sang-geun dimana pada tahun yang sama film ini berhasil menyabet penghargaan di 40th Dragon Film Awards serta 28th Buil Film Awards dalam berbagai kategori.

Film ini berkisah tentang Yong-nam (Jo Jung Suk) seorang pria yang dianggap gagal karena belum mendapatkan pekerjaan dan penghasilan sendiri sehingga masih harus menumpang hidup dengan kedua orangtuanya. Lucu melihat Jo Jung Suk yang biasanya berperan sebagai sosok yang cool, dalam film ini bisa berperan sebagai anak mama dan papa yang terkadang manja.

Yong-nam dan keluarganya pada suatu hari mengadakan acara perayaan ulang tahun ibunya yang ke-70 di salah satu gedung yang letaknya cukup jauh dari rumah demi bertemu dengan pujaan hatinya, Eui-joo (Im Yoon Ah) yang bekerja disana. Singkatnya, Eui-joo adalah wanita yang pernah menolaknya semasa kuliah namun Yong-nam masih memendam perasaan hingga sekarang. Mereka juga sama-sama anggota klub panjat tebing semasa masih menempuh pendidikan di institusi yang sama.

Rencana Yong-nam untuk reuni bersama Eui-joo setelah beberapa tahun tidak bertemu berjalan lancar, ia bertemu dan bercerita pada Eui-joo mengenai kehidupannya sekarang yang terdengar begitu keren untuk menutupi kondisi gagalnya saat itu.

Masalah utama terjadi ketika teroris melepaskan gas beracun yang membuat seluruh kota dilanda kepanikan guna menghindari gas yang mengiritasi dan mematikan tersebut. Dari sini kemudian petualangan Yong-nam, Eui-joo beserta seluruh keluarga Yong-nam yang datang ke pesta ulang tahun dimulai.

Dalam film ini diceritakan bagaimana Yong-nam berusaha sekuat tenaga melindungi keluarganya dari ancaman gas dengan memanfaatkan skill memanjat yang selama ini terus ia latih. Ia mencoba membawa keluarganya serta gadis yang ia sukai untuk mencapai tempat tertinggi supaya helikopter penyelamat bisa melihat dan menolong mereka semua.

Bukan hanya Jo Jung Suk yang mempertontonkan kepiawaian aktingnya memanjat gedung pencakar langit, Im Yoon Ah yang biasa berperan sebagai gadis cantik dan kalem serta perlu dilindungi kali ini keluar dari zona nyamannya. Ia juga memperlihatkan skill beraktingnya dengan memainkan gadis tangguh pemanjat tebing dengan sangat baik.

Bahkan, ia pun berani untuk terlihat jelek dengan penampilan compang camping karena harus menghadapi bermacam rintangan demi menyelamatkan diri. Tidak heran ia memenangkan kategori Best Actress pada 3 penghargaan yaitu 4th Asia Actress Award, 20th Woman Film in Korea Festival dan 18th Korea First Brand Awards.

Source : pinterest.com

Meskipun filmnya menegangkan karena membawa penonton ikut berpetualang bersama Yong-nam dan Eui-joo, film ini juga menampilkan sisi humornya. Guyonan serta lelucon yang relatable dengan kehidupan sehari-hari kadang muncul dan membuat kita minimal ikut tersenyum.

Di sisi lain, film ini juga memberi makna yang dalam tentang keluarga. Betapa kedua orangtua Yong-nam serta saudara-saudaranya baik kandung maupun ipar sangat menyayanginya meski ia belum sesukses mereka. So sweet deh keluarga mereka tu.

Selain itu, film ini juga menunjukkan kecanggihan teknologi terkini seperti drone yang dimanfaatkan oleh para youtuber untuk siaran langsung guna menarik penonton sebanyak-banyaknya sekaligus menunjukkan sisi kemanusiaan mereka untuk saling membantu.

Satu lagi yang membuat aku terkesan yaitu bagaimana pemerintah Korea cepat tanggap menangani bencana yang sedang terjadi. Bagaimana tenda-tenda darurat segera disiapkan, sosialisasi mengenai penggunaan APD (Alat Pelindung Diri) dalam keadaan darurat yang langsung tersebar dengan cepat ke masyarakat, juga tim penyelamat yang langsung bergerak dan sangat teliti saat melakukan penyisiran untuk mennyelamatkan korban.

Sepertinya bagian ini tidak sepenuhnya rekayasa mengingat bagaimana hebatnya negara Korea Selatan bisa menangani wabah Corona saat ini, ya!

Oiya, film ini tidak mengandung adegan dewasa sehingga aman ditonton bersama anak-anak. Namun, tetap harus dalam pendampingan dan pengawasan orang tuanya.

Pada akhirnya, Exit membuat aku menonton film bioskop selain film yang diproduksi Hollywood. Exit juga lah film pertama yang membuat aku menulis reviewnya. Hehe.

Secara keseluruhan film ini cukup menghibur dan tidak membuat kepala panas karena berpikir keras. Filmnya ringan dengan bahasa yang juga mudah dipahami.

Buat kalian yang masih penasaran dan ingin mengulik lebih jauh tentang film ini, baca juga tulisan teman-teman "drakor dan literasi" di bawah ini :

Sekian cerita kali ini. Sampai jumpa!

Sukabumi, 17 Mei 2020


Sabtu, 16 Mei 2020

Bagi Penulis, Berikut Manfaat dan Pentingnya Belajar Bahasa Indonesia

Mei 16, 2020 23 Comments

Tulisan ini terinspirasi saat beberapa kali aku mengikuti kelas menulis online. Pertama mengenai Self-Editing dan kedua yaitu workshop menulis dengan judul Creative Writing. Setelah mengikuti kedua kelas tersebut yang aku pikirkan adalah, "Waktu sekolah gue ngapain aja sih?"

Baca tentang : Mempelajari Self-Editing

Kembali mempelajari SPOK, imbuhan, jenis-jenis paragraf dan yang lain harusnya gampil untuk seseorang yang sudah mempelajari bahasa Indonesia sejak SD, SMP hingga SMA. 12 tahun loh belajar itu semua, namun saat workshop berlangsung aku masih saja loading dan masih harus berpikir keras ketika menulis apakah tata bahasaku ini benar? Haha.

Ceritanya, sebagai seorang yang ingin serius dalam dunia tulis menulis berniat memperdalam ilmu bahasa Indonesia supaya bisa menulis dengan lebih baik lagi. Karena tentunya mayoritas pembacaku adalah masyarakat Indonesia jadi aku harus bisa menulis menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar serta enak untuk dibaca.
Sebenarnya apa saja sih manfaat menggunakan bahasa Indonesia dalam tulisan dan pentingnya seorang penulis (termasuk blogger) untuk terus belajar bahasa Indonesia yang baik dan benar?

1. Sopan Santun

Tidak hanya lisan yang harus mengedepankan sopan santun dalam berbahasa, menulis pun demikian. Tentunya kita ingin pembaca kita ikut merasakan emosi dari tulisan kita, ikut terbawa dan melihat diri kita sebagai seorang penulis. Coba bayangkan emosi apa yang didapat oleh pembaca apabila kita menggunakan bahasa yang kasar, tidak sopan dan terlalu vulgar?

Tentu pembaca akan mendapat pesan negatif dari tulisan kita, emosi tersebut akan sampai pada mereka sehingga mereka bisa menilai apakah tulisan kita layak untuk dilihat dengan mata pembaca yang terlalu berharga untuk membaca tulisan bernada negatif.

Selain itu, penggunaan bahasa yang tidak baik dan dapat menyinggung pihak-pihak tertentu atau menyangkut SARAT (Suku, Agama, Ras dan Anggota Tubuh) dapat menimbulkan kontroversi karena dianggap memprovokasi. Hadeehh, jauh-jauh deh dari model penulis macam begitu. Yuk kita hidup damai dengan memberi tulisan yang selalu positif.

2. Terbiasa Menggunakan Bahasa yang Baik dan Benar

Bisa karena biasa, peribahasa yang tepat untuk orang-orang yang terus belajar dan pantang menyerah. Bagi penulis yang masih baru (aku contohnya), susah sekali rasanya membiasakan diri untuk menggunakan tatanan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Ingin rasanya menulis seenak jidat tanpa memperhatikan EYD dan kaidah menulis yang baik.

Tapi karena ingin terus berkembang dan menghasilkan karya yang lebih baik, aku harus merubah kebiasaanku tersebut dan sedikit-sedikit mulai memperhatikan gaya bahasaku. Aku mulai memperhatikan bagaimana penggunaan kata 'pun', 'di-', pemakaian tanda koma, petik, dan tanda baca lainnya.

Jika dibandingkan dengan tulisanku tahun lalu atau tahun-tahun sebelumnya ketika aku masih suka menulis asal-asalan, terlihat sekali kalau tulisanku sekarang menurutku lebih enak dibaca. Salah satu alasannya adalah karena aku sudah menghindari menulis terlalu banyak kalimat dalam satu paragraf. Haha, ternyata begitu saja terasa efeknya loh!

3. Lebih Dihargai

Penulis yang menulis dengan kaidah bahasa yang baik serta paham betul bagaimana menulis kalimat akan menghasilkan tulisan yang mudah dipahami dan senantiasa menarik untuk dibaca oleh orang lain.

Orang-orang pasti akan lebih menaruh respect pada penulis yang menggunakan bahasa yang baik dan benar, meskipun tergolong santai. Penggunaan bahasa Indonesia dalam tulisan tentunya tidak selalu menggunakan kata-kata puitis yang njelimet dan membuat orang lain berpikir keras untuk menangkap maknanya. Ada penulis yang memilih menggunakan bahasa semi ataupun non-formal tapi masih sesuai kaidah yang baik dan benar.

Saat aku membaca tulisan salah satu mentor menulis dalam workshop kepenulisan kemarin, jujur aku merasa kagum sekaligus merasa diri ini begitu receh karena belum mampu menampilkan tulisan sebaik itu. Sampai-sampai setelah kelas selesai, saya menyempatkan diri untuk bertanya hal yang tidak penting, "Dulu waktu sekolah nilai bahasa Indonesianya bagus terus ya?".

Sangat mudah ditebak kalau ia menjawab nilai bahasa Indonesianya selalu sempurna. Kalau dalam buku Harry Potter nilainya selalu O alias Outstanding.

Mentor kelas menulis saat itu tidak hanya menulis berbahasa Indonesia, beliau juga telah menulis buku berbahasa Inggris dan menyatakan bahwa dirinya sometimes lebih nyaman menggunakan bahasa Inggris. Tapi, bukan berarti melupakan bagaimana menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar saat menulis berbahasa Indonesia bukan?

4. Cerminan Diri Penulis

Bagi penulis, tentunya personal branding akan lebih mudah dilakukan melalui tulisan-tulisan yang dihasilkan. Bagaimana pembaca menilai sekilas mengenai seorang penulis tentu dari hasil karyanya.
Seperti poin 1 yang aku tulis di atas, pembaca secara tidak langsung akan ikut merasakan emosi dari tulisan yang mereka baca. Bagaimana kita menampilkan diri kita melalui tulisan juga akan terlihat oleh para pembaca dari tulisan kita. Apakah kita seorang yang jaim, kocak, berapi-api atau tidak percaya diri. Semua tersirat dan tersurat dari gaya bahasa yang kita pakai.

Tulisan dengan kata-kata, kalimat serta penggunaan tanda baca yang tepat membuat mata kita lebih mudah membaca tulisan dari pada tulisan yang tidak jelas bagaimana struktur kalimatnya. Kalau sudah begini, pembaca mungkin akan menilai bahwa kepribadian kita acak-acakan juga seperti tulisannya. Hehe, jangan sampai terjadi ya.

Keempat hal di atas merupakan alasan mengapa terus belajar untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar sebagai penulis Indonesia itu penting. Jadi, sebagai penulis dan calon-calon penulis jangan lupa untuk tidak malas belajar bahasa negara kita sendiri.

Sah-sah saja bila kita menulis menggunakan bahasa negara lain seperti Inggris, Jepang, Korea, China bahkan Rusia sekali pun. Tapi, alangkah baiknya sebagai warga negara Indonesia yang baik dan memiliki pembaca dari dalam negeri sendiri, kita juga mampu menyajikan tulisan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Sekian pembahasanku kali ini. Terima kasih sudah membaca, semoga bermanfaat.

Sukabumi, 16 Mei 2020

Jumat, 15 Mei 2020

Ketika Suami Lebih Passionate dalam Memasak

Mei 15, 2020 0 Comments

Sebelum menikah, aku sudah memperingatkan (calon) suamiku untuk tidak menuntutku pandai memasak. Aku suka memasak tapi kemampuanku sangat terbatas. Ia tidak mempermasalahkan hal tersebut. Karena aku mengenalnya kurang lebih 3 tahun, aku tau kalau dia suka dengan hal yang berbau masak memasak, hasil masakannya pun bisa dibilang di atas rata-rata untuk seorang lelaki yang masuk ke dapur.


Setelah menikah, aku tentu berusaha semampuku untuk memasak masakan sesuai selera suamiku. Tambahan sekarang memiliki anak, mau tidak mau harus rajin memasak untuk memenuhi kebutuhan gizinya. Aku rasa kemampuan memasakku masih di situ-situ aja tidak ada perubahan yang siginifikan.

Berbeda dengan suamiku yang semakin kesini aku melihat dirinya begitu menikmati waktu-waktu memasak, tidak jarang saat aku sibuk memasak di dapur ia datang dan melihat apa yang aku kerjakan lalu menawarkan bantuan. Bahkan sering ia yang mengambil peranku di tengah-tengah kegiatan memasak dan membuat hasil akhir yang berbeda dengan apa yang ada dibayanganku sebelumnya.


Dengan keahliannya seperti itu, kadang aku merasa minder saat harus masak untuknya. Lha wong masakannya aja lebih enak dari punyaku kok! Bukan sekali dua kali ketika aku ingin makan nasi goreng kemudian menyerahkan padanya untuk membuatkan salah satu makanan favoritku itu. Alasannya, karena nasi goreng bikinanku rasanya tidak sebanding dengan buatannya. Haha.

Ada juga sih kalanya masakan dia failed, tapi ya manusiawi dan masih acceptable serta edible. Aku juga sering membuat makanan yang failed. Hehe.

Mendengar masih banyak perdebatan yang membahas bahwa wanita harus pandai memasak supaya menjadi wanita seutuhnya sudah sangat tidak menarik lagi bagiku. Wanita juga manusia lah, punya passion masing-masing kenapa harus diminta untuk segala bisa? Sementara kalau laki-laki masuk ke dapur langsung di pandang WOW! Keren banget! Padahal laki-laki ya sama seperti wanita, punya hobi dan passion masing-masing.

Hal-hal serupa seperti kewajiban ibu dan ayah dalam mengasuh anak. Ibu wajib memandikan, menyuapi, menina bobokan anak, mengajarkan anak macam-macam dan hal itu dianggap sesuatu yang wajar saat ibu yang melakukannya. Sementara terlihat begitu WOW! saat ayah yang turun tangan mengurus anak. Padahal ya memang sudah seharusnya begitu. Sesuatu yang harusnya sangat normal dilakukan oleh kedua orang tua.

Melihat suamiku yang senang memasak dan menghasilkan makanan yang enak tidak lantas membuatku sangat bangga hingga berlebihan, yaudah B aja gitu. Seperti yang aku bilang, baik laki-laki maupun perempuan memiliki hak yang sama untuk memiliki hobi apapun termasuk memasak. Tapi aku senang karena bisa belajar banyak darinya, bagaimana membayangkan rasa dan merealisasikannya dalam masakan.

Aku juga tidak lantas menyerah dari kewajiban menyiapkan makanan untuk suami dan anakku. Sampai hari ini aku terus berusaha untuk meningkatkan skill memasakku, sebagai anak pertama yang biasanya competitive aku juga tidak mau kalah dengan kemampuan memasak suamiku. Aku yakin kalau masakanku nanti bisa sebaik masakannya atau malah lebih enak. Hehe.

Bukan berarti masakanku tidak enak sama sekali dan tidak bisa dimakan, enak kok tapi rasanya masih template dan kurang berani mengeksplorasi bumbu serta rempah-rempah. Ini kurangnya dari masakanku.

Sebagai penutup, aku akan membagikan resep telur-ayam balado dengan jeruk nipis hasil karya suamiku :

Telur-Ayam Balado feat. Jeruk Nipis

Bahan :
- Ayam yang sudah diungkep hingga matang
- Telur ayam
- Cabai merah besar
- Cabai gendot (oranye)
- Bawang merah
- Bawang putih
- Tomat segar
- Gula
- Garam
- Jeruk nipis

Cara membuat :
- Goreng ayam yang sudah diungkep, sisihkan
- Haluskan bawang merah, bawang putih, cabai dan tomat
- Tumis bahan yang sudah dihaluskan
- Masukkan telur ayam, orak arik
- Masukkan ayam yang telah digoreng
- Aduk hingga merata
- Tambahkan garam dan gula
- Peras jeruk nipis diatas masakan
- Tes rasa
- Sajikan

Begini penampakan akhir dari ayam balado bikinan suamiku :


Mulanya aku yang akan memasak semua itu, suami dan anakku hanya kebagian tugas menghaluskan bahan-bahan yang perlu dihaluskan. Aku membayangkan akan membuat ayam balado biasa tanpa telur dan jeruk nipis.

Di tengah-tengah acara masak-memasak, anakku yang sudah harus minum susu mendadak rewel dan tidak mau diasuh ayahnya. Yasudah, ibu harus turun tangan sehingga urusan masak-memasak diselesaikan oleh suamiku.


Saat masakan sudah jadi aku langsung memberi komentar, "Wah si papah ayam sama calon anaknya dimasak barengan!" haha, ayam balado standard yang ada dibayanganku pun sirna. Saat mencoba masakannya rasanya gurih, pedas sekaligus manis perpaduan cabai, garam serta gulanya yang pas.

Hal lain yang membuat ayam balado ini berbeda selain karena telur ayam adalah aroma jeruk nipis yang membuat masakan menjadi wangi serta rasanya yang membuatnya lebih segar.

Overall, masakan suamiku kali ini enak (lagi)! Apa kalian tertarik untuk mencobanya?

Sukabumi, 15 Mei 2020

Kamis, 14 Mei 2020

Misi Kelima : Menyelami Core Value Ibu Profesional

Mei 14, 2020 0 Comments

Setelah minggu kemarin berhasil menyelesaikan misi pencarian makna Ibu Profesional, ternyata aku berhak mendapatkan permata amethys seperti di bawah ini. Yeay!




Aku bersama teman-teman matrikulasi batch 8 Institut Ibu Profesional pun kembali melanjutkan penjelajahan samudera kami. Kami sudah sampai pada tahap penyelaman, kami pun diwajibkan untuk mengumpulkan minimal 3 dari 4 permata yang ada di dasar laut. Wah, kemampuan diving sedang diuji sepertinya. Hehe.

Masuk ke misi kelima, kali ini kami ditugaskan untuk menyelami dan mendefinisikan core value dari Ibu Profesional. Sebelumnya, seperti biasa para pendamping kami yaitu widyaiswara sudah memberikan gambaran tentang core value dalam Ibu Profesional.

Pada intinya, ada 5 komponen utama yang membentuk core value Ibu Profesional. Kelima komponen tersebut adalah belajar, berkembang, berkarya, berbagi dan berdampak.

Selanjutnya, kami diberikan kesempatan untuk berdiskusi secara langsung dengan salah satu widyaiswara melalui Whatsapp Group. Aku memilih Bunda Yani sebagai partner diskusi, sederhananya karena jadwal Bune yang paling malam yaitu pukul 21.00 - 22.00 WIB. Maklum, harus mengondisikan anak terlebih dahulu supaya belajar lebih khusyuk.

Dalam forum diskusi, teman-teman penjelajah samudera yang lain sangat antusias dan membuat aku tidak ingin ketinggalan untuk aktif berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Banyak hal yang disampaikan oleh Bune, hal-hal yang membuat kita lebih mendalami diri sendiri. Contohnya ketika Bune bertanya, "Kapasitas diri apa yang ingin ditingkatkan untuk menjadi seorang Ibu Profesional?" Jleb! sekali pertanyaannya, tidak bisa dijawab tanpa harus menelusuri lebih jauh tentang diri sendiri.

Ternyata hasil diskusi dua malam yang lalu sangat membantu diriku untuk menyelesaikan misi kelima ini, dalam misi ini aku diminta untuk menentukan sendiri core value yang sesuai dengan kepribadianku untuk menuju status sebagai Ibu Profesional. Seperti ini gambaran dari misi kelima yang sudah aku selesaikan :



Aku tau...
Ilmu yang perlu aku pelajari adalah bagaimana cara mengelola emosi dan stress. Alasannya, sebagai manusia yang masih banyak sekali kekurangannya terutama sebagai ibu dan istri, pengelolaan emosi dan stress ini sangat penting untuk masa depan keluargaku.

Jelas sekali, sebagai ibu aku merupakan kunci utama rumah tangga. Kebahagiaan keluarga tidak lepas dari kebahagiaan ibu, maka dari itu aku ingin belajar untuk menjadi ibu yang bisa mengendalikan emosi dan stress sebaik mungkin sehingga menciptakan suasana rumah yang senantiasa bahagia.

Aku tau...
Ilmu yang perlu aku tingkatkan adalah tentang komunikasi efektif dengan buah hati dan pasangan, ilmu agama serta literasi.

Aku perlu meningkatkan bagaimana menerapkan komunikasi yang efektif dengan anakku yang saat ini baru menginjak 1.5 tahun, bagaimana mengajarinya untuk bisa mengomunikasikan perasaannya dengan bahasa yang masih sangat terbatas. Tujuannya tentu agar kami dapat saling mengerti.

Aku perlu meningkatkan komunikasi yang efektif dengan suamiku untuk menghindari adanya kesalahpahaman serta konflik yang tidak perlu. Aku percaya bahwa suatu hubungan dapat berjalan dengan minim hambatan jika komunikasi berjalan dengan baik.

Aku perlu meningkatkan ilmu agamaku karena ingin sekali menjadi wanita yang masuk sebagai golongan wanita sholehah dengan harapan bisa masuk ke dalam surga melalui pintu manapun, kelak. Aamiin.

Aku perlu meningkatkan ilmu mengenai literasi karena minatku dalam bidang menulis. Aku ingin mengembangkan apa yang saat ini aku kerjakan untuk mencapai apa yang sudah menjadi target dan tujuanku. Senang sekali jika bisa menjadikan hobi sebagai salah satu passion yang selama ini aku cari-cari.

Aku tau...
Ilmu yang perlu aku latih adalah memperluas sabar dan memasak berbagai macam menu untuk keluarga. Keduanya perlu aku asah dan latih lagi, karena menurutku aku sudah memiliki basic mengenai kedua hal tersebut.

Semua manusia pasti memiliki sabar, namun sabar yang sebenarnya adalah sabar tanpa batas. Aku sendiri masih memiliki rentang sabar yang cukup sempit, sehingga rentang ini yang harus diperlebar supaya kesabaranku tidak segera habis saat menghadapi suatu masalah. Ini penting karena merupakan bagian dari pengelolaan emosi dan stress.

Sementara untuk memasak, tentunya sebagai seorang ibu rumah tangga yang salah satu wilayah pekerjaannya adalah di dapur, aku ingin memasak berbagai masakan untuk keluarga tercinta. Keterbatasan kemampuan memasak ini yang mendorongku untuk terus berlatih memasak bermacam-macam menu supaya anak dan suami tidak bosan.


Aku tau...
Ilmu yang perlu aku bagikan adalah perlunya rasa percaya diri untuk menjadi ibu rumah tangga yang produktif dan ilmu tentang penggunaan obat-obatan secara rasional. Mengapa aku merasa capable dan perlu membagikan ilmu tersebut?

Banyak yang menyayangkan keputusanku untuk resign saat akan menikah dulu, dengan penghasilan dan posisi di tempat aku bekerja pada waktu itu. Tapi tidak sedikit juga yang menganggap aku memiliki keberanian yang besar, karena biasanya jika sudah memiliki pendapatan sendiri akan tidak tahan saat tidak berpenghasilan dan diam di rumah.

Nyatanya aku bisa menjalani kehidupanku dengan cukup baik menurut versiku. Aku juga masih bisa menyalurkan hobi menulisku serta mengikuti komunitas seperti Ibu Profesional ini. Kemudian, banyak teman-teman yang meminta saran serta motivasi dariku saat mereka memikirkan untuk menjadi ibu rumah tangga setelah sebelumnya bekerja.

Dari sini aku merasa aku bisa memberikan pandangan-pandanganku mengenai keseharianku sebagai stay at home mom dan mencoba bersikap realistis saat mereka menanyakan pendapat. Aku berbagi banyak suka dan duka selama di rumah dan bagaimana cara untuk menjaga kepercayaan diriku ketika di luar sana masih banyak yang memandang sebelah mata pekerjaan ibu rumah tangga ini.

Sebagai seorang apoteker yang sudah tidak terjun langsung dalam dunia profesi ini, aku hanya bisa membantu teman-temanku yang membutuhkan konseling mengenai obat serta penyakit ringan yang mereka derita. Feel free to ask if you need, biasanya teman-teman akan menghubungiku via whatsapp.

Dari konsultasi obat ini, aku bisa memberi teman-temanku sedikit edukasi mengenai swamedikasi, penggunaan obat-obatan secara rasional dan penggunaan antibiotik yang tepat. Karena banyak dari mereka yang menghadapi masalah seputar tiga hal tersebut. Aku harap ilmu yang aku miliki dapat membantu meringankan beban mereka.

Itulah hasil penyelamanku mengenai core value Ibu Profesional versi diriku sendiri. Semuanya ingin aku implementasikan karena belajar-berkembang-berbagi-berkarya-berdampak adalah core value bagiku.

Semoga dengan ini aku bisa mendapatkan permata keduaku. Sampai jumpa di penyelaman berikutnya!

Imawati Annisa Wardhani
IP Regional Sukabumi

#navigasidanberaksi
#matrikulasibatch8
#institutibuprofesional
#belajardarirumah